vp,,rm
Warga menunggu giliran untuk menjalani vaksinasi Covid-19 di Taman Dewi Sartika, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (18/10/2022). Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat bahwa penerima vaksin Covid-19 dosis ketiga atau dosis penguat di Indonesia p | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Kabar Utama

'Pasien Covid-19 Berdatangan'

Para lansia dan orang yang belum pernah terkena Covid-19 rentan terinfeksi subvarian XBB.

JAKARTA -- Kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren kenaikan dalam sepekan terakhir. Munculnya subvarian omikron XBB disebut berpengaruh terhadap angka rawat inap. Masyarakat, khususnya kalangan lanjut usia (lansia), diminta meningkatkan kewaspadaan dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, angka konfirmasi kasus Covid-19 naik ke level 4.000-an kasus pada awal November dari 2.000-an kasus pada akhir Oktober. Adapun per Ahad (6/11), kasus Covid-19 tercatat sebanyak 3.663 kasus setelah pada Sabtu (5/11) tercatat berada pada angka 4.717 kasus. Jumlah pasien sembuh bertambah 2.495 orang dan jumlah pasien meninggal sebanyak 22 pasien.

Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan, Erlina Burhan, mengatakan, subvarian omikron XBB patut diduga menjadi penyebab kenaikan kasus Covid-19. Bahkan, kata dia, subvarian omikron XBB telah memengaruhi angka rawat inap di RS Persahabatan.

"Iya betul, berpengaruh dengan angka rawat inap. Pasien baru mulai berdatangan. Mungkin kami harus menambah kapasitas tempat tidur," kata Erlina kepada Republika dalam pesan singkatnya, Ahad (6/11).

Erlina yang juga merupakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan, para lansia dan mereka yang belum pernah terkena Covid-19 menjadi pihak paling rentan tertular subvarian XBB. Menurut dia, hal tersebut seperti yang terjadi di Singapura.

Ada banyak pasien Covid-19 di Singapura yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi Covid-19. Mereka disebut sebagai Covid naive. Meski demikian, Erlina menegaskan, hal tersebut belum bisa dibuktikan di Indonesia.

"Iya, (subvarian XBB) lebih mudah menular. Belum ada bukti bahwa gejala klinisnya lebih berat. Tapi, hati hati untuk lansia," ujar Erlina.

photo
Warga tanpa menggunakan masker saat berkunjung ke Malioboro, Yogyakarta, Ahad (6/11/2022). Tren kasus Covid-19 di Yogyakarta beranjak naik memasuki November, dengan penambahan kasus di atas 100 setiap harinya. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan kembali, serta mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 seperti periode sebelumnya. - (Republika/Wihdan Hidayat)

Peneliti keamanan dan ketahanan kesehatan global Dicky Budiman tak memungkiri bahwa subvarian XBB bisa memengaruhi peningkatan perawatan pasien di rumah sakit. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap waspada. "Untuk varian XBB, saya lihat potensinya cukup relatif kuat untuk meningkatkan risiko orang masuk rumah sakit," kata Dicky kepada Republika, Ahad (6/11).

Dicky menjelaskan, karakter subvarian XBB lebih mudah menginfeksi. Subvarian tersebut juga lebih mampu menerobos pertahanan tubuh meski seseorang sudah mendapatkan vaksin booster. Dia menjelaskan, infeksi juga mudah terjadi pada orang yang sudah terinfeksi Covid-19 berkali-kali.

"Karena orang yang berkali-kali terinfeksi, daya tahan tubuhnya menurun. Riset mengatakan seperti itu," kata dia.

Menurut Dicky, pemerintah masih terlalu mengabaikan mutasi Covid-19, padahal mutasi masih terus terjadi. Vaksin booster pun masih sulit ditemukan di beberapa daerah.

 
Kalau abai, jelas terlihat dari komunikasi yang terlalu optimistis, tapi kurang membangun kewaspadaan. Termasuk kurangnya ketersediaan vaksin booster.
 
 

"Kalau abai, jelas terlihat dari komunikasi yang terlalu optimistis, tapi kurang membangun kewaspadaan. Termasuk kurangnya ketersediaan vaksin booster," ungkap Dicky.

Dicky menegaskan, cara paling efektif untuk mencegah penularan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

"Pemerintah dapat melakukan deteksi dini dan melakukan upaya-upaya mitigasi lainnya dengan pembatasan, tapi tidak mesti dengan level PPKM, tapi konsisten komitmen penerapannya," ucap Dicky.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Laut Jatmiko Haryono menyampaikan, pada Ahad (6/11), pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, sebanyak 33 orang. Jumlah itu mengalami pengurangan sebanyak sembilan pasien dari sehari sebelumnya, yakni sebanyak 42 pasien.

"Untuk keterisian tempat tidur di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, saat ini terisi 0,87 persen dari total 3.801 kapasitas tempat tidur. Sementara itu, tempat tidur yang sudah kosong atau tidak terpakai lagi sebanyak 3.768 tempat tidur," kata dia, kemarin.

Jatmiko menambahkan, pada Ahad, ada empat pasien yang masuk rawat inap di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Sementara itu, 10 orang dilaporkan telah sembuh dan keluar dari RSDC Wisma Atlet.

photo
Petugas menyuntikkan vaksin pada Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). IndoVac menjadi vaksin Covid-19 pertama yang diproduksi secara lokal di dalam negeri mulai dari proses hulu hingga hilir dan telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat serta akan diproduksi sebanyak 20 juta dosis di tahun 2022. - (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, meminta pemerintah mengantisipasi penyebaran subvarian XBB. Salah satunya, pemerintah perlu mengevaluasi kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar. "Terlebih jika dalam kegiatan tersebut penegakan prokes sulit untuk diterapkan," ujar Charles.

Pemerintah juga harus bersiap mengantisipasi skenario terburuk dari tren lonjakan kasus Covid-19 yang tengah terjadi, Terutama akibat varian XBB yang sudah terkonfirmasi masuk ke Indonesia. "Apabila langkah pembatasan sosial harus kembali dijalankan demi meredam penularan maka hal tersebut harus dipersiapkan dengan matang, baik secara teknis di lapangan maupun cara komunikasi kepada publik," ujar Charles.

Menurut dia, pemerintah juga perlu mengkaji kebijakan yang diambil untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19 dari varian XBB. Dengan begitu, pemerintah dapat meminimalkan potensi kerugian yang mungkin dialami masyarakat luas.

Resesi, Bisa Ya, Bisa Tidak

Pandangan dunia saat ini datar, membuat ekonom pesimistis.

SELENGKAPNYA

Lula Is Back

Nasib Bolsonaro serupa dengan Trump: dikalahkan saat menjadi incumbent oleh politisi senior.

SELENGKAPNYA

Selayang Pandang Muktamar ke-48 Muhammadiyah

Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengusung tema dan semangat kemajuan.

SELENGKAPNYA