Warga mengunjungi pameran Aceh Property Expo 2022 yang digelar asosiasi Real Estate Indonesia (REI) bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Plaza Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (13/10/2022). | ANTARA FOTO/Irwansyah Petra

Ekonomi

Perbankan Syariah untuk Keuangan Berkelanjutan

BSI telah menyalurkan pembiayaan ramah lingkungan sebesar Rp 9,1 triliun.

OLEH LIDA PUSPANINGTYAS

Perbankan syariah bisa lebih unggul dalam penerapan keuangan berkelanjutan karena memiliki nilai-nilai fundamental yang saling berkesesuaian. Secara prinsip, perbankan syariah telah menerapkan kriteria environmental, social, dan governance (ESG) karena menganut maqashid syariah yang menjadi dasar model bisnisnya.

Maqashid syariah memegang batasan utama dan menjadi magnet dari setiap aktivitas bisnis ekonomi syariah, termasuk perbankan. Tata kelolanya wajib menjaga lima nilai inti syariah, yakni agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KNEKS (@kneks.id)

Pengamat ekonomi syariah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Fauziah Rizki Yuniarti, menyampaikan, perbankan syariah bisa punya peran penting dalam pencapaian sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB).

Menurut dia, perbankan syariah bisa unggul dalam nilai-nilai ESG dan SDGs karena memiliki lebih banyak sumber pendanaan yang murah. Misalnya, dana yang berasal dari dana sosial syariah, seperti zakat dan wakaf. Tabungan wadiah pun turut menawarkan sumber dana murah.

"Dengan mengembangkan produk yang tepat serta berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lain di dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, perbankan syariah bisa sangat berdampak untuk ekonomi," kata Fauziah kepada Republika, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, terdapat dua peran potensial perbankan syariah dalam pencapaian SDGs melalui pembiayaan. Pertama, Islamic blended finance (IBF) yang merupakan produk yang sangat potensial untuk bisa dikembangkan oleh perbankan syariah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (@ojkindonesia)

IBF adalah produk pembiayaan SDGs yang melibatkan dana komersial dan pihak publik serta dana pembangunan. Kedua, bank syariah dapat berperan sebagai green banking. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengeluarkan taksonomi hijau pada awal 2022 yang berguna sebagai panduan aktivitas ekonomi hijau.

"Walaupun taksonomi hijau tersebut belum diturunkan berupa regulasi, perbankan syariah bisa menjadi leader dalam hal green banking. Misalnya, dengan meningkatkan porsi pembiayaan hijau terhadap total pembiayaan," katanya.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki peran lebih dalam merepresentasikan keselarasan keuangan syariah dengan keuangan berkelanjutan. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menekankan, komitmen BSI kuat dan jelas untuk menjalankan prinsip keuangan berkelanjutan.

 
 
Target kami pada akhir 2022, yakni Rp 51,8 triliun dan pada 2025 porsinya tidak akan kurang dari 30 persen.
 
 

Komitmen tersebut telah dijalankan melalui penyaluran pembiayaan dan operasional perusahaan. Dari sisi penyaluran pembiayaan keuangan berkelanjutan, BSI mencetak pertumbuhan positif.

Sejak September 2021 sampai September 2022, pembiayaan keuangan berkelanjutan BSI tumbuh 14,65 persen menjadi Rp 51,03 triliun. Jumlah ini merepresentasikan 25,54 persen dari total pembiayaan BSI.

"Target kami pada akhir 2022, yakni Rp 51,8 triliun dan pada 2025 porsinya tidak akan kurang dari 30 persen," katanya.

Pembiayaan keuangan berkelanjutan terdiri atas pembiayaan ramah lingkungan atau green financing dan pembiayaan UMKM. BSI telah menyalurkan pembiayaan ramah lingkungan sebesar Rp 9,1 triliun.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Bank Syariah Indonesia Tbk (@banksyariahindonesia)

Pembiayaan untuk sektor UMKM BSI juga meningkat relatif besar, yakni 12,06 persen (yoy) menjadi Rp 41,84 triliun. Menurut dia, nilai ini sudah hampir mencapai target pada 2022, yakni Rp 44,8 triliun.

BSI memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan pada tahun depan hingga 2025 akan terus meningkat. Komitmen pada portofolio pembiayaan berkelanjutan terus dikaji oleh internal perusahaan serta akan menyesuaikan dengan rencana bisnis bank (RBB) BSI.

BPS: Pemulihan Ekonomi Makin Kuat

Belanja masyarakat menengah atas menjadi pendorong pertumbuhan.

SELENGKAPNYA

Indonesia Serukan Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim Bumi

Kolaborasi dinilai sebagai hal yang mutlak diperlukan untuk menghadapi perubahan iklim.

SELENGKAPNYA

Prokes Delegasi G-20 Diterapkan Berlapis

Pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan berlapis untuk memastikan kesehatan para delegasi.

SELENGKAPNYA