Bregada Rakyat mengikuti upacara pergantian bregada jaga Malioboro di halaman Hotel Mutiara 2, Malioboro, Yogyakarta, Kamis (8/9/2022). Untuk menambah daya tarik kawasan Malioboro, Pemkot Yogyakarta mengadakan Upacara pergantian Bregada jaga Malioboro. Up | Republika/Wihdan Hidayat

DIY

Reservasi Hotel DIY Mulai Naik Jelang Libur Akhir Tahun

Pada saat periode libur akhir tahun diprediksi DIY akan dibanjiri wisatawan.

YOGYAKARTA – Jelang momen liburan Natal dan Tahun Baru (2023), wisatawan sudah mulai melakukan reservasi hotel di DIY. Bahkan, sebagian hotel mencatat tingkat reservasi sudah di atas 50 persen.

Salah satunya di Artotel Suites Bianti-Yogyakarta yang sudah mencapai 60 persen. Marcomm Manager ARTOTEL Suites Bianti-Yogyakarta, Mariam Yulia Rahman mengatakan, sebagian besar yang melakukan reservasi merupakan wisatawan yang berasal dari luar DIY.

Manajemen Artotel pun optimistis reservasi akan terus meningkat untuk periode Nataru nanti. Hal ini melihat tiap peak season, tingkat hunian (okupansi) hotel mencapai 100 persen.

photo
Hotel Ambarukmo - (Ist)

"Nataru pasti penuh-penuh semua, reservasi untuk Nataru saja sudah 60 persen di awal Desember ini. Kita optimistis 100 persen (okupansi saat Nataru)," kata Mariam kepada Republika di sela-sela perayaan satu tahun ARTOTEL Suites Bianti-Yogyakarta, Kamis (1/12).

Pihaknya pun sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut libur Nataru 2023 nanti. Pasalnya, pada saat Nataru diprediksi DIY akan dibanjiri wisatawan. Persiapan yang dilakukan utamanya terkait kesiapan sarana dan prasarana penunjang terlaksananya protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Pihaknya juga terus menerapkan prokes dengan ketat, meskipun saat ini DIY berada di PPKM level 1.

 
Nataru saja sudah 60 persen di awal Desember ini. Kita optimistis 100 persen (okupansi saat Nataru).
MARIAM YULIA RAHMAN Marcomm Manager Artotel Suites Bianti-Yogyakarta
 

Sebab, di PPKM level 1 ini, tidak ada pembatasan kegiatan masyarakat. Namun, prokes tetap dijalankan dengan disiplin, termasuk untuk para tamu hotel mengingat masih masa pandemi Covid-19.

"Prokes ketat, cuci tangan, hand sanitizer masih disediakan di seluruh public area hotel. Jadi, kami juga tidak membuka masker, seluruh karyawan juga sudah divaksin, ada scan PeduliLindungi juga, termasuk pengukuran suhu tetap kami lakukan," ujar Mariam.

Sementara itu, terkait dengan okupansi saat ini juga sudah sangat tinggi. Tingginya okupansi hotel seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan di DIY. Ia menuturkan, saat ini rata-rata okupansi hotel sudah mencapai 80 persen. Untuk kapasitas kamar sudah dioperasikan 100 persen. "Kamar ada 141 dan sudah dioperasikan semua untuk tamu," jelasnya.

photo
Pemandangan Tugu Pal Putih saat senja di Yogyakarta, Selasa (9/8/2022). Kawasan Tugu Pal Putih menjadi salah satu primadona pengunjung menghabiskan saat senja. Tugu Pal Putih merupakan bagian dalam sumbu filosofis Yogyakarta, sebuah jalan atau garis membentang lurus yang menghubungkan Tugu Pal Putih, Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak. - (Republika/Wihdan Hidayat)

Mariam berharap, ke depannya hotel yang baru berusia satu tahun tersebut dapat terus berkontribusi untuk meningkatkan sektor pariwisata DIY."Kami berharap dapat berkontribusi dalam dunia pariwisata yang ada di Yogya, dengan segala program yang kami berikan kepada para tamu," tambah Mariam.

General Manager ARTOTEL Suites Bianti-Yogyakarta, Imant Setiawan juga menyebut bahwa saat ini kondisi sudah mulai menuju normal, seperti sebelum kondisi pandemi Covid-19. Hal tersebut terlihat pada meningkatnya industri pariwisata di DIY, termasuk perhotelan. "Sedikit demi sedikit kita sudah mulai kembali ke posisi sebelum pandemi," katanya.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga memperkirakan akan terjadi peningkatan kunjungan yang signifikan pada periode libur Nataru mendatang. Hal ini juga mengingat tidak adanya pembatasan kegiatan masyarakat di saat Kota Yogyakarta masih berstatus PPKM level 1.

"Kita berharap di akhir 2022 nanti, kita bisa membukukan jumlah kunjungan wisatawan sejumlah tujuh juta (orang) di Kota Yogyakarta," ungkap Kepala Dispar Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko.

Kripto, Alat Bayar atau Komoditas?

Kripto merupakan alat bayar atau komoditas bergantung pada putusan otoritas fatwa dan regulator.

SELENGKAPNYA

Muzakarah Haji Dorong Penyesuaian Bipih

Muzakarah juga merekomendasikan larangan penggunaan dana talangan untuk berhaji.

SELENGKAPNYA

Jalur Tambang Parung Panjang-Rumpin Segera Dibangun

Jalur tambang sudah dilaksanakan empat tahun lalu

SELENGKAPNYA