Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) berjalan menuju Gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/10/2022). Kedatangannya bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto itu untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Timur seba | ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sepak Bola

PSSI Sudah Lapor FIFA, Klub Ingin Kompetisi Segera Dimulai

KLB PSSI ini penting untuk masa depan sepak bola nasional.

 

JAKARTA -- Sejumlah klub berharap kompetisi sepak bola di Indonesia bisa cepat digulirkan kembali. Sementara itu, pihak PSSI telah melapor kepada FIFA bahwa penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) akan digelar pada 18 Maret 2023.

"Semoga dengan rencana digelarnya KLB PSSI yang dipercepat, liga dapat segera dimulai dalam bulan-bulan ini,” kata CEO Dewa United FC, Ardian Satya Negara, saat dihubungi Republika dari Jakarta, Selasa (1/11).

 

 
 
Kami berharap liga dapat dikelola lebih profesional lagi sehingga dapat menciptakan ekosistem yang sehat serta industri yang maju untuk persepakbolaan Indonesia.
 
 

 

Sebagai klub pendatang baru di Liga 1, Ardian berharap penyelenggaraan liga Indonesia dapat dikelola secara profesional. Ia ingin penyelenggaraan KLB PSSI itu bisa memberikan perbaikan kepada sepak bola Indonesia.

“Kami berharap liga dapat dikelola lebih profesional lagi sehingga dapat menciptakan ekosistem yang sehat serta industri yang maju untuk persepakbolaan Indonesia,” ujarnya.

Secara terpisah, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, merespons surat yang telah dikirim PSSI kepada FIFA terkait penyelenggaraan KLB. Ia mengatakan, pada prinsipnya Bhayangkara akan mengikuti keputusan yang sudah dikeluarkan Exco PSSI. Hal terpenting saat ini, kata dia, keputusan tersebut dapat bermanfaat kepada semuanya, terutama peserta liga.

“Supaya Liga 1 segera diputar kembali, termasuk Liga 2. Jadi, jangan terus dengan sudah disepekati adanya KLB ini dimajukan, tapi (kompetisi) liga malah tidak berjalan,” katanya kepada Republika.

 

KLB PSSI jangan hanya dilihat mundurnya ketua umum dan pengurus lainnya. Itu terlalu dangkal. Ke depan, PSSI harus lebih baik lagi, terutama dalam hal tata kelola sepak bola nasional.
 
   

 

Sumardji mengatakan, dengan tidak adanya kepastian penyelenggaraan kompetisi, klub menderita. Ia menegaskan, klub hanya ingin adanya kepastian kompetisi kembali berjalan. “Tentunya, kami berharap dengan KLB, semoga saja dapat menghidupkan kembali liga dan semua yang terkait dengan sepak bola.”

Edi Nurinda, aktivis sepak bola yang pernah menjadi pengurus PSSI periode 2010-2013 dan kini menjadi salah satu pejabat di Kemenpora, menyatakan KLB PSSI ini penting untuk masa depan sepak bola nasional.

"KLB PSSI jangan hanya dilihat mundurnya ketua umum dan pengurus lainnya. Itu terlalu dangkal. Ke depan, PSSI harus lebih baik lagi, terutama dalam hal tata kelola sepak bola nasional," ujar Edi.

Sementara itu, dalam unggahan di laman resmi, PSSI memberikan laporan kepada FIFA bahwa KLB untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) akan digelar pada 18 Maret 2023.

Laporan tersebut dituangkan PSSI dalam surat bernomor 4452/ULN/537/X-2022 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi. Surat itu ditujukan kepada Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PSSI (@pssi)

Sebelum KLB, PSSI juga memberitahukan kepada FIFA bahwa akan ada kongres untuk menetapkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) pada 7 Januari 2023.

PSSI menunggu persetujuan dan rekomendasi FIFA terhadap laporan tersebut sampai 7 November 2022 agar segera mengabarkan semua anggotanya soal KLB dan tahapan-tahapannya.

PSSI memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan KLB pemilihan ketua umum serta anggota Exco baru, yang normalnya akan digelar pada November 2023, setelah menggelar rapat darurat pada Jumat (28/10) malam di Kantor PSSI, Jakarta.

Desakan kepada PSSI untuk segera menggelar KLB awalnya datang dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk Pemerintah Indonesia menyusul terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Mahfud MD (@mohmahfudmd)

TGIPF, dalam dokumen yang dikeluarkan pada 14 Oktober 2022 itu, merekomendasikan supaya jajaran Exco PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya ratusan korban, baik meninggal maupun luka-luka, akibat peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Untuk itu, tim yang diketuai Menkopolhukam Mahfud MD tersebut mengusulkan agar PSSI melaksanakan KLB agar dapat memilih anggota Exco baru, yang di dalamnya termasuk ketua umum dan wakil ketua umum.

Ketum PSSI: Saya Ingin Kompetisi Berjalan

PSSI meminta persetujuan FIFA untuk melakukan Kongres Luar Biasa.

SELENGKAPNYA

Rekor Tandang Milan Terhenti di Turin

Pada laga lainnya, Salernitana sukses menumbangkan Lazio, 3-1, di Roma.

SELENGKAPNYA

Saling Sikut di Laga Pamungkas

Tiket babak 16 besar Liga Champions dari Grup D akan ditentukan di laga terakhir. 

SELENGKAPNYA