Dialog Jumat Edisi Jumat 17Juni 2022. Membiasakan Anak Berzikir | Republika/Thoudy Badai

Tuntunan

Istikharah Imam Syadzili

Istikharah menumbuhkan kepercayaan dalam diri.

OLEH ERDY NASRUL

Pada Suatu hari, kekasih Allah Imam Abu Hasan as-Syadzili (1196-1258) berkumpul bersama sejumlah kawan. Mereka meminta sang pendiri Tarekat Syadziliyah untuk melaksanakan shalat istikharah.

Harapannya adalah Allah memberitahukan opsi terbaik untuk dijalankan dalam menghadapi tantangan hidup. Sang imam setuju. Dia memenuhi permintaan itu, seperti yang dia ceritakan dalam kitab Risalah al-Amin.

Pada saat qiyaamul lail pertama setelah permintaan itu terucap, sang imam beristikharah. “Aku melihat pertanda baik dari Allah, tanpa ada penjelasan terhadap apa yang diminta,” tulis Syadzili.

Pada malam berikutnya, dia masih beristikharah. Juga merasakan hal sama. Pada malam ketiga, dia lagi-lagi bermunajat agar Allah memberikan petunjuknya.

Kemudian pada sebuah malam, dia memimpikan gurunya. Si syekh itu berkata kepada Syadzili, hamba yang berbaur dengan ahli akhirat dan bersandar kepada mereka, pasti berbaur dengan orang-orang ahli dunia, tetapi tabiat mereka adalah menjauhi orang-orang tersebut. Saat orang seperti itu dalam keadaan menderita, dia akan memohon pertolongan kepada Allah.

Apabila setelah itu Allah memberikan nikmat, ia bersyukur. “Ajaklah orang-orang seperti itu untuk melakukan kemuliaan. Niscaya apa yang ia lakukan dan simpan akan mendapatkan berkah. Allah memberi ganjaran kepada mereka yang bersyukur,” kata sang guru dalam mimpi Syadzili.

Ada beberapa hal menarik dari kisah ini. Pertama adalah upaya mendekati orang saleh. Ketenangan hidup, di antaranya karena perkawanan yang baik. Sahabat terbaik adalah mereka para kekasih Allah, orang-orang saleh. Mereka adalah orang yang dilindungi dan dicukupi langsung oleh Allah (QS al-A’raf: 196). Hidupnya tenang, meski secara kasat mata awam terlihat biasa saja, bahkan tak wajar. 

photo
Jamaah berjalan menujua ruang utama Masjid Istiqlal, Jakarta, (9/4). Pada Ramadhan tahun ini masjid Istiqlal melaksanakan sholat tarawih dengan membatasi jumlah kapasitas jamaah hanya untuk 2.000 orang atau setara 30 persen dari kapasitas masjid sebanyak 250.000 orang. Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

Hidupnya serba berkecukupan. Misalnya, dia bisa naik mobil, meskipun tak punya mobil. Dia bisa naik jet pribadi, meskipun tak memiliki harta semacam itu. Dia biasa saja menempati rumah mewah beberapa hari, kemudian setelah itu pindah ke gubuk.

Tak ada rasa cinta kepada dunia di dalam hati, meski dunia mengiba, bahkan memohon kepada orang semacam itu untuk dapat mencintainya. Dia menjauhi dunia, tapi dunia malah mengejarnya, berupaya menyesatkannya, dan melepaskan diri sang waliyullah, dari kebergantungan kepada Allah.

Keuntungan berkawan dengan kekasih Allah adalah, mendapatkan limpahan keberkahan dari Allah. Jika dia berdoa, insya Allah menyebut nama kita dalam doa-doanya. Dengan begitu, Allah mendengar nama kita diucapkan orang saleh. Kemudian Allah akan menyinari kita dengan cahaya-Nya.

photo
Jamaah melaksanakan sholat dzuhur di Masjid Istiqlal, Jakarta, (9/4). Pada Ramadhan tahun ini masjid Istiqlal melaksanakan sholat tarawih dengan membatasi jumlah kapasitas jamaah hanya untuk 2.000 orang atau setara 30 persen dari kapasitas masjid sebanyak 250.000 orang. Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

Kedua, dekat dengan Allah itu memudahkan segala urusan. Orang awam yang melakukan istikharah, belum tentu langsung mendapatkan hidayah. Namun, kekasih Allah, seperti Syadzili, berdoa dan bermunajat, cepat direspons oleh Allah. Itu karena Allah menyayanginya.

Jika kita banyak dekat dengan Allah, sering berzikir, tobat, dan menjauhkan diri dari segala dosa, merasa selalu diawasi Allah, dan sepenuh hati cinta kepada Allah, Sang Pencipta akan banyak memperhatikan kita sebagaimana Allah dekat dengan el-Khalil Ibrahim AS, dan para nabi lainnya.

Ketiga, istikharah menumbuhkan kepercayaan dalam diri. Syadzili menegaskan, hanya orang yang beristikharah yang amanah dalam menjalani hidup. Jika ingin tahu apakah calon pemimpin di berbagai tingkatan, amanah atau tidak, kita bisa menanyakan, apakah mereka sering beristikharah.

Mengoptimalkan Pasar Lokal

Selama masa pandemi belakangan ini, tren lamanya menginap para wisatawan bergeser semakin panjang. 

SELENGKAPNYA

Musibah Buka Peluang Pahala

SELENGKAPNYA

Haji Bakri Syahid Tokoh Muhammadiyah yang Multitalenta

Berlatar belakang militer, tokoh Muhammadiyah ini juga ahli ilmu tafsir Alquran.

SELENGKAPNYA