vp,,rm
Warga mengikuti pemeriksaan gula darah gratis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Novo Nordisk Indonesia ini dalam rangka Hari Diabetes Sedunia.Prayogi/Republika | Prayogi/Republika.

Teraju

'Manis' yang tak 'Manis'

Tanggal 14 November diiperingati sebagai Hari Dabetes Sedunia. Upaya mengetuk kesadaran manusia modern tentang pentingnya menjaga asupan makanan.

OLEH SIWI TRI PUJI B

Selama beberapa dekade terakhir, prevalensi diabetes di negara maju dan berkembang telah meningkat secara substansial pada tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut Badan Kesehatan Dunia, perlahan tapi pasti, diabetes bakal menjadi problem kesehatan utama warga dunia. 

Prevalensi global penyakit kronis ini pada tahun 1980 diperkirakan mencapai 108 juta. Dalam kurun 30 tahun kemudian, pada tahun 2014, jumlah kasus diabetes naik tajam menyentuh angka 422 juta dengan angka kematian meningkat sebesar 3 persen antara tahun 2000 dan 2020.

Diabetes telah mencapai proporsi epidemi dan telah menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia, tulis laporan badan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa ini. Terbukti dari dampak jangka panjangnya yang mencakup penyakit arteri koroner, nefropati diabetik, stroke, amputasi, dan neoplasma dikaitkan dengan risiko kematian terus meningkat seiring naiknya jumlah penderita diabetes. Pada tahun 2019, diabetes dan gagal ginjal yang menyertainya mencatat 2 juta kematian.

Diabetes adalah penyakit kronis di mana tubuh seseorang tidak dapat memproduksi atau memanfaatkan insulin; hormon yang memungkinkan sel-sel tubuh menyerap glukosa, atau gula, dari aliran darah. Kekurangan insulin ini menyebabkan sel-sel kelaparan dan peningkatan kadar gula dalam darah, suatu kondisi yang dikenal sebagai hiperglikemia, yang dapat merusak sistem tubuh jika tidak ditangani. Untungnya, manajemen diabetes yang tepat dan pemeriksaan rutin dapat mencegah banyak komplikasi ini.

Namun, jika tidak diobati dengan benar, diabetes atau kerap disebut sebagai penyakit kencing manis ini bisa menjadi kondisi yang serius, bahkan mengancam jiwa. Komplikasi kesehatan akibat diabetes antara lain glaukoma dan katarak, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi (hipertensi), ketoasidosis diabetikum (KAD), komplikasi kulit, kerusakan saraf dan pembuluh darah, serta komplikasi kaki. 

Diabetes ekstrim dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, atau kebutuhan untuk mengamputasi anggota tubuh. 

Diabetes juga menjadi sangat umum saat ini. Menurut data Internasional Diabetes Federation (IDF) terbaru, 537 juta orang—sekitar 10 persen dari kelompok usia 20-79 di dunia—hidup dengan diabetes pada tahun 2021. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan menjadi 783 juta pada tahun 2045. Terlebih lagi, diperkirakan 240 juta dari mereka yang menderita diabetes saat ini tidak terdiagnosis. 

***

Diabetes sebenarnya adalah penyakit "kuno". Penyakit ini pertama kali terdokumentasi dalam sejarah adalah pada tahun 1552 SM, ketika Hesy-Ra, seorang dokter Mesir, menemukan fakta bahwa sering buang air kecil sebagai gejala penyakit misterius yang juga menyebabkan kekurusan. Juga sekitar waktu ini, penyembuh kuno mencatat bahwa semut tampaknya tertarik pada urin orang yang memiliki penyakit ini.

photo
Sejumlah warga menunggu giliran untuk diperiksa kesehatannya saat peringatan Hari Diabetes Sedunia di Plaza Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Ahad (13/11/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Pada tahun 150 M, dokter Yunani Arateus menggambarkan apa yang sekarang kita sebut diabetes sebagai "mencairnya daging dan anggota tubuh menjadi air seni". Sejak saat itu, para dokter mulai mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang diabetes.

Berabad-abad kemudian, tepatnya pada 1675, kata "mellitus," yang berarti madu, ditambahkan dibelakang nama "diabetes," yang berarti menyedot. Hal ini dilakukan setelah terbukti bahwa air seni penderita diabetes manis rasanya. Baru pada tahun 1800-an para ilmuwan mengembangkan tes kimia untuk mendeteksi keberadaan gula dalam urin.

Ketika para dokter belajar lebih banyak tentang diabetes, mereka mulai memahami bagaimana hal itu dapat dikelola. Perawatan diabetes pertama melibatkan olahraga yang ditentukan, sering kali menunggang kuda, yang dianggap dapat meredakan buang air kecil yang berlebihan.

Pada tahun 1700-an dan 1800-an, dokter mulai menyadari bahwa perubahan pola makan dapat membantu mengelola diabetes, dan mereka menyarankan pasien mereka untuk melakukan hal-hal seperti hanya makan lemak dan daging hewan atau berhenti mengonsumsi gula dalam jumlah besar. Selama Perang Prancis-Prusia di awal tahun 1870-an, dokter Prancis Apollinaire Bouchardat mencatat bahwa gejala pasien diabetesnya membaik karena penjatahan makanan terkait perang. Dia mengembangkan diet individual sebagai pengobatan diabetes. Berbarengan dengan itu, muncul aneka diet "iseng" yang awalnya dianggap sebagai penyebuh diabetes, seperti "diet gandum", terapi kentang, dan "diet kelaparan". 

photo
Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah warga saat peringatan Hari Diabetes Sedunia di Plaza Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Ahad (13/11/2022). Selain memberikan layanan kesehatan dan pemeriksaan diabetes gratis, Hari Diabetes Sedunia tersebut juga diperingati dengan memberikan edukasi tentang bahaya penyakit diabetes kepada warga. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Pada tahun 1916, ilmuwan Boston Elliott Joslin memantapkan dirinya sebagai salah satu pakar diabetes terkemuka dunia dengan membuat buku teks The Treatment of Diabetes Mellitus, yang melaporkan bahwa diet puasa yang dikombinasikan dengan olahraga teratur dapat secara signifikan mengurangi risiko kematian pada pasien diabetes. Hingga hari ini, dunia medis masih menggunakan prinsip-prinsip ini; perubahan gaya hidup untuk pengelolaan diabetes.

Namun di luar semua itu, terobosan besar pertama dalam pemahaman yang lebih baik tentang diabetes adalah penemuan bahwa insulin berperan dalam hal ini.  Adalah Oskar Minkowski dan Joseph von Mering (1889), peneliti di University of Strasbourg di Prancis yang menemukan bahwa pengangkatan pankreas anjing dapat menyebabkan diabetes.

Pada awal 1900-an, Georg Zuelzer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa menyuntikkan ekstrak pankreas ke pasien dapat membantu mengendalikan diabetes.

photo
Diabetesi tetap nyaman selama pandemi (ilustrasi) - (Cottonbro Pexels)

Frederick Banting, seorang dokter di Ontario, Kanada, pertama kali memiliki ide untuk menggunakan insulin untuk mengobati diabetes pada tahun 1920. Dia dan rekan-rekannya mulai mencoba teorinya pada hewan percobaan. Banting dan timnya akhirnya berhasil menggunakan insulin untuk mengobati pasien diabetes pada tahun 1922 dan dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun berikutnya.

Saat ini, insulin masih menjadi terapi utama yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1. Obat lain dikembangkan untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah. Pasien diabetes sekarang dapat menguji kadar gula darah mereka di rumah, dan menggunakan perubahan pola makan, olahraga teratur, insulin, dan obat lain untuk secara tepat mengontrol kadar glukosa darah mereka, sehingga mengurangi risiko komplikasi kesehatan. ***

Kenali dan Kelola

Diabetes, juga dikenal sebagai diabetes mellitus, adalah sekelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) dalam jangka waktu lama. Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan banyak komplikasi kesehatan.

Komplikasi akut dapat mencakup ketoasidosis diabetikum, keadaan hiperglikemik hiperosmolar, atau kematian. Komplikasi jangka panjang yang serius termasuk penyakit kardiovaskular, stroke, penyakit ginjal kronis, borok kaki, kerusakan saraf, kerusakan mata, dan gangguan kognitif.

photo
Warga mengikuti pemeriksaan gula darah gratis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (18/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Novo Nordisk Indonesia ini dalam rangka Hari Diabetes Sedunia.Prayogi/Republika - (Prayogi/Republika.)

Diabetes disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin, atau sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin yang diproduksi. Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk membantu glukosa dari makanan masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Ketika kadar gula darah seseorang menjadi terlalu tinggi, maka "vonis" sebagai diabetasi alias orang yang hidup dengan diabetes disandangkan. Diabetes adalah kondisi seumur hidup, tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikelola agar hidup lebih berkualitas.  

Ada 2 jenis utama diabetes, yaitu tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 terjadi sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin.  Sedang diabetes tipe 2  terjadi tubuh tidak memproduksi cukup insulin, atau sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Diabetes tipe 2 jauh lebih umum daripada tipe 1. Selama kehamilan, beberapa wanita memiliki kadar glukosa darah yang sangat tinggi sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerap semuanya. Ini dikenal sebagai  diabetes gestasional . 

 
Di luar itu, banyak orang yang memiliki kadar gula darah di atas kisaran normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis menderita diabetes.
 
 

Di luar itu, banyak orang yang memiliki kadar gula darah di atas kisaran normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis menderita diabetes. Kondisi ini dikenal sebagai pra-diabetes. Jika kadar gula darah Anda di atas kisaran normal, risiko Anda terkena diabetes akan meningkat. 

Sangat penting bagi diabetes untuk didiagnosis sedini mungkin karena akan semakin parah jika tidak ditangani.

Kapan harus ke dokter? Ada sejumlah gejala yang menjadi penanda utama diabetes, antara lain sering merasa sangat  haus; buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari; merasa sangat lelah; penurunan berat badan dan kehilangan massa otot; gatal di sekitar alat kelamin, dan atau sering sariawan; serta luka yang sembuhnya lambat. Banyak orang menderita diabetes tipe 2 selama bertahun-tahun tanpa disadari karena gejala awalnya cenderung umum. 

Jika Anda didiagnosis menderita diabetes, Anda harus mengatur ulang asupan makanan, berolahraga secara teratur,  dan melakukan tes darah secara teratur untuk memastikan kadar glukosa darah Anda tetap seimbang. 

Orang yang didiagnosis dengan diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin secara teratur selama sisa hidup mereka. Karena diabetes tipe 2 adalah kondisi yang progresif, obat pada akhirnya mungkin diperlukan.

 

10 Negara dengan Persentase Tertinggi

Pakistan — 30.8%

Polynesia (teritori Prancis) — 25.2%

Kuwait — 24.9%

Nauru — 23.4%

New Caledonia — 23.4%

Northern Mariana Islands — 23.4%

Marshall Islands — 23.0%

Mauritius — 22.6%

Kiribati — 22.1%

Mesir  — 20.9%

Keteragan:

Data dari International Diabetes Federation tentang persentase jumlah penderita diabetes dalam populasi.

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA