Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kedua kanan) berjalan menuju Gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/10/2022). Kedatangannya bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto itu untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Timur | ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sepak Bola

Ketum PSSI: Saya Ingin Kompetisi Berjalan

PSSI meminta persetujuan FIFA untuk melakukan Kongres Luar Biasa.

JAKARTA -- Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyebut percepatan pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) agar kompetisi di Indonesia dapat bergulir. Sebab, banyak pihak menggantungkan hidupnya dari adanya pertandingan di stadion-stadion.

"Saya hanya ingin kompetisi itu bisa berjalan. Dengan kompetisi terhenti maka marwah sepak bola itu akan hilang," kata pria yang akrab dipanggil Iwan Bule itu, di Jakarta, Senin (31/10).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PSSI (@pssi)

Pernyataan Iwan itu disampaikan setelah pertandingan di kompetisi Indonesia terhenti, mulai dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Kompetisi itu terhenti setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober silam yang telah mengakibatkan kematian ratusan penonton seusai menyaksikan duel Arema FC kontra Persebaya.  

Iwan juga menepis tudingan sejumlah pihak yang selama ini menilainya lari dari tanggung jawab terhadap tragedi Kanjuruhan yang telah menelan ratusan korban jiwa. Ia menegaskan tidak ada sedikit pun terlintas di hatinya untuk acuh menyaksikan tragedi tersebut. Lebih lanjut, Iwan mempersilakan mekanisme untuk mempercepat KLB berjalan karena keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan dengan seluruh anggota Exco PSSI. 

"Kami sepakat mengusulkan kepada FIFA untuk mempercepat kongres dan KLB untuk merespons rekomendasi TGIPF dengan tujuan agar kompetisi sepak bola di Indonesia dapat diizinkan digelar kembali. Selain itu, kami melakukannya karena adanya permintaan dari anggota kami yang memiliki suara," katanya menambahkan.

Pihaknya berharap proses percepatan KLB ini bisa diakomodasi juga oleh FIFA yang menjadi induk organisasi PSSI. "Hari ini rencananya surat percepatan KLB dikirim ke FIFA. Jadi, mari kita menunggu dan bersabar. Saya juga berharap agar duka sepak bola kita segera berakhir dan kompetisi bisa kembali digulirkan," kata purnawirawan polisi jenderal bintang tiga itu.

 
 
Mungkin ada sebagian masyarakat yang mencibir bahwa ini hanya akal-akalan agar mereka mencalonkan diri lagi.
 
 

Sementara itu, anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, mengatakan, isi surat dari PSSI yang disampaikan kepada FIFA berisi rencana PSSI untuk mempercepat pelaksanaan KLB yang seharusnya berlangsung pada November 2023.

Dia menjelaskan, dalam surat tersebut, PSSI meminta persetujuan FIFA untuk melakukan Kongres Luar Biasa PSSI dengan agenda antara lain penetapan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan pada 7 Januari.

"Di surat itu kita sampaikan juga bahwa PSSI sudah punya timeline hingga kepengurusan baru PSSI terpilih, tergantung FIFA-nya nanti menyepakati atau memberikan rekomendasi atau tidak," kata Vivin saat dihubungi Republika, Senin.

Menurut dia, kecil kemungkinan FIFA menolak untuk memberikan rekomendasi kepada PSSI perihal percepatan KLB tersebut. Dia mengatakan, jika ada anggota yang meminta KLB, FIFA pada akhirnya akan melihat jadwal dan mengirim utusan menghadiri kongres untuk melegitimasinya. 

"Nanti PSSI akan memberikan surat pemberitahuan kepada seluruh anggota bahwa akan ada kongres biasa dengan agenda pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan dan hal lain yang dianggap perlu," kata Vivin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Joko Widodo (@jokowi)

Anggota Exco PSSI, Dirk Soplanit, menjelaskan, keputusan pengurus PSSI untuk mempercepat pelaksanaan KLB adalah untuk memenuhi rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan agar kompetisi sepak bola Indonesia bisa kembali bergulir. Menurut Dirk, langkah yang diambil PSSI itu sudah tepat.

"Mungkin ada sebagian masyarakat yang mencibir bahwa ini hanya akal-akalan agar mereka mencalonkan diri lagi. Tapi, saya rasa enggak usah mikir sejauh itu, yang penting KLB ini jalan dulu, kemudian terbentuklah pengurus baru. Toh, itu nanti tergantung dari voters,” kata Dirk.

Demi Nol Emisi Karbon, Jatim Pangkas Pajak Kendaraan Listrik

Pemprov Jatim telah memberikan insentif pajak sebesar 90 persen untuk kendaraan berbasis listrik

SELENGKAPNYA

Pengembangan Tol Naikkan Wisata ke Pangandaran

Jalan tol dan layanan penerbangan diharapkan memudahkan kunjungan ke Pangandaran

SELENGKAPNYA

Menyambut Calon Jawara FFI 2022

Film yang tayang di layanan OTT dan film festival juga menjadi nominasi FFI 2022

SELENGKAPNYA