Menghadapi Tetangga Egois (Ilustrasi) | Republika/Thoudy Badai

Laporan Utama

Menghadapi Tetangga Egois

Muslim yang baik harus memperhatikan etika bertetangga.

Menjadi Muslim tidak cukup sekadar menjalin hubungan dengan Allah. Umat Islam juga diharuskan menjalin hubungan terhadap manusia dalam dunia sosial.  Namun, hidup rukun dan damai tidak bisa berhenti di teori semata.

Dalam praktik sehari-hari, hidup rukun serta damai haruslah terlaksana, meski tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkannya. "Seorang Muslim harus memahami hak dan kewajibannya dalam bertetangga. Sehingga kalau keduanya dilaksanakan dengan baik, kerukunan bisa terjadi bagi kita," kata Ustazah Khairunnisa dari Ponpes Nurun Najah saat dihubungi Republika, Rabu (16/11).

 
Seorang Muslim harus memahami hak dan kewajibannya dalam bertetangga.
USTAZAH KHAIRUNNISA Pengasuh Ponpes Nurun Najah
 

Terdapat hak dan kewajiban antara tetangga Muslim dengan Muslim lainnya. Begitu pun bertetangga antara Muslim dengan non-Muslim, meskipun hak dan kewajiban antara keduanya berbeda. Umat Islam yang bertetangga dengan non-Muslim, misalnya, memiliki hak Islam dan hak kebebasan beribadah. 

Dalam menunaikan hak bertetangga, Muslim yang baik harus memperhatikan etika bertetangga. Misalnya untuk tidak masuk terlalu jauh ke dalam permasalahan tetangga yang sifatnya privasi. Namun, dia menekankan, umat Islam memiliki kewajiban terhadap Muslim lainnya untuk saling menasihati dalam kebaikan.

"Jika dirasa perlu, ya sudah seharusnya kita memberikan masukan kepada tetangga Muslim kita. Misalnya tentang ibadah atau yang berkaitan dengan hak dan kewajiban tetangga," ujar dia. 

photo
Warga memasak makanan yang akan diberikan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri di zona merah COVID-19 RT 006 RW 03, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/6).Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

Islam menekankan ajaran kepada umatnya untuk senantiasa berhubungan yang baik dan sehat dengan tetangga. Misalnya di saat tetangga tertimpa musibah, kata dia, sudah sepatutnya Muslim membantu atau meringankan beban. Jika tetangga tertimpa musibah sakit, terbelit urusan ekonomi, ataupun ditinggal mati anggota keluarga, di sinilah peran umat Islam untuk masuk dan meringankan beban. 

Sikap-sikap tersebut dinilai dapat menjadi peredam tetangga yang memiliki sifat egois. Menurut Ustazah Khairunnisa, sikap baik yang ditunjukkan seorang Muslim terhadap tetangga Muslim ataupun non-Muslim yang memiliki sikap egois bukanlah upaya percuma.

Apabila hati tetangga tersebut masih dibayangi sikap egois, kata dia, setidaknya dengan berbuat baik, seorang Muslim sudah mendapatkan pahala atas kebaikannya. "Tapi yang perlu diingat, apabila tetangga kita memang sikapnya egois, ya kita sudah merasa terganggu gitu ya, kita tidak boleh diam tanpa upaya. Kita boleh tegur dia agar jangan mengganggu, tapi tegur dengan cara yang baik," kata dia. 

Pendakwah Ustaz Das'ad Latif menjelaskan, untuk menciptakan lingkungan yang rukun dan damai bertetangga, maka umat Islam jangan sekali-sekali mengambil hak tetangganya. Baik itu berupa materi maupun kebebasan beribadah antar-tetangga.  "Jadi, tetangga yang baik itu kita tidak boleh ambil hak tetangga kita," ujarnya.

Dia menekankan agar umat Islam dapat bertetangga dengan anjuran-anjuran agama. Yakni, menjenguk tetangga yang sedang sakit, meringankan beban tetangga, ikut berbahagia apabila tetangga bahagia, dan tidak mengganggu tetangga dengan melanggar privasi atau pun hak hidup dan beragamanya. 

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." Sehingga, ketika ada perintah untuk memuliakan tetangga, artinya umat Islam tidak boleh menghinakan tetangga dengan melanggar hak-haknya.

Gandeng Muhammadiyah, Erick Dorong Kemandirian Umat

BUMN dan Muhammadiyah sepakat untuk mengakselerasi industri obat herbal.

SELENGKAPNYA

Surakarta Message Beri Pesan Damai Bagi Dunia

Surakarta Message akan disampaikan pada seluruh umat beragama di dunia dan umum.

SELENGKAPNYA

Raih Doktor Sambil Asuh Tiga Balita

Perjalanan Hitta menyelesaikan studi S-3 tidak selalu mulus.

SELENGKAPNYA