Petugas melakukan perawatan panel surya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Ekonomi

Amazon Beli Listrik EBT PLN

Amazon akan membeli listrik yang dipasok melalui empat proyek PLTS.

JAKARTA -- PT PLN (Persero) mengumumkan kesepakatan dengan Amazon untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas 210 megawatt (MW) di empat proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia.

Ini adalah perjanjian pertama bagi dua perusahaan yang memungkinkan penambahan PLTS berskala besar ke dalam sistem nasional. Berdasarkan kesepakatan ini, Amazon akan membeli listrik berbasis EBT di Indonesia yang dipasok melalui empat proyek PLTS untuk mendukung kegiatan operasionalnya di Indonesia.

"Keempat proyek tenaga surya tersebut akan berlokasi di Bali dan Jawa pada jaringan Jawa-Madura-Bali," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Selasa (15/11).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PLN (@pln_id)

Darmawan menilai, komitmen Amazon menjadi pembeli (offtaker) merupakan pendorong utama yang memungkinkan PLN membuka lebih banyak opsi pengadaan EBT bagi perusahaan di Indonesia. Inisiatif PLN dalam pengadaan EBT akan membawa Indonesia makin dekat kepada netralitas karbon (net zero emission) pada 2060.

PLN berkomitmen penuh mendukung program pemerintah menerapkan energi bersih dan mengakselerasinya dengan peta jalan yang jelas untuk mencapai misi tersebut. "Kolaborasi antara sektor swasta dan publik ini menjadi strategi kunci untuk memastikan masa depan energi yang bersih dan terjangkau," kata Darmawan.

Ia mengatakan, PLN akan membangun empat proyek pembangkit listrik skala utilitas baru yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Listrik (RUPTL) 2021-2030. Hal itu merupakan RUPTL terhijau yang pernah dimiliki Indonesia dengan penambahan 20,9 gigawatt pembangkit listrik EBT.

 
 
Kolaborasi antara sektor swasta dan publik ini menjadi strategi kunci untuk memastikan masa depan energi yang bersih dan terjangkau.
 
 

"Dengan perjanjian ini, kami mendukung Amazon menuju 100 persen energi terbarukan. Kami berharap, inisiatif ini akan menginspirasi kolaborasi di masa depan dengan perusahaan multinasional bercita-cita tinggi lainnya yang sadar lingkungan," ungkap Darmawan.

Direktur Pusat Data Perencanaan, Pengiriman, & Pelaksana Amazon untuk Asia-Pasifik, Jepang, dan Cina Carly Wishart mengatakan, senang dapat mengumumkan proyek EBT Amazon pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan PLN. Hal ini menempatkan Amazon di jalur menuju 100 persen energi terbarukan.

"PLN dan tim Amazon telah bekerja sama membuka cara baru bagi perusahaan untuk mendapatkan EBT di dalam negeri," ujar Carly.

 
 
Proyek energi terbarukan ini akan memasok energi untuk kantor pusat perusahaan Amazon, pusat-pusat layanan Amazon, dan pusat data AWS.
 
 

Carly menyebut, proyek EBT akan memasok energi untuk operasional Amazon di Indonesia dan membantu memajukan tujuan Amazon untuk mencapai emisi karbon nol bersih di seluruh bisnisnya pada 2040. Amazon, lanjut Carly, menantikan kolaborasi berkelanjutan dengan PLN untuk memungkinkan lebih banyak energi terbarukan proyek di Indonesia.

"Amazon sedang menuju ke sana untuk menggerakkan operasinya dengan 100 persen EBT pada 2025," kata dia.

Carly menambahkan, Amazon adalah perusahaan pembeli energi terbarukan terbesar di dunia dengan 383 proyek di seluruh dunia. Di Asia, Amazon kini telah berinvestasi di 15 proyek energi terbarukan skala besar dengan total kapasitas lebih dari 1.300 MW di seluruh Australia, Cina, India, Indonesia, Jepang, dan Singapura.

Setelah 383 proyek energi terbarukan Amazon beroperasi penuh, Carly berharap, dapat menurunkan lebih dari 18,5 juta metrik ton emisi karbon per tahun.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Amazon (@amazon)

"Proyek energi terbarukan ini akan memasok energi untuk kantor pusat perusahaan Amazon, pusat-pusat layanan Amazon, dan pusat data Amazon Web Services (AWS) yang mendukung jutaan pelanggan secara global," kata Carly menambahkan.

Dalam forum terpisah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Vice President for Global Public Policy AWS Michael Punke berkomitmen akan terus mendukung transformasi digital Indonesia dengan membangun dan mengoperasikan Pusat Data di Indonesia (untuk kawasan Asia Pasifik).

"Nilai investasi untuk mendukung transformasi digital Indonesia ini sebesar 5 miliar dolar AS dalam periode 15 tahun ke depan," kata Punke. 

KAI: Pelintasan Liar tak Terkontrol

Penutupan pelintasan tak resmi merupakan tugas pemerintah pusat atau daerah

SELENGKAPNYA

Indonesia Percepat Pensiun PLTU Batu Bara

PLN berencana memensiunkan 6,7 GW PLTU memakai skema ETM.

SELENGKAPNYA

Airnav: 27 Pesawat Delegasi G-20 Konfirmasi Datang

Apron delegasi KTT G-20 disebar ke sejumlah bandara pendukung.

SELENGKAPNYA