Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto (kanan) saat bersilaturahim pada hari pertama Idul Fitri 1443 Hijriah di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (2/5/2022). | ANTARA FOTO/HO/Biro Pers Setpres/Lukas/nym.

Politik

Dukungan Jokowi Jadi Penyemangat

Gerindra menilai Prabowo pantas melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Jokowi

 

JAKARTA -- Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan menjadi jatah Prabowo Subianto. Pernyataan itu disebutnya menjadi penyemangat partai untuk terus meningkatkan elektabilitas.

"Kami anggap penyemangat yang membuat kami juga tidak putus-putusnya bekerja semaksimal mungkin. Untuk menaikkan elektabilitas partai, capres kami," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/11).

 

 

 

Kami anggap penyemangat yang membuat kami juga tidak putus-putusnya bekerja semaksimal mungkin.

 

SUFMI DASCO AHMAD Ketua Harian DPP Partai Gerindra
 

 

Pernyataan Jokowi juga dinilai menjadi penyemangat seluruh kader Partai Gerindra untuk menghadapi kontestasi nasional mendatang. Kendati demikian, Dasco meminta seluruh kader tak berpuas diri usai adanya pernyataan tersebut. "Kami minta para kader untuk tidak berpuas diri. Apa yang disampaikan Presiden Jokowi penyemangat dan introspeksi kami internal," ujar Dasco.

Juru Bicara Pemenangan Pemilu Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono, pun menyambut positif pernyataan Presiden Jokowi pada HUT ke-8 Partai Perindo, pada (Senin 7/11). Menurut dia, dukungan yang disampaikan Jokowi merupakan bentuk pengakuan Presiden Jokowi terhadap kemampuan yang dimiliki Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

 

 

 

Kami percaya dukungan yang telah disuarakan Presiden Joko Widodo adalah bentuk apresiasi serta pengakuan beliau terhadap kemampuan Pak Prabowo.

 

BUDISATRIO DJIWANDONO Juru Bicara Pemenangan Pemilu Partai Gerindra
 

 

"Kami percaya dukungan yang telah disuarakan Presiden Joko Widodo adalah bentuk apresiasi serta pengakuan beliau terhadap kemampuan Pak Prabowo untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Indonesia," kata Budisatrio kepada wartawan, Senin (7/11) malam.

Ia juga menilai, Prabowo merupakan calon presiden yang paling tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi. Menurutnya, kerja dan prestasi Prabowo sebagai menteri pertahanan terbukti melalui berbagai terobosan yang telah terealisasi pada sektor pertahanan, bahkan banyak diakui dan diapresiasi oleh negara negara tetangga.

"Di bidang ekonomi, Pak Prabowo memiliki pemahaman yang sangat mumpuni. Sekian lama beliau berbicara dan berjuang untuk membangun ekonomi yang didasari nilai-nilai kerakyatan, nilai-nilai Pancasila, dan UUD 1945. Beliau juga sudah lama menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja yang luas dan di saat yang sama mewujudkan kedaulatan pangan serta energi," tuturnya.

Saat memberikan sambut pada HUT ke-8 Perindo, Senin, Presiden Jokowi menuturkan, saat ini adalah jatah untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk memenangkan Pilpres 2024. Jokowi mengaku, ia telah memenangkan dua kali pilpres pada 2014 dan 2019 melawan Prabowo Subianto.

"Saya ini dua kali wali kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, Gubernur sekali menang. Kemudian, dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi. Setelah mendengar pernyataan Jokowi tersebut, Prabowo yang juga hadir di HUT Partai Perindo langsung berdiri dan memberikan hormat. Suasana acara HUT Perindo pun menjadi riuh.

Namun, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai pernyataan Presiden Jokowi tersebut bukan sebagai bentuk dukungan terhadap Prabowo. "Pernyataan Jokowi itu tidak serta sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo. Sebab, pernyataan senada juga disampaikan Jokowi kepada Airlangga Hartarto saat ulang tahun Golkar," kata Jamiluddin kepada Republika, Selasa (8/11).

Selain itu, menurut dia, sulit dibayangkan jika Jokowi akan memberi dukungan capres secara terbuka kepada seorang kandidat yang bukan kader PDIP. Jokowi pun, menurut Jamiluddin, baru akan menyampaikan dukungan kepada kader PDIP jika sudah ada restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Jamiluddin menganggap, pernyataan Jokowi tersebut hanya gurauan. Jokowi hanya ingin menegaskan Prabowo punya peluang untuk menang dalam Pilpres 2024. Sebab, ia sudah tiga kali mengikuti pilpres. "Karena itu, Prabowo jangan berharap mendapat dukungan dari relawan Jokowi. Prabowo harus berjuang tanpa Jokowi untuk memenangkan pilpres," ungkapnya.

Indonesia Siap Terima Biden-Xi Jinping, Putin Belum Pasti

Hingga saat ini sudah ada 17 kepala negara/kepala pemerintahan yang menyatakan akan hadir pada KTT G-20.

SELENGKAPNYA

Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Pengendalian inflasi menjadi kunci untuk melanjutkan tren pertumbuhan.

SELENGKAPNYA

Negara Kaya Didesak Bayar Kompensasi Perubahan Iklim

Negara berkembang menuntut agar negara penghasil polusi membayar kompensasi atas kerusakan akibat perubahan iklim.

SELENGKAPNYA