Nasional
Kalimat Alif
Puisi-puisi Malik Ibnu Zaman
Oleh MALIK IBNU ZAMAN
Mata
Kita hanyalah sepasang mata yang tak pernah mengerti pada lara,
tetapi bisa merasakannya.
Sampai waktu menjemput,
akan selalu terekam dalam mata.
12 Februari 2022
***
Alif
Sampai batas waktuku,
aku tak pernah mengerti pada apapun itu.
Hanya pada alif dan hamzah lah aku tahu.
13 Februari
***
Sisa Kenangan
Jika senja tak pernah bersuara,
ia tak akan pernah menjadi malam.
Ia hanya akan menjadi sisa-sisa kenangan,
sampai waktu tak tersisa
14 Februari 2022
***
Hamba
Kita hanyalah sepasang tangan dan sepasang kaki
yang mengikuti kemana tuan pergi.
Kita tak punya kuasa untuk menolak,
sebab kita adalah hamba dari segala hamba sahaya.
15 Februari 2022
***
Kalimat
Hidup adalah seperti kalimat,
tak pernah tahu kapan koma, kapan titik,
kapan tanya, kapan seru.
Tahu-tahu sudah titik, meskipun seharusnya masih koma.
16 Februari 2022
***
Apa-Apa
Kita tak akan pernah mengerti pada apa-apa.
Sampai pada batas waktu, kita hanya akan tetap bengong.
Barulah setelah itu menjadi tahu.
17 Februari 2022
***
Malik Ibnu Zaman lahir di Tegal Jawa Tengah. Menulis cerpen, puisi, esai, dan resensi yang
tersebar di beberapa media online. Buku pertamanya sebuah kumpulan cerpen berjudul
Pengemis yang Kelima (2024).
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
