Program Makan Bergizi Gratis (MBG). | Edi Yusuf

Ekonomi

MBG di Papua Manfaatkan Pangan Lokal

Kabupaten Supiori dipersiapkan menjadi salah satu daerah percontohan.

PAPUA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua mulai berkembang tidak hanya sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga penggerak ekonomi berbasis kampung. Selain menyasar kebutuhan nutrisi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, program ini mulai membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Pemerintah daerah mendorong dapur MBG menggunakan bahan pangan dari hasil kebun, perikanan, dan produksi masyarakat sekitar. Skema tersebut menciptakan pasar baru bagi petani, nelayan, hingga pelaku usaha kecil di Papua yang selama ini menghadapi keterbatasan akses distribusi.

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, mengatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus penting dalam penguatan Papua ke depan. Menurut dia, program MBG menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki kualitas kesehatan generasi muda sejak dini.

“Pembangunan Papua tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas manusianya. Anak-anak Papua harus tumbuh sehat agar siap menjadi generasi penerus yang kuat,” ujar Matius saat meninjau pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Supiori.

Kabupaten Supiori kini dipersiapkan menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan dapur MBG di Papua. Pemerintah menargetkan pembangunan 12 titik SPPG, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Selain memperkuat layanan gizi, program tersebut juga mulai menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal. Setiap dapur MBG membutuhkan tenaga pengelola, distribusi, hingga pemasok bahan pangan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix V Wanggai, menilai MBG memiliki dampak ekonomi yang lebih luas karena menghubungkan berbagai sektor produksi masyarakat.

“Program MBG menghubungkan sektor pertanian, perikanan, perdagangan lokal, pendidikan, hingga tenaga kerja dalam satu rantai pembangunan yang saling mendukung,” kata Velix.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan, mengatakan Papua memiliki potensi besar dalam pengembangan menu berbasis pangan lokal seperti ikan, ubi, sagu, dan hasil kebun masyarakat.

Pemerintah berharap pengembangan MBG di Papua tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi kampung melalui keterlibatan langsung masyarakat lokal dalam rantai pasok pangan.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat