Suporter Arema FC (Aremania) berunjuk rasa di depan Balaikota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/10/2022). Mereka menuntut penegakan hukum yang adil, terbuka dan tak pandang bulu dalam kasus tragedi Kanjuruhan yang menelan 133 korban jiwa. | ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Jawa Timur

Crisis Center Tragedi Kanjuruhan Masih Beroperasi

Pemain Arema FC mendapatkan pendampingan pulihkan kondisi psikologis pascatragedi Stadion Kanjuruhan.

MALANG -- Layanan Crisis Center untuk korban tragedi Kanjuruhan dipastikan masih tetap beroperasi. Layanan ini telah dibuka sejak tragedi Kanjuruhan terjadi pada awal Oktober lalu.

Seperti disampaikan Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, layanan Crisis Center ditujukan untuk meringankan beban keluarga korban meninggal. Kemudian juga untuk penanganan korban luka hingga memberikan akses konseling psikolog terhadap siapapun yang terdampak insiden tersebut. "Baik yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung," kata Gilang di Kota Malang, Ahad (23/10).

Untuk diketahui, Crisis Center Arema FC bertempat di Kantor Arema FC Jalan Mayjend Pandjaitan Nomor 42 Kota Malang.  Layanan tersebut diletakkan di tempat ini untuk menjangkau Aremania korban tragedi Kanjuruhan.

photo
Sejumlah keluarga dari almarhum Reivano Dwi Afriansyah berjalan menuju Kamar Jenazah Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur, Jumat (21/10/2022). Reivano menjadi korban meninggal dunia dari tragedi Kanjuruhan ke-134 usai menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). - (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Gilang menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam dalam menangani tragedi Kanjuruhan. Setelah menyelesaikan bantuan bagi seluruh korban baik yang meninggal, luka berat, dan luka ringan, pihaknya juga memberikan beasiswa bagi korban yatim piatu.

Setelah semua korban tertangani dan mendapatkan perhatian, manajemen Arema FC berusaha fokus pada percepatan pemulihan kondisi. Menurut Gilang, tragedi Kanjuruhan telah memberikan pukulan telak kepada seluruh elemen termasuk pemain.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih membantu proses pemulihan fisik dan mental dari para pemain dan official yang sangat terpukul efek tragedi kanjuruhan. "Karena tidak ada satu pun pemain yang tidak terpukul atas kejadian ini, tetapi kami harus bangkit dan pulih,” jelasnya.

 

 

Karena tidak ada satu pun pemain yang tidak terpukul atas kejadian ini, tetapi kami harus bangkit dan pulih.

 

GILANG WIDYA PRAMANA Presiden Arema FC
 

 

Dari sisi proses hukum, manajemen Arema FC saat ini juga tengah menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi atas terjadinya insiden di Kanjuruhan. Hal yang pasti, pihaknya berduka dan siap koperatif terkait segala proses yang sedang dilakukan.

Selain itu, Gilang menyatakan, Arema FC masih berada di jalur yang sama sesuai dengan apa yang disuarakan oleh suporter. Dengan kata lain, Arema FC masih menginginkan perbaikan sepak bola di Indonesia. Kemudian berharap tragedi Kanjuruhan bisa diusut secara tuntas oleh semua pemangku kebijakan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Arema FC (@aremafcofficial)

Terpisah, para pemain Arema FC mendapatkan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis pascatragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang.

Salah seorang psikolog yang memberikan pendampingan kepada tim Arema FC Dian Wisnuwardhani mengatakan pendampingan menjadi penting bagi pemain untuk beradaptasi dalam memulai proses latihan serta aktivitas sehari-hari.

"Tim kami memberikan stabilisasi emosi dengan tujuan agar mereka tetap bisa beraktivitas dan melakukan rutinitas latihan," kata Dian.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Arema FC (@aremafcofficial)

Pendampingan kepada tim Arema FC dilakukan secara berkelompok maupun personal kepada masing-masing pemain. Pendekatan secara individual dirasa menjadi hal yang sangat penting, karena dampak psikologis yang dirasakan masing-masing pemain berbeda-beda.

Ia menambahkan, pendampingan tersebut akan dilakukan setidaknya dalam kurun waktu dua pekan sesuai kebutuhan pemain untuk memulihkan kondisi mereka. Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui konseling di ruangan, tetapi juga saat menjalani latihan.

"Pendampingan psikologis dilakukan secara individual dan kelompok. Ini dilakukan selama dua pekan dan akan berlanjut sesuai dengan kebutuhan atlet saat ini," ujarnya. 

BPOM Ungkap 23 Sirop Aman Digunakan

Sebanyak 26 vial Fomepizole untuk pengobatan ginjal akut datang dari Singapura dan Australia.

SELENGKAPNYA

Rencana Relokasi Warga Rawan Bencana Perlu Disosialisasikan

Pemkot Bogor sudah melakukan pemetaan di setiap kecamatan untuk tempat relokasi

SELENGKAPNYA

Paloh: Pidato Presiden Nasihat, Bukan Sindiran

Ketum Nasdem menilai bahwa Anies merupakan sosok yang memiliki jam terbang tinggi sebagai pemimpin

SELENGKAPNYA