Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto beraksi dalam turnamen Denmark Badminton Open, di Odense, Denmark, Ahad (23/10/2022). | AP/Claus Fisker/Ritzau Scanpix Foto

Teraju

Perburuan Gelar Pemuncak di Bangkok

Fajar/Rian dan Ahsan/Hendra dapat diandalkan untuk merebut gelar ganda putra. 

OLEH NURUL S HAMAMI

Australia Terbuka yang berakhir di Quay Centre, Sydney, Ahad (20/11), menjadi turnamen pamungkas dalam rangkaian BWF World Tour 2022.  Perhatian publik bulu tangkis dunia selanjutnya akan mengarah ke Bangkok pada 7 hingga 11 Desember mendatang.

Ibu Kota Thailand ini akan menjadi tuan rumah bagi delapan pemain/pasangan teratas memperebutkan gelar pemuncak di Putaran Final BWF World Tour tahun ini.

Sebetulnya Guangzhou, Cina, menjadi kota penyelenggara putaran final tersebut. Namun, dengan alasan masih dalam kondisi pandemi Covid-19, otoritas setempat batal menjamu para pemain terbaik dunia sepanjang 2022 ini. Federasi Badminton Dunia (BWF) pun mengalihkannya ke Bangkok kurang dari sebulan sebelum turnamen berhadiah total 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp 23,55 miliar) ini digelar.

Putaran Final BWF World Tour merupakan gelaran penutup seluruh rangkaian BWF World Tour yang tahun ini hanya terselenggara 19 turnamen, termasuk Indonesia Masters dan Indonesia Terbuka pada Juni lalu. Sedangkan, tujuh turnamen terpaksa dibatalkan karena alasan masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Para pemain mengumpulkan poin dari keikutsertaan mereka di turnamen-turnamen tersebut dalam satu tahun tur yang dinamakan Peringkat BWF World Tour (berbeda dengan peringkat dunia/BWF World Ranking). Hanya delapan pemain/pasangan teratas dalam pengumpulan poin yang berhak tampil di putaran final. Namun, juara dunia yang terlempar dari “delapan besar” mendapat garansi dan tetap mendapat tempat untuk tampil.

Usai Turnamen Australia Terbuka, BWF akan mengumumkan nama-nama pemain yang dipastikan tampil di putaran final di Bangkok nanti. Tapi, agaknya tidak akan banyak berubah seperti yang sudah bisa diperkirakan setelah Hylo Terbuka di Saarbrucken, Jerman, tiga pekan lalu.

Termasuk pemain-pemain Indonesia tidak akan ada penambahan lagi lantaran pemain-pemain yang dikirim ke Sydney memang sudah tak ada peluang untuk menyodok ke delapan besar.

Hingga pekan ke-45 atau per peringkat 8 November, wakil Indonesia sudah bisa dipastikan hanya akan bertanding di tiga nomor yakni tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran. Mereka adalah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di ganda putra, serta Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di ganda campuran.

Di ganda putra sebenarnya Bagus Maulana/Muhammad Shohibul Fikri juga masuk delapan besar. Namun, sesuai regulasi, maksimal hanya dua pemain/pasangan dari tiap negara di setiap sektor yang bisa bermain di putaran final BWF World Tour.

Peluang di ganda putra 

Dari ketiga sektor itu peluang terbesar tentu saja dari ganda putra. Fajar/Rian dan Ahsan/Hendra dapat diandalkan untuk merebut gelar. Calon pesaing mereka sebenarnya sudah sering mereka hadapi. Jadi, tak ada masalah untuk bermain di bawah tekanan atau di luar permainan terbaik mereka.

Selain berada di peringkat satu dan kedua poin BWF World Tour 2022 pada pekan ke-45, mereka juga berada di peringkat dunia yang cukup tinggi per pekan lalu. Fajar/Rian ada di nomor tiga dunia, sementara Ahsan/Hendra di peringkat 5.

photo
Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan berlaga dalam laga ganda putra BWF World Championships di Tokyo, Sabtu (27/8/2022). - (AP/Shuji Kajiyama)

Peringkat BWF World Tour Fajar/Rian dan Ahsan/Hendra usai Australia Terbuka dipastikan tidak akan berubah. Ini karena rival-rival mereka tak lagi bisa mengejar perolehan poin yang telah dikumpulkan oleh kedua pasangan itu, meskipun menjuarai Australia Terbuka. Situasi ini akan menguntungkan karena sebagai peringkat satu dan dua BWF World Tour, mereka akan menjadi unggulan 1-2 yang berarti tidak berada dalam satu grup. 

Ada tiga pasangan yang diperkirakan bakal menyulitkan Fajar/Rian dan Ahsan/Hendra. Mereka yakni ganda nomor satu dunia asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang di peringkat BWF World Tour per 8 November menempati urutan 6, serta dua pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik ranking empat dunia dan Ong Yew Sin/Teo Ee Yii yang berada di peringkat delapan dunia.

Selain ketiga pasangan tersebut, ada tiga pasangan lagi yang bisa dipastikan peringkat World Tour-nya tidak bisa digeser usai Australia Terbuka. Ketiganya yakni Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (Cina), dan Choi Sol Gyu/Kim Won Ho (Korsel).

Choi/Kim yang terisingkir di babak kedua Australia Terbuka dipastikan naik satu peringkat dari sepuluh ke sembilan. Mereka berhak atas tiket ke putaran final karena Bagas/Fikri meskipun tetap di delapan besar namun tak bisa tampil karena kuota untuk Indonesia sudah diambil oleh Fajar/Rian dan Ahsan/Hendra. Choi/Kim juga beruntung karena Lu Ching Yao/Yang Po Han (Cina Taipei) sudah kalah di babak pertama sehingga poinnya tak lagi bisa mengejar mereka.

Dengan tiga gelar juara dan empat status finalis BWF World Tour 2022, Fajar/Rian layak difavoritkan merebut gelar ganda putra. Selama ini mereka masih kalah 2-3 dalam head to head dengan Hoki/Kobayashi. Kekalahan terakhir dari pasangan Jepang itu mereka alami di final Malaysia Terbuka 2022 pada 3 Juli lalu.

Selanjutnya, head to head Fajar/Rian dengan Chia/Soh 3-3. Duel terakhir dimenangkan oleh Fajar/Rian di semifinal Malaysia Terbuka 2022. Sedangkan, head to head dengan Ong/Teo adalah 6-2 untuk Fajar/Rian. Kemenangan terakhir atas Ong/Teo terjadi di semifinal Denmark Terbuka pada Oktober lalu.

Sebenarnya Fajar/Rian sudah dijadwalkan tampil di Australia Terbuka agar feeling mereka tetap terjaga. Ini lantaran setelah menjuarai Denmark Terbuka keduanya tidak turun di Saarbrucken, sehingga diharapkan tidak terlalu lama “kosong” sebelum bermain di putaran final. Tapi, Rian mengalami sakit yang membuat mereka batal ke Australia.

Fajar berharap dengan sudah sembuhnya Rian, mereka dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin di keikutsertaan pertama pada putaran final BWF World Tour. "Tentu sangat excited tapi kami juga tidak boleh over confident. Kami mau fokus dan persiapannya lebih baik dan maksimal," ujarnya kepada media.

photo
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto beraksi dalam turnamen Denmark Badminton Open, di Odense, Denmark, Ahad (23/10/2022). - (AP/Claus Fisker/Ritzau Scanpix Foto)

Pelatih pelatnas ganda putra, Aryono Miranat, menjelaskan Fajar/Rian masih memiliki waktu untuk persiapan menuju putaran final tersebut. "Untuk World Tour Finals, kami masih ada cukup waktu untuk memperbaiki kekurangan-kekurangannya dan juga mengembalikan kondisi Rian yang baru sembuh," kata mantan pemain nasional di era 1990-an ini.

Sedangkan, Ahsan/Hendra masih unggul 3-1 dalam head to head dengan Ong Yew Sin/Teo Ee Yii. Kemenangan terakhir mereka cetak di semifinal India Terbuka 2022 pada awal tahun ini. Sementara, terhadap Chia/Soh, pasangan nonpelatnas Indonesia ini menang 7-4 dalam sebelas pertemuan yang sudah berlangsung. Namun, dalam pertemuan terakhir Ahsan/Hendra kalah di final Kejuaraan Dunia 2022 pada Agustus lalu.

Adapun terhadap Hoki/Kobayashi, dalam head to head Ahsan/Hendra masih unggul 3-2. Pertemuan terakhir keduanya terjadi di babak 32 besar Indonesia Terbuka 2021 pada setahun lalu yang dimenangkan oleh ganda Jepang tersebut.

Dengan usia yang sudah tidak ideal lagi untuk ukuran atlet, Ahsan/Hendra harus berusaha untuk tidak bermain tiga gim. Bila sampai dipaksa bermain rubber kemungkinan besar juara dunia tiga kali (2013, 2015, 2019) ini sudah terkuras tenaganya dan merusak konsentrasi permainan mereka.

Dalam dua pertemuan terakhir dengan Hoki/Kobayashi, Ahsan/Hendra mantan ganda nomor satu dunia ini menyerah dalam duel tiga gim. Pada Juli lalu di perempat final Malaysia Terbuka, Ahsan/Hendra juga kalah dari Chia/Soh dalam tiga gim.

Dengan pengalaman yang sangat matang, Ahsan/Hendra diharapkan bisa bermain cantik dan hemat tenaga sejak gim pertama. Ini akan menjadi kunci sukses mereka melewati fase grup dan merebut tempat di semifinal dan final. Bukan tidak mungkin keduanya pun bisa menutup tahun ini dengan gelar dari Bangkok.

Ginting dan Jojo

Di tunggal putra, Ginting menjadi andalan utama Indonesia. Dua gelar juara dan dua kali semifinalis di Tour 2022 ini membuatnya patut diperhitungkan, bahkan oleh Viktor Axelsen yang amat difavoritkan merebut gelar juara putaran final BWF World Tour ini. Tahun ini Axelsen berhasil merebut lima gelar juara, termasuk di Indonesia Masters dan Indonesia Terbuka, dari tujuh turnamen yang diikutinya. Dua lagi dia hanya sampai semifinal (Jerman Terbuka) dan perempat final (Denmark Terbuka).

Ginting sebenarnya sudah memiliki kapasitas untuk menjadi juara di semua level, dari Super 300 hingga Super 1000. Pukulannya sudah lengkap, fisiknya pun terjaga. Bia dia sedang “main enak” ke manapun bola bisa dikejar dan menjadi poin buatnya. Tapi sebaliknya, jika sedang “kacau” maka dia seperti kehilangan fokus dan banyak membuat kesalahan sendiri. Inilah problem Ginting.

photo
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah tunggal putra Malaysia Lee Zii Jia pada babak perempat final Daihatsu Indonesia Master 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (10/6/2022). - (Republika/Edwin Dwi Putranto)

Selain Axelsen dan Jonatan, lima pemain lainnya yang juga menjadi pesaing Ginting untuk menjadi kampiun di BWF World Tour Finals 2022 yakni Chou Tien Chen (Cina Taipei), HS Pranoy (India), Kodai Naraoka (Jepang), Loh Kean Yew (Singapura), dan Lu Guang Zu (Cina). Terhadap semua pemain itu Ginting pernah menang. Bahkan dia belum pernah kalah dari Naraoka dan Lu.

Kekalahan terbanyak Ginting adalah dari Axelsen. Dalam 14 kali pertemuan sejak 2017, dia kalah sepuluh kali dengan delapan pertemuan terakhir selalu kalah sejak 16 Januari 2021. Sedangkan, kemenangan terbanyaknya adalah atas Chou Tien Chen yakni delapan kali dari 14 pertemuan sejak 16 Juli 2014. Sementara, hasil head to head imbang masing-masing dengan Jonatan 3-3 dan dengan Loh Kean Yew 2-2.

Dengan catatan pertemuan terhadap tujuh calon lawannya itu, Ginting tetap memiliki peluang untuk naik podium tertinggi. Apalagi putaran final menggunakan sistem grup di mana setiap pemain bertanding tiga kali, sehingga tidak langsung gugur ketika kalah di partai perdana. Dua terbaik berhak ke semifinal. Berharap saja Ginting sedang main enak dari awal hingga penghabisan.

Jojo –panggilan Jonatan—juga bukan tidak punya peluang mebawa pulang gelar juara. Bahkan, sama besarnya dengan Ginting. Seperti halnya Ginting, bila sedang “on fire” permainannya enak dilihat karena dia jarang membuat kesalahan sendiri. Tapi, kalau lagi bermain jelek, rasanya gemas melihat Jojo bertanding.

photo
Jonatan Christie beraksi dalam laga pada BWF World Championships di Tokyo, Jumat (26/8/2022). - (AP Photo/Shuji Kajiyama)

Seperti Ginting, lawan yang sering mengalahkan Jojo selama ini adalah Axelsen. Dalam delapan pertemuan sejak 2018, dia hanya menang dua kali. Dalam tiga pertemuan terakhir sejak 15 Januari 2021 di perempat final Thailand Terbuka, anak Jakarta ini selalu kalah.

Adapun kemenangan terbanyaknya masing-masing atas Chou dan Pranoy. Jojo menang head to head 6-4 atas Chou, sementara 6-3 atas Pranoy. Lalu, dia belum pernah kalah dalam lima pertemuan dengan Loh Kean Yew dan satu kali pertemuan dengan Lu Guang Zu. Jojo juga sudah merasakan menang sekali atas Naraoka dalam tiga pertemuan.

Jadi, sebenarnya kans Jojo juga sangat terbuka lebar untuk naik podium juara. Dia pernah mencatat kemenagan atas calon lawan-lawannya di Bangkok nanti. Bahkan, tercatat belum pernah kalah sekalipun dari Loh dan Lu. Ini menunjukkan Jojo bukan “kaleng-kaleng” tapi sebaliknya, punya modal besar untuk membawa pulang gelar. Ganjalan terbesarnya tentu saja Axelsen. Namun, bukan berarti pemain nomor satu dunia itu tidak bisa dikalahkan. Ayo, Jo, bisa!

Rinov/Pitha

Beda dengan rekan-rekannya di sektor tunggal dan ganda putra, Rinov/Pitha yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ganda campuran memang cukup berat peluangnya. Tujuh pasangan calon lawannya adalah pemain-pemain senior yang sebenarnya berada selapis di atas mereka.

Di sini ada Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (Cina) dari Cina, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand), Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia). Juga ada Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) dan Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis). Mereka dulunya adalah pasangan-pasangan yang kerap bertemu dengan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir yang sudah pensiun.

Rinov/Phita belum pernah menang terhadap Zheng/Huang, Wang/Huang, Dechapol/Sapsiree, Watanabe/Higashino, dan Goh/Lai. Mereka hanya pernah dua kali menang dalam lima pertemuan dengan Tan/Lai. Sedangkan, dengan Gicquel/Delrue mereka belum pernah bertemu.

Dengan catatan rekor pertemuan tersebut rasa-rasanya memang sulit bagi Rinov/Pitha bisa melangkah lebih jauh lagi di putaran final. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin. Di atas langit masih ada langit. Semangat, Rinov/Pitha! 

Capaian Pemain Indonesia yang Lolos BWF World Tour Finals 2022

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

India Terbuka (Super 500): Finalis

All England (Super 1000): Finalis

Korea Terbuka (Super 500): Semifinalis

Malaysia Masters (Super 500): Finalis

Singapura Terbuka (Super 500): Semifinalis

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

Korea Terbuka (Super 500): Finalis

Thailand Terbuka (Super 500): Finalis

Indonesia Masters (Super 500): Juara

Malaysia Terbuka (Super 750): Finalis

Malaysia Masters (Super 500): Juara

Singapura Terbuka (Super 500): Finalis

Denmark Terbuka (Super 750): Juara

Jonatan Christie

Swiss Terbuka (Super 300): Juara

Korea Terbuka (Super 500): Finalis

Malaysia Terbuka (Super 750): Semifinalis

Anthony Sinisuka Ginting

Swiss Terbuka (Super 300): Semifinalis

Indonesia Masters (Super 500): Semifinalis

Singapura Terbuka (Super 500): Juara

Hylo Terbuka (Super 300): Juara

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari

Korea Terbuka (Super 500): Semifinalis

Malaysia Masters (Super 500): Finalis

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA