Nisan bertuliskan ungkapan belangsungkawa disimpan di depan gerbang Mabes Polri saat aksi Tragedi Kanjuruhan di Jakarta, Sabtu (19/11/2022). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

Aremania Pertanyakan Progres Penyidikan Tragedi Kanjuruhan

Jaksa mengakui berkas Tragedi Kanjuruhan itu kembali dikembalikan ke penyidik.

SURABAYA -- Berkas perkara kasus Tragedi Kanjuruhan dikembalikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kepada penyidik Polda Jatim (P19). Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky mengatakan, alasan pengembalian berkas tersebut karena masih banyak petunjuk jaksa yang belum diperbaiki polisi.

Anjar mengetahui pengembalian berkas tersebut saat mengikuti audiensi di Kejati Jatim, Surabaya, pada Kamis (1/12). Anjar menyebutkan, ia bersama sejumlah Aremania menggelar audiensi dengan jajaran Kejati Jatim untuk memang untuk mempertanyakan perkembangan berkas perkara Tragedi Kanjuruhan.

"Kami awalnya mempertanyakan sejak berkas dikembalikan 21 November itu seperti apa, karena kami merasa tidak ada perkembangan penyidikannya," kata Anjar, Jumat (2/12).

photo
Massa suporter Aremania melakukan aksi saat mengantar keluarga korban menyampaikan laporan terkait Tragedi Kanjuruhan di depan Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (19/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Anjar beserta sejumlah Aremania terus mempertanyakan progres penyidikan lantaran dirasa tidak adanya perkembangan dalam proses hukum kasus tersebut. Menurutnya, hal itu terlihat dari tak adanya penambahan pasal, penambahan tersangka, serta belum ada rekonstruksi ulang.

"Indikatornya belum ada rekonstruksi ulang, tidak ada tersangka, tidak ada penambahan pasal, soal pasal pembunuhan, penganiayaan, dan kekerasan terhadap anak," ujar dia.

Berdasarkan hasil audiensi yang dilakukan , kata Anjar, benar saja jaksa mengakui berkas Tragedi Kanjuruhan itu kembali dikembalikan ke penyidik. "Ternyata P19 ada banyak yang belum dipenuhi," kata Anjar.

TGA berharap jaksa memiliki pandangan yang sama dengan mereka yakni apa yang terjadi di Kanjuruhan merupakan pembunuhan 135 nyawa dengan kesengajaan, bukan kelalaian. "Sehingga karena belum dipenuhi itu disampaikan tidak bisa dinyatakan lengkap atau P21," ujar dia.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jatim, Fathur Rohman pun membenarkan dikembalikannya berkas perkara Tragedi Kanjuruhan ke penyidik. Fathur menjelaskan, JPU menerima perbaikan dari penyidik pada Senin (21/11). Pihaknya pun langsung meneliti berkas tersebut. Hasilnya banyak poin yang masih belum diperbaiki. Mereka lalu berkoordinasi dengan penyidik Polda Jatim.

"Bahwa setelah dilakukan penelitian kembali oleh JPU terhadap berkas perkara tragedi Kanjuruhan tersangka AHL, SS, AH, WSP, BSA, dan HM, tim JPU pada Kamis tanggal 1 Desember 2022, mengundang tim penyidik untuk berkoordinasi mengenai belum dipenuhinya sebagian petunjuk yang diberikan," kata Fathur.

photo
Massa suporter Aremania melakukan aksi saat mengantar keluarga korban menyampaikan laporan terkait Tragedi Kanjuruhan di depan Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (19/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Sementara itu, pakar hukum pidana dari Universitas Airlangga Surabaya Prof. Didik Endro Purwoleksono menyebutkan tidak ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang. Didik menyatakan pelanggaran HAM berat harus dilakukan secara sistematis dan terdapat serangan.

Didik juga menyebut jika tidak ada unsur pembunuhan berencana dalam Tragedi Kanjuruhan. Menurutnya dalam konsep pembunuhan berencana ada istilah hubungan kausalitas.

“Kasus di Stadion Kanjuruhan harus bisa dibuktikan, apakah penyemprotan gas air mata menjadi penyebab meninggalnya para korban,” kata Didik.

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA