Education City Mosque di Qatar. | DOK VISIT QATAR

Arsitektur

Education City Mosque, Nuansa Modern Futuristik di Qatar

Masjid ini menjadi inspirasi rancang bangun kekinian di negara-negara Teluk Arab.

Qatar telah mempersiapkan banyak fasilitas untuk menyambut wisatawan Piala Dunia 2022. Negara makmur di kawasan Teluk Arab itu tidak hanya menyediakan sejumlah stadion sebagai venue terbaik pertandingan. Pemerintah setempat juga menawarkan berbagai destinasi yang dapat mereka kunjungi.

Khususnya bagi para pelancong Muslim, pilihan tempat wisata halal bertebaran di kerajaan tersebut. Salah satunya adalah sebuah masjid megah yang terletak dalam area Education City, kawasan kampus seluas 14 km persegi di Al Rayyan, Qatar. Lokasinya hanya berjarak 600 meter dari Education City Stadium, salah satu stadion Piala Dunia 2022.

Education City Mosque (ECM) mulai dibina pada 2012. Pembangunannya tuntas dikerjakan sekira tiga tahun kemudian. Pengerjaannya dilakukan sebuah perusahaan multinasional yang berbasis di London, Mangera Yvars Architecs.

Seperti dilansir dari laman korporasi tersebut, ECM dibangun dengan mengedepankan unsur-unsur arsitektur modern. Selain itu, konsep futuristik tampak jelas pada tampilannya. Rancang bangunnya kemudian menginspirasi proyek masjid-masjid lain di seluruh Qatar yang didirikan dalam beberapa tahun terakhir.

photo
Menara masjid yang berbentuk menyerupai cula setinggi puluhan meter di ECM. - (DOK QATAR FOUNDATION)

Tidak seperti masjid-masjid pada umumnya, ECM menampilkan gaya arsitektur yang unik. Sekilas, penampilannya menyerupai sebuah cangkang kerang yang putih berkilauan.

Alih-alih menara, dua “tanduk” atau “cula” raksasa menjulang setinggi 90 meter. Masing-masing menghadap ke arah Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah. Dengan demikian, fungsinya di samping estetika ialah penunjuk kiblat shalat. Pada permukaannya, terdapat ukiran kaligrafi nan indah.

Memasuki bagian dalam, pengunjung akan disambut ruangan utama yang terkesan luas. Langit-langitnya berbentuk cekung dan besar. Pada setiap sisinya, terdapat ratusan lubang kecil sebagai jalan masuknya sinar matahari dari luar.

Yang cukup menarik, lubang-lubang ventilasi tersebut dipasang bertebaran secara acak. Pada malam hari, wujudnya mirip kerlip bintang gemintang.

photo
Sisi interior Masjid Education City atau ECM di Qatar. Tempat ibadah ini mampu menampung hingga 1800 jamaah. - (DOK 365adventures)

Tata cahaya tentunya tidak hanya mengandalkan alam. Ada seratusan lebih lampu hemat energi yang terpasang di langit-langit ruang utama. Bagian mihrab tampak lebih terang. Bentuknya juga sangat memanjakan mata karena dihiasi motif-motif timbul bercorak bintang. Di dekatnya, terdapat guratan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran.

Seni tulis indah menjadi ornamen yang mudah dijumpai dalam ECM, baik sisi eksterior maupun interiornya. Pada langit-langit, kaligrafi Alquran yang berukuran besar tampak timbul dari permukaannya. Ornamen serupa juga terdapat pada lima pilar yang menopang atap masjid ini. Bentuk setiap tiang itu cukup unik karena silindris, tetapi melebar pada sisi atasnya. Kelima pilar menyimbolkan makna Rukun Islam.

Secara keseluruhan, ECM dapat menampung 1.800 orang. Tempat shalat kaum laki-laki berada di lantai dasar. Adapun perempuan dapat mengisi lantai dua. Hamparan sajarah hijau menutupi nyaris seluruh lantai. Warna itu tampak serasi dengan dominasi putih pada bagian dinding ruangan. Kesan yang muncul menambah suasana syahdu yang mendukung kekhusyukan jamaah.

 
Bagaikan oasis di tengah teriknya hawa gurun Qatar, ECM juga menghadirkan kesejukan.
 
 

Bagaikan oasis di tengah teriknya hawa gurun Qatar, ECM juga menghadirkan kesejukan. Hal itu berasal dari sekitar bangunan utama, terutama taman-taman yang memunculkan keteduhan. Bahkan, area hijau itu juga dialiri sungai-sungai buatan serta kolam air mancur.

Ada empat aliran air dari kebun-kebun yang menghiasi sekitar masjid. Sebagian di antaranya melalui bagian bawah bangunan masjid. Bila dilihat dari luar, ruang utama ECM tampak dibentengi kebun-kebun bunga. Semua itu merupakan hulu dari sungai-sungai buatan tersebut.

Dilansir dari laman Visit Qatar, keempat aliran tersebut menyimbolkan jenis-jenis minuman yang dapat dinikmati para penduduk surga kelak. Keempat minuman surgawi itu, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran, adalah anggur, susu, madu, dan air jernih. Dengan perkataan lain, keseluruhan area hijau ECM merepresentasikan keindahan firdaus.

photo
Hamparan rumput di sekitar bangunan utama ECM. - (DOK WIKIPEDIA)

ECM dibuka untuk umum sejak 20 Maret 2015. Peresmiannya bertepatan dengan penyelenggaraan shalat Jumat pertama di sana. Inilah salah satu kawasan penting di dalam kompleks Education City.

Sebagai informasi, Education City merupakan inisiatif Yayasan Qatar pada 1997 dan diresmikan pada 2003. Di dalamnya, terdapat berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga riset perguruan tinggi level dunia. Selain QFIS, ada belasan universitas luar negeri yang membuka cabang di Education City. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

 

Dengan adanya momen Piala Dunia 2022, pemerintah setempat semakin menggencarkan promosi pariwisata negerinya. Harapannya, hingga usai pesta sepak bola tersebut arus wisatawan tetap membanjiri destinasi-destinasi andalan Qatar.

Dalam hal ini, kerajaan tersebut terus meningkatkan daya tariknya, khususnya bagi para turis Muslim. Minimal, Doha bersaingan dengan Uni Emirat Arab (UEA), yang terkenal akan bangunan-bangunan fantastisnya.

photo
Education City Mosque merupakan masjid yang bernuansa futuristik di Qatar. - (DOK WIKIPEDIA)

'Manis' yang tak 'Manis'

Tanggal 14 November diiperingati sebagai Hari Dabetes Sedunia. Upaya mengetuk kesadaran manusia modern tentang pentingnya menjaga asupan makanan.

SELENGKAPNYA

Tanwir Tetapkan 27 Calon Tetap PP Nasyiatul Aisyiyah

Muktamar NA diharapkan menghasilkan calon pemimpin muda ‘Aisyiyah pada masa depan.

SELENGKAPNYA

Meneguhkan Dakwah Purifikasi Sosial 

Metode dakwah kultural menekankan pentingnya berdakwah melalui beragam budaya.

SELENGKAPNYA