Timnas Jepang saat mengalahkan Spanyol di Khalifa International Stadium in Doha, Qatar, 01 December 2022. | EPA-EFE/Neil Hall

Piala Dunia

Menanti Kejutan Ketiga Jepang

Kroasia ditopang rekam jejak yang mengesankan dalam sistem gugur Piala Dunia.

AL WAKRAH -- Perjalanan Jepang menuju babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 tak semudah yang dilalui oleh Kroasia. Samurai Biru tergabung di grup neraka dan berstatus sebagai underdog di antara dua mantan juara dunia Jerman dan Spanyol, ditambah Kosta Rika.

Namun, di luar dugaan, Jepang membuat kejutan. Mereka comeback melawan Jerman dan Spanyol masing-masing dengan skor 2-1 dan kalah 1-0 dari Kosta Rika. Hasilnya, Jepang lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup E, disusul Spanyol di posisi runner-up.

Sekarang tak hanya penggemar Jepang, mereka yang mengaku menggemari sepak bola pastinya menantikan hal serupa, yaitu kejutan ketiga Jepang. Kali ini, Samurai Biru akan meladeni Kroasia pada babak 16 besar di Stadion Al Janoub, Al Wakrah, Senin (5/12) malam WIB. 

Finalis Piala Dunia Rusia 2018 itu bukan tak mungkin akan menjadi korban Jepang selanjutnya. Kroasia menuju ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup F di belakang Maroko. Mereka salah satu tim dengan pertahanan cukup kuat sepanjang penyisihan grup, yakni hanya kebobolan satu gol. 

photo
FILE - Fans Kroasia dan Kanada di Piala Dunia Qatar 2022- (AP Photo/Darko Vojinovic)

Namun, tim berjuluk Vatreni itu masih memiliki pekerjaan rumah tentang kurang tajamnya lini serang mereka. Kroasia hanya mampu mencetak gol ketika menang atas Kanada 4-1. Dua pertandingan selanjutnya menghadapi Maroko dan Belgia berakhir imbang tanpa gol. Meski begitu, pertahanan kokoh mereka mungkin akan berguna untuk menahan serangan penuh tekad yang Jepang tunjukkan selama penyisihan grup.

 
Kami memiliki kualitas yang cukup untuk mengalahkan mereka, dan yang terpenting adalah percaya pada diri kami sendiri.
HAJIME MORIYASU Pelatih Jepang
 

Kroasia ditopang rekam jejak yang mengesankan dalam sistem gugur Piala Dunia. Pada kedua kesempatan ketika Vatreni melewati fase grup, mereka telah mencapai setidaknya semifinal. Jepang masih harus berjuang melewati babak 16 besar, maka Samurai Biru pun akan habis-habisan demi mencapai perempat final untuk pertama kalinya.

Dilansir dari Sportsmole, Ahad (4/12), pelatih Kroasia Zlatko Dalic kemungkinan akan tetap menggunakan formasi 4-3-3. Dalic tak kekurangan stok penyerang jika membutuhkan pergantian pemain. Selain Andrej Kramaric dan Marko Livaja, ia masih memiliki Bruno Petkovic, Mislav Orsic, Nikola Vlasic, dan Mario Pasalic.

Dalic juga perlu berhati-hati jika menurunkan Luka Modric dan Dejan Lovren karena dua pemain tersebut sudah mengantongi kartu kuning ketika melawan Belgia. Mereka pun berpotensi absen di perempat final jika mendapatkan kartu kuning lagi ketika melawan Jepang.

photo
 
Fans Jepang di Piala Dunia Qatar 2022 (AP Photo/Darko Bandic)

Modric menyadari Jepang bukan lawan yang mudah setelah melihat perjuangan mereka di fase grup. Oleh karena itu, pemenang Ballon d’OR 2018 itu meminta rekan-rekannya untuk bersiap melawan permainan Jepang. “Kami cukup konsisten dalam pertandingan kami dan saya yakin kami pantas lolos ke babak 16 besar,” kata Modric, dikutip Japan Times.

Jepang dan Kroasia telah dua kali berjumpa di Piala Dunia sebelumnya dan Kroasia tak pernah kalah. Pertemuan terakhir mereka terjadi Grup F Piala Dunia Jerman 2006 yang berakhir imbang 0-0. Melihat catatan Kroasia hanya menelan satu kekalahan dalam sepuluh pertandingan terakhir di Piala Dunia, Jepang mungkin harus bekerja lebih keras untuk kembali membuat kejutan.

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu tak bisa menurunkan bek Ko Itakura karena mendapatkan skors akibat kartu kuning kedua saat melawan Spanyol. Dengan demikian, pemain Arsenal Takehiro Tomiyasu dapat menjadi penggantinya.

"Kami memiliki kualitas yang cukup untuk mengalahkan mereka, dan yang terpenting adalah percaya pada diri kami sendiri. Jadi, kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan kami akan melakukannya di lapangan,” kata Tomiyasu, dikutip dari Kyodo News

Izin Liga 1 Masih Diproses

Aremania menyesalkan keputusan melanjutkan Liga 1 di saat kasus Kanjuruhan belum tuntas.

SELENGKAPNYA

Presiden Minta Guru Bangun Mentalitas Anak Didik

Presiden Jokowi ingin para generasi muda memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

SELENGKAPNYA

Berbaik Sangka kepada Allah

Tidak ada yang berhak menanyakan tentang apa ditakdirkan dan ditentukan-Nya

SELENGKAPNYA