Relawan Baznas melakukan pencarian korban gempa Cianjur | Ist

Zakat

Kerahkan Sumber Daya Bantu Korban Gempa

Tim bergerak menuju ke lapangan untuk membantu proses evakuasi.

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, menelan ratusan korban jiwa. Banyak dari mereka mengalami trauma dan membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Merespons hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bergerak membantu korban terdampak gempa di Cianjur. 

Melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB), tim dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sejak bencana tersebut terjadi. Gempa bumi yang berkekuatan 5,6 SR itu dilaporkan menyebabkan lebih dari puluhan orang meninggal dunia, ratusan warga mengalami luka-luka cukup berat. Tidak hanya itu, gempa darat tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di beberapa daerah terdampak.

 
Pada Senin sore tim telah tiba di lokasi bencana, Kabupaten Cianjur, dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
SAIDAH SAKWAN Pimpinan Baznas
 

"Dengan menurunkan 12 personel tim respons yang terdiri atas tim Baznas Tanggap Bencana Pusat, BTB Jabar, dan Baznas Cianjur, pada Senin sore tim telah tiba di lokasi bencana, Kabupaten Cianjur, dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait," kata Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan.

Setelah melakukan koordinasi, tim bergerak menuju ke lapangan untuk membantu proses evakuasi. Tim tersebut akan mengupayakan bantuan evakuasi lebih dulu untuk daerah yang paling parah terdampak bencana.

photo
Relawan mengevakuasi warga yang sakit di area tenda pengungsian di Perkebunan Gedeh, Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022). Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jawa Barat per Rabu (23/11/2022) pukul 09.00 WIB, jumlah pengungsi akibat gempa bumi 5,6 SR di Kabupaten Cianjur mencapai 58.362 orang. Republika/Abdan Syakura - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Berdasarkan pengamatan tim BTB, gempa tersebut menyebabkan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Cianjur. Kerusakan itu meliputi 343 unit rumah, 1 unit pondok pesantren, 1 unit RSUD Cianjur, 4 unit gedung pemerintah, 3 unit fasilitas pendidikan, 1 unit sarana ibadah, 1 unit toko dan kafe, serta kondisi Jalan Provinsi di sekitar tapal kuda tertutup material longsor.

CEO Rumah Zakat Nur Efendi menyebut pihaknya telah menurunkan tim untuk merespons dan membantu evakuasi di sekitar kejadian. "Kami sudah merespons sejak kejadian kemarin siang. Sejak sore kami sudah di sana, sampai detik ini. Rumah Zakat menurunkan 25 tim relawan, termasuk di dalamnya tim rescue," ujar dia saat dihubungi Republika, Selasa (22/11).

Saat ini diperlukan respons evakuasi terhadap korban gempa. Untuk mendukung para relawan yang bertugas, Rumah Zakat juga menghadirkan dua mobil evakuasi dan ambulans. Di sisi lain, diperlukan tim medis bagi korban, mengingat beberapa fasilitas kesehatan yang ada di lokasi kejadian ikut terdampak. Berdasarkan koordinasi dengan pihak kesehatan setempat, tenaga medis, dan obat-obatan sangat diperlukan. "Untuk logistik, kami menurunkan food truck. Harapannya, ini bisa mengakses ke daerah-daerah yang belum tersentuh dari sisi logistik," lanjut dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Rumah Zakat (@rumahzakat)

Pada Senin (21/11) malam, Rumah Zakat telah mengaktivasi posko sebagai titik koordinasi, baik untuk koordinasi di dalam maupun kolaborasi dengan stakeholder di lapangan. Nur Efendi lantas menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak lainnya. Ia menyebut berbagi peran diperlukan antar sektor dan lembaga, agar tidak tumpang tindih dan lebih optimal dalam merespon bencana tersebut.

Dari hasil koordinasi ini juga disampaikan kondisi di lapangan sudah lebih kondusif dan terkelola jika dibandingkan dengan saat kejadian. Elaborasi antara pemerintah setempat, masyarakat setempat, dan lembaga lain membantu hal ini.

 
Kalau statusnya masih tanggap darurat, maka kami akan fokus ke respons, rescue, mengutamakan menolong korban.
NUR EFENDI CEO Rumah Zakat
 

"Rumah Zakat akan mengikuti kebijakan dari pemerintah Cianjur. Biasanya seminggu pertama adalah tanggap darurat, nanti masuk recovery. Kami akan ikuti itu. Kalau statusnya masih tanggap darurat, maka kami akan fokus ke respons, rescue, mengutamakan menolong korban," kata Nur Efendi.

Untuk masa pemulihan, pihaknya disebut telah menyusun dan mendata apa saja yang bisa dilakukan dalam jangka panjang. Namun, hal itu tetap dilakukan dengan koordinasi pemerintah daerah setempat.

 

 

Istikharah Imam Syadzili

Istikharah menumbuhkan kepercayaan dalam diri.

SELENGKAPNYA

Habib Taufiq: Jangan Kecewakan Nabi Muhammad

Muhammad benar Rasulullah karena belum pernah berbohong selama hidupnya.

SELENGKAPNYA

Posisi Jari Ketika Tasyahud Akhir

Mazhab Maliki berpendapat menggerakkan jari telunjuk secara terus-menerus ke kanan dan kiri.

SELENGKAPNYA