Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menggelar Sapa Aruh di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu (31/8/2022). | Republika/Wihdan Hidayat

DIY

DIY Bersiap Naikkan Status Darurat Bencana

Puncak hujan diprediksi akan terjadi hingga April 2023 mendatang.

YOGYAKARTA – Sebagian wilayah DIY telah mengalami bencana alam seiring masuknya musim hujan. Seperti tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul belum lama ini, yang menyebabkan korban jiwa.

Terlebih, mulai Desember 2022 ini juga diperkirakan akan masuk puncak musim hujan di sebagian wilayah di DIY. Maka itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut akan segera menaikkan status menjadi siaga darurat bencana di DIY. "Ya (akan segera dinaikkan status jadi siaga darurat)," kata Sultan di Kantor BPBD DIY, Kota Yogyakarta, Jumat (2/12).

Dinaikkannya status menjadi siaga darurat bencana setelah dikirimkannya surat ke Gubernur DIY oleh BPBD DIY. Pengajuan dinaikkannya status kebencanaan ini asesmen kondisi bencana yang terjadi di kabupaten yang ada di DIY. "Memang ini musim hujan mungkin sampai Januari kalau tidak keliru, kami khawatir dan makin besar akibatnya," tambah Sultan.

 
Musim hujan mungkin sampai Januari kalau tidak keliru, kami khawatir dan makin besar akibatnya.
SULTAN HAMENGKU BUWONO X
 

 

Selain itu, pengajuan siaga darurat bencana juga mengingat kabupaten di DIY sudah menetapkan lebih dulu status siaga darurat bencana. Dengan begitu, BPBD DIY menilai DIY juga perlu untuk menaikkan status menjadi siaga darurat bencana.

Dengan status siaga darurat ini, juga mempercepat penanganan jika terjadi bencana di kabupaten/kota se-DIY. Sebab, dengan status siaga bencana akan memudahkan dialokasikannya dana untuk penanganan bencana.

Menurut Sultan, prosedur (penanganan bencana) dan sebagainya memang dilalui tidak ‘menjelimet’ kalau sekadar untuk rehab saja.

photo
Warga melihat lokasi tanah longsor di Dusun Soropati, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat (2/12/2022). Tebing setinggi 10 meter longsor dan menutup akses jalan Magangan - Ngroto pada Rabu (30/11). Hingga kini pembersihan longsoran belum bisa dilakukan karena alat berat masih digunakan di lokasi longsor lainnya. Tidak ada korban jiwa, namun tiga rumah warga terancam imbas longsoran. - (Republika/Wihdan Hidayat)

“Saya kira, kalau musim hujan ini kami mengeluarkan surat (siaga) darurat supaya memudahkan untuk mengeluarkan biaya untuk rehab. Kalau tidak, nanti prosedurnya ada pengajuan ini itu, tapi kalau darurat (siaga) kita kan bisa ambil inisiatif (lebih cepat)," lanjut Sultan.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Mlati BMKG DIY juga sudah memprediksi bahwa puncak hujan akan terjadi hingga April 2023 mendatang di DIY. Selama puncak hujan ini, potensi cuaca ekstrem dapat terjadi di DIY.

"Berakhirnya puncak musim hujan pada April dasarian satu dan dasarian dua, setelah itu baru masuk musim kemarau," kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, BMKG DIY, Reni Kraningtyas.

Untuk itu, ia meminta warga untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem mengingat intensitas hujan yang juga tinggi. Pasalnya, cuaca ekstrem dapat menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi di DIY."Potensi bencana hidrometeorologi akan terjadi di wilayah kita, banjir, tanah longsor, pohon tumbang. Kita perlu mewaspadai potensi bencana akibat hujan lebat disertai angin kencang dan petir," tambah Reni.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPBD DIY (@bpbd_diy)

Reni memprediksi untuk puncak hujan baru dimulai pada Desember 2022 di sebagian Kabupaten Kulonprogo. Sedangkan, puncak musim hujan di beberapa wilayah lainnya di DIY diprediksi akan terjadi pada Januari dan Februari 2023.

Dengan begitu, berakhirnya puncak musim hujan ini diprediksi pada April 2023 nanti. "Kota Yogyakarta dan sebagian (Kabupaten) Gunungkidul, Sleman dan sebagian Bantul, puncaknya pada Januari. Sleman bagian utara, Gunungkidul bagian selatan (puncak hujan) akan terjadi Februari," jelas Reni.

 
Potensi bencana hidrometeorologi akan terjadi di wilayah kita, banjir, tanah longsor, pohon tumbang.
RENI KRANINGTYAS Kepala Stasiun Klimatologi Mlati
 

Ia juga meminta agar seluruh pemangku kepentingan untuk siap siaga dalam menghadapi puncak musim hujan. Termasuk siap dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana, jika terjadi cuaca ekstrem saat puncak musim hujan.

"Instansi terkait dan pemangku kepentingan harus siap siaga. Di sisi lain, jalan raya maupun jalan yang dilalui kendaraan dan ada pohon rimbun, diharap agar dirapikan, sehingga tidak membahayakan saat terjadi hujan. Drainase juga diperhatikan agar tidak terjadi genangan dan tidak terjadi banjir," ujar dia.

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA