Peragawati memeragakan busana rancangan Rya Baraba dalam ajang Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (27/10/2022). | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Modis

Meroketnya Jenama Lokal Kekinian

Banyak dari perancang milenial yang memadupadankan pakaian tradisional dengan sentuhan kontemporer. 

OLEH RAHMA SULISTYA

Modest fashion bukan hanya tentang busana Muslim, melainkan sudah bergeser menjadi busana yang sopan. Hal itu terlihat dari beberapa peragaan busana di Jakarta Fashion Week (JFW) 2023 bertajuk Modest Wear. Para model tidak selalu mengenakan kerudung, tapi juga baju longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-liku tubuh yang seksi.

Pendiri Buttonscarves, Linda Anggrea, meraih penghargaan lima tahun sekali, Pia Alisjahbana Awards, sebagai desainer yang menjadi game changer. “Bermula dari produk single scarf, seiring berjalannya waktu, kita menambah kategori produk kita. Kini, kita sudah punya complete range from head to toe,” ucap Linda saat penerimaan penghargaan tersebut di bulan lalu. 

Di Indonesia, posisi modest fashion menguat dalam mengisi gelaran serta industri fashion kira-kira pada 10 tahun belakangan. Dalam modest fashion terdapat beberapa jenama lokal, seperti Nada Puspita, Benang Jarum, Kami Idea, dan Etu. Perkembangan modest fashion ini dipelopori para desainer busana Muslim, seperti Dian Pelangi juga Ria Miranda. Ada juga Itang Yunasz yang memasukkan unsur tradisional Nusantara dalam rancangannya.

Gaya busana modest fashion menjadi ekspresi kebebasan bagi penggunanya, baik wanita maupun pria. Melansir dari Vogue Bisnis, tagar #modestfashion saat ini memiliki lebih dari 1,3 miliar tampilan di Tiktok. Banyak influencer dan content creator dari gen Z serta milenial memadupadankan pakaian tradisional, seperti abaya dan kaftan dengan sentuhan kontemporer.  

photo
Penampilan rancangan busana muslim dari 15 mahasiswa asal New Zealand yang telah belajar modest fashion moslem di Islamic Fashion Institute (IFI) saat fashion show bertajuk Parisj van Java acara Graduations Batch XI, di Hotel Savoy Homman, Kota Bandung, Selasa (27/9/2022). Sejak IFI berdiri pada tahun 2015 telah meluluskan 300 lebih lulusan yang sekarang bergerak di bidang bisnis fashion moslem. - (Edi Yusuf/Republika)

“Indonesia negara yang besar, jadi kesempatan brand lokal Indonesia untuk berkembang itu sangat besar. Bahkan, aku percaya kalau brand lokal bertumbuh, kita bisa kuasai pasar Indonesia. Jadi, enggak ketergantungan lagi produk internasional,” papar Linda. 

Ada lagi jenama fashion lokal lainnya, yaitu Maima, Nuc, Ederra, dan Heaven Lights. Mereka menampilkan gaya modest fashion yang khas dan bukan sekadar busana Muslim. Maima yang berasal dari Bandung mengangkat tema “Ornate” untuk menampilkan detail-detail unik yang kompleks dengan tipe baju longgar dan tertutup. Bahannya halus dengan warna cream dan cokelat muda, berpadu dengan motif yang kekinian.  

Nuc juga memaknai modest fashion dalam sesi The Next Normal yang berkolaborasi dengan Lazada. Koleksinya bertema “Pewayangan Mahabarata Series” menonjolkan ornamen-ornamen etnik di koleksi khusus pria itu. Nuc ingin setiap orang yang nantinya membeli koleksi tersebut, tidak hanya memahami sejarah dan filosofis tetapi juga membagikan kebaikan kepada sekitarnya layaknya tokoh-tokoh di pewayangan Mahabarata. 

Makna yang luas dari definisi baju Muslim diwujudkan Nuc dengan memamerkan baju koko yang kasual. Jadi, baju kokonya tidak melulu warna putih. Nuc menyajikan beragam pilihan warna.  

Berbeda lagi dengan Ederra yang menambah deretah modest wear di panggung The Next Normal dengan tema “Berseri”. Koleksinya terinspirasi dari pandemi yang mengglobal. Koleksinya menggambarkan proses bertumbuh indah pada masa-masa sulit. Sebagian besar koleksinya adalah gaun kasual berlengan panjang. Beberapa atasan dan bawahan juga bisa dipakai untuk di rumah saja, misalnya untuk menghadiri rapat atau acara daring. 

Salah satu kunci penting dari modest fashion adalah siluet longgar dan minim mengekspos kulit pemakainya. Sementara itu, penggunaan hijab adalah pilihan untuk melengkapi. Hal itu terwujud dalam koleksi Heaven Lights, yaitu “Fleur Allure” dengan koleksi yang sebagian besar gamis bagi pengguna hijab. Motif hingga ornamen yang ada di baju menjadikan koleksi Heaven Lights cocok dipakai pada acara-acara spesial. 

Dalam perkembangannya sampai saat ini, modest fashion ternyata disorot oleh berbagai rumah mode dunia, baik di Paris, Milan, London, hingga New York. Terlebih, desain-desain busana Muslim Indonesia juga sudah mampu unjuk gigi di belantara mode internasional. itu terbukti dari hasil penjualan produk fashion-nya yang menyebar ke berbagai penjuru dunia.  

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada Agustus 2022 lalu menunjukkan data bahwa nilai ekspor busana Muslim Indonesia pada semester I 2022 mencapai 2,8 miliar dolar AS. Jumlah itu meningkat 39,86 persen year-on-year sebesar 2,04 miliar dolar AS.

Warna-Warni Kebangkitan Modest Fashion

Perkembangan mode terus berlangsung, termasuk untuk modest fashion. Kebangkitan mode ini tampak dalam berbagai koleksi tujuh desainer yang berkomitmen mengembangkan industri modest fashion di ajang nasional. Dalam “Beauty Forward in Unity”, ketujuh jenama yang unjuk gigi adalah Callie x IKYK, Calla The Label, Kami x Lace by Artkea, Klamby, dan Khanaan. 

photo
Model mengenakan busana rancangan Silfia Nabila pada pembukaan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (1/5/2019). - (ANTARA FOTO)

 Beberapa di antara jenama itu berkolaborasi untuk menghasilkan karya-karya baru yang tak biasa ditampilkan pada ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2023, bulan lalu. Mereka sepenuhnya didukung oleh Wardah. 

"Melalui tema ‘Beauty Forward in Unity’, Wardah turut mengajak seluruh perempuan Indonesia dengan perannya masing-masing untuk membangkitkan kembali seluruh industri yang ditekuninya setelah kita semua melewati pandemi, termasuk para pelaku industri modest fashion," ujar Head of Public Relations for Halal, Teens, Emerging Beauty and Personal Care, PT Paragon Technology & Innovation, Elsa Maharani.  

Kali ini, Callie meluncurkan kolaborasi keduanya dengan IKYK yang disebut “RONA” untuk koleksi Fall Winter 2022. Koleksinya dipenuhi dengan semburan warna yang mengingatkan kita pada rona merah muda yang lembut. Koleksinya terinspirasi dari kain perca yang ceria dan semangat muda dari denim. Koleksi tersebut juga menggabungkan rajutan-rajutan yang indah untuk layering selama peralihan musim.

Giliran jenama Calla memperkenalkan "Bertumbuh" dalam koleksinya untuk Wardah di JFW yang terinspirasi dari proses pertumbuhan yang dialami oleh setiap makhluk hidup. Koleksi tersebut akan memiliki tiga pola yang memiliki kesinambungan. Semua bahan kainnya berasal dari 100 persen Tencel. Selain itu, ada juga sentuhan spesial untuk koleksi ini karena CALLA akan berkolaborasi dengan Ayla Dimitri, seorang fashion dan lifestyle content creator Indonesia, untuk kedua kalinya.  

Lain lagi dengan Kami x Lace by Artkea yang menggabungkan orisinalitas motif dan keanggunan bahan lace dalam koleksi “A Garden Dream”. Motif bunga yang terinspirasi dari cerita rakyat dengan bahan lace dalam warna yang elegan memancarkan energi positif di setiap kesempatan. Koleksi A Garden Dream memperlihatkan beragam siluet dengan memanfaatkan bahan renda, satin, hingga chiffon dengan banyak teknik aplikasi.  

Sementara itu, Klamby telah mempersiapkan koleksi khususnya berupa busana dengan sentuhan motif modern dan warna ceria lewat Spring/Summer 2023 bertemakan “The Tea Party Series”. Koleksi ini terinspirasi eksplorasi tekstur, sejarah, dan ragam hias dalam selembar wastra. Salah satunya menggunakan teknik laser-cut dan bordir dengan sentuhan warna lembut.  

“Tentunya sangat senang dapat kembali berkolaborasi bersama Wardah. Klamby kembali mempersembahkan koleksi London Fashion Week 2023 kemarin dengan warna-warna baru dan fresh dengan sentuhan kain tenun garut dan detail laser-cut di beberapa koleksi ini,” Ujar founder Klamby, Nadine Gaus. 

“Ma Chéri” atau Sayangku dalam bahasa Prancis menjadi tema koleksi Khanaan untuk tampilan Spring/Summer 2023. Karakter jenama Khanaan ini memadukan warisan budaya dan perpaduan generasi muda pada masa lalu. Koleksinya hadir dalam bentuk cuttingan baju generasi 50-an dan 60-an yang dipadupadankan warna-warna yang terinspirasi oleh generasi 1980-an dan 1990-an.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Pohon Puncak Peradaban Kota

Pohon telah lama memberikan jasa lingkungan bagi kehidupan kita dan kota.

SELENGKAPNYA

Mentalitas Aspal

Dari orang-orang inilah, akhirnya muncul berbagai bencana aspal di dalam negeri.

SELENGKAPNYA

Korut Tembakkan ICBM

Wapres AS menggelar pertemuan darurat dengan pemimpin Korsel, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

SELENGKAPNYA