Warga menyeberangi tanah longsor di kawasan Air Terjun Kedung Pedhut, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (16/11). Tanah longsor ini menutup akses jalan dari Pengasih menuju Girimulyo. Untuk pembersihan masih menunggu bantuan alat berat. Ada empat | Wihdan Hidayat / Republika

DIY

Desa Diminta Siaga Bencana

Destana menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana

KEBUMEN - Saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah dilanda banjir dan longsor. Hal itu disebabkan intensitas hujan yang begitu deras dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meminta agar semua siap siaga dalam penanganan bencana. Termasuk salah satunya adalah mengaktifkan kembali Desa Tanggap Bencana (Destana).

Menurut Bupati, Destana menjadi bagian penting bagi sebuah desa dalam kesiapsiagaannya menghadapi bencana. Ia menyebut, sebagian Destana sudah mulai aktif.

 

 

 

Destana perlu digerakan lagi dalam penanganan bencana karena saat ini sudah masuk musim penghujan

 

ARIF SUGIYANTO Bupati Kebumen
 

"Saya kira itu penting ya, bahwa Destana perlu digerakan lagi dalam penanganan bencana karena saat ini sudah masuk musim penghujan, di mana Kebumen termasuk salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana longsor dan banjir," ujar Bupati dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (8/11/22).

Ia mengungkapkan, dulunya jumlah Destana hanya ada 60 desa. Namun sekarang semua desa tergerak untuk membentuk Destana. Menurutnya ini bisa membantu masyarakat dengan cepat dalam penanganan bencana bersama dengan BPBD, TNI/Polri dan relawan yang lain.

Tidak hanya itu, Bupati menyatakan, dalam penanganan bencana, desa bisa menggunakan Dana Desa yang diambil dari 8 persen dana yang ada. Pihaknya meminta agar desa tidak ragu lagi menggunakan dana desa untuk penanganan bencana, karena surat edaran dari Bupati."Jadi silakan gunakan dana desa untuk penanganan bencana yang 8 persen. Itu dibolehkan," ucap Bupati.

Hal ini juga dianggap perlu agar desa tidak terpaku pada anggaran dari BPBD saja. Meskipun begitu, Bupati pun memastikan bahwa dalam penanganan bencana ini, pemerintah sudah memberikan bantuan, baik sembako, dan alat berat untuk membersihkan material di beberapa lokasi. Termasuk bakal membuat embung di sejumlah lokasi rawan banjir.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPBD Kab Kebumen (@bpbd_kebumen)

Berdasarkan data BPBD per Ahad, 6 November 2022, banjir di Kebumen melanda 16 desa di 5 kecamatan, kemudian longsor ada di 12 desa di 4 kecamatan, dan bencana angin puting beliung ada di 1 desa dan 1 kecamatan.

Banjir misalnya terjadi di Desa Ayah, Argopeni, Pasir, Mangunweni, Kecamatan Ayah, Lalu beberapa desa di Kecamatan Buayan, Kutowinangun, Buluspesantren, Padureso, dan juga Petanahan. Demikian juga longsor juga banyak terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Ayah, Sadang, dan Poncowarno. 

Bupati mengungkapkan ketinggian banjir rata-rata 10-20 sentimeter, dan beberapa lokasi di antaranya ada yang sudah surut. Begitu juga longsor sebagian ada yang menimpa rumah warga, sebagian hanya menutup jalan, sehingga menutup akses transportasi masyarakat, seperti longsor di akses jalan TPI Menganti.

Dari DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengimbau pengelola dan pelaku usaha jasa wisata di wilayah itu meningkatkan kewaspadaan pada puncak musim hujan tahun ini terutama di destinasi yang rawan bencana.

"Pada musim hujan ini kondisi cuaca bisa sangat ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, sehingga kami imbau pelaku pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Wasita, Senin (11/8).

 

 

 

Pelaku jip wisata baik yang di lereng Merapi maupun di Tebing Breksi Prambanan agar ekstra hati-hati saat membawa tamu atau wisatawan.

 

WASITA Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman
 

 

Menurut dia, pelaku wisata di Sleman yang perlu meningkatkan kewaspadaan di antaranya destinasi yang berada di lereng Gunung Merapi, kawasan perbukitan Prambanan, dan destinasi yang berdekatan dengan aliran sungai, terutama sungai berhulu Gunung Merapi. "Seperti untuk pelaku jip wisata baik yang di lereng Merapi maupun di Tebing Breksi Prambanan agar ekstra hati-hati saat membawa tamu atau wisatawan," katanya. 

Menurut dia, pelaku jip wisata juga diimbau agar menghindari atau meminimalisir penggunaan jalur-jalur jalan yang kondisinya licin dan curam. "Untuk jip wisata di lereng Merapi kami imbau untuk tidak melewati jalur sungai saat cuaca kurang baik," katanya. 

Ia mengatakan, pelaku jasa wisata juga wajib menyediakan atau melengkapi dengan fasilitas tambahan untuk keamanan dan kenyamanan. "Fasilitas tambahan ini di antaranya berupa mantel atau jas hujan bagi tamu atau wisatawan pengguna jasa," katanya.

Wasita mengatakan, untuk destinasi yang memiliki kawasan atau zona yang rawan longsor agar dihindari pemanfaatannya untuk sementara bagi wisatawan. "Dan yang terpenting adalah sesegera mungkin melaporkan ke pihak terkait apabila terjadi longsor atau terjadi kecelakaan," katanya.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Kisah Saksi Mata Pertempuran Surabaya

Arek-arek Suroboyo yang rata-rata terdiri dari kaum santri itu mendapat bekal khusus dari para kiai.

SELENGKAPNYA

Hari Pahlawan dan Fatwa Jihad

Fatwa itulah yang mengilhami Bung Tomo untuk melakukan kewajiban agama melawan Belanda.

SELENGKAPNYA

PKS Bantah Koalisi Perubahan Retak

Pembahasan di tim kecil antara Nasdem, PKS, Demokrat beserta capres masih belum tuntas

SELENGKAPNYA