Petugas amil zakat mendoakan warga yang membayar zakat fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/4/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Filantropi

20 Nov 2022, 08:00 WIB

Zakat Penyelamat Resesi

Dengan bantuan riil, setidaknya mustahik mampu bertahan di situasi kritis saat resesi.

OLEH SANTI SOPIA

Resesi global diperkirakan dapat mengancam perekonomian dunia pada 2023. Sejumlah ahli telah menilai Indonesia akan terkena dampaknya. Menurut Direktur Akademizi & Associate Expert Forum Zakat (FOZ) Nana Sudiana, situasi Indonesia tetap akan bertahan dan diperkirakan mampu melewati ancaman tersebut kendati terdampak. Masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah tetap akan merasakan akibat guncangan ekonomi yang terjadi. 

Di tengah perkiraan ancaman terjadinya resesi pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi berada di rentang 4,6 persen hingga 5,3 persen. “Angka ini masih lebih tinggi dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang sebesar 2,6 persen,” kata Nana melalui pesan tertulisnya kepada Republika

Resesi ekonomi yang terjadi tidak hanya berdampak pada perekonomian negara, tetapi juga langsung mengakibatkan guncangan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Secara umum, resesi akan memicu penurunan keuntungan perusahaan, meningkatkan pengangguran, hingga menyebabkan kebangkrutan ekonomi secara nasional hingga global.

Hal yang akan terasa langsung oleh rakyat adalah adanya kenaikan harga, terutama pada barang-barang kebutuhan utama, seperti sembako. Jika tidak dibarengi kenaikan UMR, itu akan sangat memberatkan beban masyarakat. Kenaikan harga-harga pastinya segera menambah beban pengeluaran sebuah keluarga. 

photo
Petugas membantu warga dalam melakukan pembayaran zakat di Gerai Zakat Baznas (Bazis) DKI Jakarta di Terowongan Kendal, Jakarta, Selasa (19/4/2022). Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta menghadirkan layanan Gerai Zakat & Jemput Zakat di beberapa titik hal ini dalam rangka mempermudah warga dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara offline selama Ramadhan. - (Prayogi/Republika.)

Nana melanjutkan, zakat dapat berperan dalam mengurangi dampak resesi yang akan terjadi. Zakat menjadi sarana ibadah yang juga berdimensi sosial. “Itu akan berperan mengurangi gap distribusi kekayaan dalam masyarakat,” lanjut dia.

Dengan sarana zakat, harta dari mereka yang berlebih (muzaki) akan didistribusikan kepada yang kekurangan. Dengan begitu, tercapailah tujuan kemaslahatan bersama dalam bentuk kesejahteraan ekonomi sekaligus pengurangan jumlah kemiskinan.

Zakat yang dikumpulkan lembaga pengelola zakat dari para muzaki akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan (mustahik) dalam bentuk berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan. Sejumlah program charity dan pemberdayaan disiapkan dalam beragam durasi waktu. 

Tidak ada jaminan hal itu dapat berlangsung dalam jangka panjang. Namun, dengan bantuan riil, mustahik tetap akan terbantu, minimal mampu bertahan di situasi kritis saat resesi.

Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dalam dimensi yang berbeda punya tanggung jawab untuk mengedukasi para muzakinya agar bisa hidup sederhana dan berhemat. Hal itu perlu dilakukan muzaki agar punya cadangan dana yang cukup ketika resesi terjadi. Namun, mereka tetap didorong terus beramal dan berbagi untuk sesama.

IZI memiliki salah satu program dari Layanan Mulia Mustahik (Lammus) yang diharapkan dapat memberi bantuan tambahan modal usaha. Program itu juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka ke depan.

“IZI terus bergerak melakukan pelatihan-pelatihan UMKM dan memberikan modal bagi kelompok terkait agar mereka punya kemampuan ekonomi, juga ketangguhan bila terdampak krisis,” tambah Nana.

Bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini berperan optimal ketika krisis adalah saat di Indonesia terjadi pandemi dan muncul kebijakan Pembatasan  Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan banyak sekali orang kehilangan pekerjaan. Dengan kehadiran semangat kegotongroyongan dan jiwa kepedulian terhadap sesama, para muzaki bergerak membantu mustahik.

Di tengah ancaman resesi, hal itu pula yang akan kembali menguatkan masyarakat dhuafa. Dana ZIS yang dihimpun akan membuat banyak rakyat kecil terselamatkan dari kelaparan serta masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan pendapatan. 

Dana ZIS yang didayagunakan secara produktif, akan mampu membantu masyarakat dalam mengurangi beban ekonomi. Wujud dana ZIS dari IZI juga diberikan dalam bentuk program-program pelatihan gratis bagi masyarakat yang terkena PHK sekaligus mendorong kegiatan kewirausahaan bermanfaat.

Dengan demikian, resesi ekonomi global mungkin saja terjadi dan akan berdampak pada negeri ini. Namun, bila masih ada nyala kepedulian di orang-orang berpunya (muzaki), diharapkan dampaknya tidak terlalu besar dan memorakporandakan sendi-sendi ekonomi masyarakat. Dengan semangat gotong royong, masyarakat bawah diharapkan dapat segera tertolong dan kembali bangkit dari berbagai dampak negatif krisis ekonomi yang terjadi. n ed: satya festiani

Budi Daya Ikan Nila Bantu Ekonomi

Lembaga filantropi termasuk yang perlu bersiap menghadapi ancaman resesi ekonomi. Dompet Dhuafa membangkitkan perekonomian, salah satunya melalui pemberdayaan keluarga, termasuk yang terkena putusan hubungan kerja (PHK). 

Budi daya ikan nila, misalnya, hadir untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebenarnya, program tersebut telah hadir sejak 2020 dalam rangka mendampingi warga pada masa pandemi Covid-19. “Budi daya dalam bentuk program ekonomi menyasar penerima manfaat bibit ikan nila,” kata Hadie Bandarian Syah selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Singgalang.

photo
Dompet Dhuafa bersama kelompok tani Darul Arqam Mutualism melakukan panen perdana ikan nila di Blok Gandok, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Ahad (2/5/2021). - (Lilis Sri Handayani/Republika)

Masyarakat dapat bergabung dalam Kelompok Nila Jaya Berkah. Bahkan, budi daya ini bisa dilakukan sembari melakukan aktivitas lain. Hasilnya bisa sebagai penghasilan tambahan, seiring meningkatnya kebutuhan harian keluarga. Program Kampuang Nila juga diharapkan terus berkembang.

“Ikut dengan budi daya ikan Nila Dompet Dhuafa itu sangat membantu, sangat menolong, dan jadi mata pencaharian juga, karena pas banget waktu itu ada Covid-19 dan Bapak (suami—Red) kena PHK,” kata Reni (48), salah seorang penerima manfaat dari program Kampuang Nila Dompet Dhuafa Cabang Singgalang.

Program pemberdayaan ekonomi itu diberikan di Kampung Pinang, RT 01, RW 01, Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Reni yang awalnya berjualan sayuran itu mengatakan, awalnya terdapat lima orang dalam satu kelompok, lalu berkembang jadi 10 orang. Sekarang ada enam orang karena yang lainnya mulai berdiri sendiri.

Sekali panen ikan nila, total beratnya bisa mencapai 300-500 kilogram. Itu dilakukan dalam waktu lima bulan dengan kondisi air yang normal. Sebab, program Kampuang Nila di Kampung Pinang menggunakan air yang mengalir. Sedangkan, kondisi air tidak normal ketika keruh karena hujan terus-menerus atau air mengalir kecil.

photo
Dompet Dhuafa bersama kelompok tani Darul Arqam Mutualism melakukan panen perdana ikan nila di Blok Gandok, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Ahad (2/5/2021). - (dok Dompet Dhuafa)

“Alhamdulillah, punya uang tambahan dan bantu Bapak dalam penghasilan. Selama panen, belum pernah merugi. Panen paling sedikit itu paling enggak, ya, balik modal,” lanjut ibu lima anak tersebut.

Program budi daya ikan nila di Kampung Pinang telah diresmikan sejak tanggal 6 Februari 2020. Kala itu, Dompet Dhuafa Singgalang menggulirkan bantuan berupa bibit, pakan, serta pelatihan dan pengajian kelompok. Kelurahan Lambuang Bukik terkenal sebagai wilayah dengan usaha ikan nila air deras, pun potensi ikan nila yang cukup besar.

Terdapat pula pemberdayaan ekonomi melalui budi daya ikan gurame di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Indramayu. Di sana sudah dilakukan beberapa kali panen, termasuk yang teranyar di kisaran 1 ton.

Beberapa waktu lalu, Dompet Dhuafa berhasil mengantarkan produk-produk UMKM binaannya hingga dapat diekspor ke luar negeri. Dompet Dhuafa akan terus berupaya untuk mengembangkan UMKM di Indramayu agar terus maju dan mampu bersaing. Program itu juga menjadikan banyak masyarakat yang sebelumnya pasif menjadi produktif. Bahkan, tidak hanya di ikan gurame, tapi juga di usaha-usaha UMKM lainnya.  ';

Menguatkan Kepedulian Sosial

Menghormati, memuliakan, dan saling menolong dengan tetangga adalah bagian dari kekuatan keimanan.

SELENGKAPNYA

Muktamar Muhammadiyah Harus Bermartabat

Muhammadiyah tidak mengajarkan kadernya untuk mencari jabatan.

SELENGKAPNYA

Pohon Puncak Peradaban Kota

Pohon telah lama memberikan jasa lingkungan bagi kehidupan kita dan kota.

SELENGKAPNYA
×