vp,,rm
Indonesian police officers take part in security preparations for the upcoming G20 meeting in Denpasar, Bali, Indonesia, 07 November 2022. Bali will host the 17th Group of 20 (G20) Heads of State and Government Summit from 15 to 16 November 2022. | EPA-EFE/MADE NAGI

Kabar Utama

Prokes Delegasi G-20 Diterapkan Berlapis

Pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan berlapis untuk memastikan kesehatan para delegasi.

JAKARTA – Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang berlangsung pada 15-16 November 2022 di Nusa Dua, Bali, dibayangi kasus harian Covid-19 di Tanah Air yang melonjak dalam dua pekan terakhir. Pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) berlapis untuk memastikan kesehatan para delegasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, protokoler kesehatan selama KTT G-20 sudah disiapkan secara detail. Protokoler kesehatan ini mencakup aturan kesehatan yang berlaku sebelum kedatangan, saat di bandara, saat di lokasi acara, dan sebelum kepulangan ke negara masing-masing delegasi.

“Dalam masa pandemi dan transisi ke endemi, pemerintah masih melakukan skrining terkait Covid-19 di bandara melalui persyaratan vaksinasi, pemeriksaan suhu tubuh dan gejala Covid-19,” kata Wiku kepada Republika, Senin (7/11).

photo
Petugas melintas di area Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (5/11/2022). Seluruh pengerjaan beautifikasi dan revitalisasi bandara serta persiapan berbagai fasilitas serta sarana pendukung di Bandara Bali telah rampung dan siap untuk menyambut tamu negara dan delegasi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Dalam protokol kesehatan saat KTT G-20, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta sebelum berangkat dan saat tiba di Indonesia. Mereka wajib menunjukkan bukti vaksinasi dosis lengkap dan registrasi pada aplikasi PeduliLindungi oleh tamu non-VVIP. Aplikasi PeduliLindungi kini sudah tersedia dalam 13 bahasa.

Selanjutnya, guna memastikan keamanan dan keselamatan pasien, para tamu yang melibatkan VVIP harus melakukan RT-PCR 1×24 jam sebelum kegiatan berlangsung. Sementara itu, untuk semua delegasi, pemerintah menyediakan tes antigen. Para tamu juga perlu memeriksakan suhu tubuh dan memindai QR PeduliLindungi setiap masuk ke arena acara.

Jika suhu lebih dari 37,5 derajat Celsius, kata Wiku, yang bersangkutan harus melakukan RT-PCR. Pengambilan sampel akan dilakukan tim kesehatan yang terdiri atas tim surveilans penyakit dan faktor risiko, tim pengambil spesimen, dan tim laboratorium.

“Pemerintah juga menyediakan dukungan fasilitas kesehatan untuk testing dan juga pelayanan kesehatan untuk mendukung kelancaran acara G-20,” ujar dia.

photo
Anggota TNI mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan VVIP Presidensi G20 di Denpasar, Bali, Senin (7/11/2022). Sebanyak 14.351 personel prajurit TNI yang terdiri dari Mabes TNI 1.063 orang, Paspampres 1.451 orang, TNI AD 6.552 orang, TNI AL 2.474 orang, TNI AU 2.811 orang yang tergabung dalam Komando Gabungan Terpadu Pengamanan Very Very Important Person (Kogabpadpam VVIP) diterjunkan untuk memastikan keamanan para kepala negara dan delegasi dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Juru Bicara G-20 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Bali sudah cukup tinggi. Berdasarkan data Kemenkes pada Senin (7/11), cakupan booster di Bali sudah mencapai 2.128.290 dari target 3.774.174 atau sudah 56,39 persen. Dia yakin tingkat tersebut cukup mampu untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 yang saat ini sedang melonjak lagi.

“Kesiapan protokol kesehatan selama KTT sudah direncanakan, dan masyarakat di Bali juga sudah diberikan edukasi untuk tetap protokol kesehatan,” ujar Nadia.

Dalam sepekan terakhir, kasus Covid-19 di Bali fluktuatif. Di tengah kasus nasional yang melonjak relatif tinggi hingga 5.000 kasus per hari, Provinsi Bali menyumbang 80-90 kasus per hari. Angka kematian nasional juga cukup mengkhawatirkan. Setelah konsisten kurang dari 10 kematian per hari beberapa waktu lalu, kasus kematian harian kini melonjak hingga 42 orang per hari.

photo
Anggota TNI AU mempersiapkan pesawat tempur dan helikopter saat apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan VVIP Presidensi G20 di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (7/11/2022). - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Antibodi tinggi

Meski kasus Covid-19 saat ini naik, antibodi masyarakat Indonesia ternyata sudah hampir 100 persen. Artinya, hampir seluruh rakyat Indonesia memiliki antibodi SARS-CoV-2 yang membuat tubuh masyarakat memiliki imunitas terhadap Covid-19. Hal tersebut secara ilmiah terbukti melalui hasil survei serologi.

“Ini adalah hasil survei antara Kemenkes dan FKM UI (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia—Red). Kalau dilihat di Juli 2022, ternyata ada 98,5 persen masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi untuk Covid-19,” kata epidemiolog dari UI, Iwan Ariawan.

Survei serologi tersebut dilakukan pada Juli 2022. Angka tersebut meningkat dari periode Desember 2021 yang mencapai 87,8 persen. “Sekarang sudah November, harusnya sudah lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang punya antibodi ini,” ujar Iwan.

photo
Petugas pengamanan KTT G-20 bersiaga dalam gelar pasukan di Denpasar, Bali, 7 November 2022.  - (EPA-EFE/MADE NAGI)

Survei yang sama juga menunjukkan kadar antibodi SARS-CoV-2 yang dimiliki masyarakat Indonesia telah meningkat lebih dari empat kali lipat. Iwan menyebutkan, pada Desember 2021, secara rata-rata masyarakat Indonesia memiliki 444,1 unit antibodi SARS-CoV-2 per mililiter (U/ml). Lalu, dalam waktu satu semester setelahnya atau Juli 2022, secara rata-rata angka tersebut meningkat signifikan menjadi 2097 U/ml atau hampir lima kali lipatnya.

Antibodi terhadap Covid-19 yang dimiliki masyarakat Indonesia bisa didapatkan dengan dua kemungkinan. Pertama, kata Iwan, melalui vaksinasi Covid-19. Kedua, pernah terinfeksi Covid-19 secara alami.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Imunisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Prima Yosephine mengatakan, kebijakan vaksinasi booster masih akan menjadi persyaratan bagi pelaku perjalanan hingga akhir tahun.

Salah satu alasan pemerintah tetap mempertahankan aturan tersebut adalah untuk mempercepat laju vaksinasi Covid-19 guna mengantisipasi mobilitas yang tinggi menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2023.

photo
Petugas dari kepolisian bersiaga saat gelar pasukan menjelang pelaksanaan KTT G-20 di Denpasar, Bali, 7 November 2022. - (AP Photo/Firdia Lisnawati)

“Jelang libur akhir tahun, tetap booster akan jadi syarat perjalanan, aturan tersebut diharapkan untuk tingkatkan laju vaksinasi kita,” kata Prima.

Tak hanya itu, Kemenkes juga akan mengevaluasi penggunaan platform PeduliLindungi di ruang publik. Menurut dia, banyak petugas satgas di lapangan saat ini yang tidak mengecek secara detail status vaksinasi pengunjung. “Saya lihat petugas tidak mengerti dan kadang tidak dilihat apa benar PeduliLindungi atau screenshot,” ujarnya.

Prima mengatakan, Kemenkes dan satgas juga akan kembali mengedukasi petugas satgas di ruang publik perihal warna status vaksinasi Covid-19, seperti mengenai warna hijau yang akan muncul bila seseorang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. “Petugas harus paham apa yang harus dicek dari platform pengunjung. Jangan hanya lewat-lewat saja,” ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, meminta masyarakat tetap mewaspadai lonjakan Covid-19 pada momen perayaan Natal dan tahun baru. Ia terus mengingatkan adanya potensi penularan varian dan subvarian baru virus korona yang bisa berimbas pada lonjakan kasus Covid-19.

Kenapa ini diprediksi 1-2 bulan meningkat? Karena ini berkorelasi dengan pergerakan penduduk, khususnya karena, misalnya, menjelang Natal dan tahun baru,” ujar Dicky.

Banjir dalam Tradisi Komunal

Kokohnya tradisi komunal dalam menghadapi bencana alam tak hanya ditemukan di desa-desa Jawa.

SELENGKAPNYA

Dolar AS Diprediksi Terus Menguat

Penguatan dolar AS diprediksi terus berlanjut dan akan menekan nilai tukar berbagai mata uang, termasuk rupiah.

SELENGKAPNYA

'Pasien Covid-19 Berdatangan'

Para lansia dan orang yang belum pernah terkena Covid-19 rentan terinfeksi subvarian XBB.

SELENGKAPNYA