Pelatih Portugal Fernando Santos. | EPA-EFE/Noushad Thekkayil

Piala Dunia

Portugal tak Ingin Ulangi Kesalahan

Swiss bertekad mencapai perempat final pertama mereka di Piala Dunia setelah terakhir kali merasakannya pada 1954.

DOHA -- Portugal sudah melupakan kekalahan mengejutkan dari Korea Selatan, 1-2, pada laga terakhir penyisihan Grup H Piala Dunia 2022. Fokus Cristiano Ronaldo dkk saat ini adalah memperbaiki semua kekurangan agar bisa tampil mendekati sempurna saat meladeni Swiss pada babak 16 besar di Stadion Lusail, Doha, Rabu (7/12), pukul 02.00 dini hari WIB.

Kekalahan dari Korea Selatan di laga terakhir grup menjadi peringatan bagi Selecao das Quinas. Pelatih Portugal Fernando Santos bahkan sudah mewanti-wanti pemainnya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama saat melawan Swiss. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Portugal (@portugal)

"Kekalahan melawan Korea adalah peringatan bahwa kami perlu menjaga level permainan. Kami tidak bisa santai karena setiap tim di Piala Dunia ini berbahaya," kata Santos, dikutip dari laman resmi FIFA, Senin (5/12).

Apalagi, secara keseluruhan, Portugal belum terlihat meyakinkan selama tiga pertandingan di Grup H meski dapat menang 3-2 dari Ghana serta 2-0 dari Uruguay, sebelum kalah dari Korea Selatan. Saat melawan Korea Selatan, Santo mengatakan, pemainnya kehilangan intensitas permainan serta banyak kalah dalam duel, khususnya di babak kedua. Kondisi itu mengingatkan Santos saat timnya dikalahkan Serbia dalam laga terakhir kualifikasi Piala Dunia dengan skor 2-1 pada November tahun lalu.

Santos menilai turunnya intensitas itu bisa terjadi karena pemainnya gelisah ingin buru-buru mencetak gol. Namun, ia menilai turunnya semangat masih terbilang normal dalam sebuah tim.

"Para pemain tahu betul ini tidak bisa terjadi, mereka sudah diperingatkan akan hal ini. Tidak boleh terjadi," ujar Santos, dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).

 
 
Para pemain tahu betul ini tidak bisa terjadi, mereka sudah diperingatkan akan hal ini. Tidak boleh terjadi.
 
 

Ia mengingatkan, permainan Portugal harus terus sama seperti yang mereka lakukan sebelumnya, diiringi konsistensi hingga akhir laga. Ia menegaskan, Portugal tidak boleh melambat.

Santos sadar bahwa Swiss bukan lawan sembarangan. Dalam lima pertemuan, timnya tiga kali menang dan dua kali kalah. Pertemuan terakhir pada Juni lalu di UEFA Nations League berujung kekalahan 0-1 meskipun pada laga sebelumnya Portugal menang 4-0. Kedua tim belum pernah bertemu di Piala Dunia.

Di sisi lain, Swiss bertekad untuk mencapai perempat final pertama mereka di Piala Dunia setelah terakhir kali merasakannya pada 1954 saat menjadi tuan rumah. Swiss tampil meyakinkan di fase grup. Sama seperti Portugal, skuad asuhan Murat Yakin itu menang dua kali, sekali sekali kalah di tangan Brasil. Swiss kini ingin mencatatkan tiga kemenangan dalam satu ajang Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Menurut Yakin, Portugal tidak akan senang berhadapan dengan timnya meski mereka berstatus calon juara di Qatar. Apalagi, ia optimistis, timnya siap untuk bertarung melawan juara Euro 2016 tersebut.

"Portugal adalah favorit, tapi dalam pertandingan fase gugur segalanya bisa terjadi. Jika kami mengawali (pertandingan) dengan baik dan taktik kami berhasil, apa pun menjadi mungkin," kata Yakin.

 
 
Portugal adalah favorit, tapi dalam pertandingan fase gugur segalanya bisa terjadi. Jika kami mengawali (pertandingan) dengan baik dan taktik kami berhasil, apa pun menjadi mungkin.
 
 

La Nati memang punya modal kuat untuk merepotkan Portugal. Sebab, Swiss mampu melewati rintangan dari grup sulit dengan mengalahkan Serbia dan Kamerun. Bahkan, mereka hanya kalah tipis dari Brasil yang memuncaki Grup G dengan unggul selisih satu gol.

Oleh karena itu, pertandingan di Lusail ini dipastikan akan berjalan ketat dengan kekuatan kedua tim yang hampir seimbang.

 

Fakta Angka

  • 3 -- Portugal telah memenangkan fase grup untuk ketiga kalinya dalam sejarah Piala Dunia.
  • 2 -- Swiss sudah dua kali mencapai babak 16 besar di Piala Dunia, dan ingin mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954.
  • 8 -- Dengan delapan gol, Cristiano Ronaldo hanya butuh satu lagi untuk menyamai rekor Eusebio sebagai top skorer Portugal di Piala Dunia.

'Zero Covid' dan Publik yang Marah

Tertekan, tidak berdaya, dan marah dampak pemberlakuan kebijakan lockdown di Cina yang berujung rusuh.

SELENGKAPNYA

Messi dan Tim Unggulan Mulai Bertaji

Messi terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga Argentina vs Australia

SELENGKAPNYA

Menanti Kejutan Ketiga Jepang

Kroasia ditopang rekam jejak yang mengesankan dalam sistem gugur Piala Dunia.

SELENGKAPNYA