Rangkaian MRT melintas di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan tarif integrasi untuk layanan transportasi umum massal yakni Transjakarta, MRT dan LRT dengan tarif maksimum dalam satu kali perja | Republika/Putra M. Akbar

Bodetabek

Pembangunan MRT ke Tangsel Belum Jelas

Biaya pembangunan MRT maupun LRT sangat mahal

TANGERANG SELATAN -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sempat merencanakan pembangunan mass rapid transit (MRT) ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rute MRT ke Tangsel merupakan perpanjangan dari rute Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel juga mendapat kabar pemerintah pusat bakal membangun light rail transit (LRT). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo mengatakan, perkembangan pembangunan dua transportasi publik berbasis rel itu hingga kini masih belum jelas.

Penyebabnya satu, yaitu persoalan pendanaan. "Ini wacana dulu yang kita coba hidupkan kembali. Ini kan sudah lama dikaji, hanya memang terakhir ini terkait dengan persoalan siapa yang akan mendanai program ini," kata Bambang di Tangsel, Banten, Senin (17/10).

 
Ini kan sudah lama dikaji, hanya memang terakhir ini terkait dengan persoalan siapa yang akan mendanai program ini.
BAMBANG NOERTJAHJO Sekda Tangsel
 

Menurut dia, biaya pembangunan MRT maupun LRT sangat mahal. Sebagai perbandingan, pembangunan MRT rute Bundaran HI-Kota Tua sepanjang 6,3 kilometer diproyeksikan menelan anggaran Rp 25,3 triliun.

Biaya pembangunan membengkak dari taksiran awal Rp 22,6 triliun lantaran banyak ditemukan peninggalan kuno di sepanjang rute yang dibangun di bawah tanah tersebut. Adapun rute Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,7 km yang diresmikan pada 2019 menelan dana Rp 16 triliun.

photo
Temuan artefak saluran air atau terakota di Jakarta, Selasa (20/9/2022). Pada pembangunan proyek MRT CP203 Glodok-Kota terdapat penemuan artefak berupa pecahan keramik, botol, bata zaman kolonial serta terakota yang merupakan peninggalan zaman Kolonial Belanda.Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)
SHARE    


Bambang pun menilai, pembangunan transportasi di Tangsel membutuhkan waktu cukup panjang. Pemkot Tangsel sempat membuka opsi MRT diganti LRT dengan harapan biaya menurun. Namun, tetap saja anggaran pembangunan per kilometer terbilang mahal bagi Tangsel yang memiliki APBD 2022 sebesar Rp 3,95 triliun.

"Bukan hanya tinggi (biayanya), tapi sangat tinggi. Sudah ada penurunan level, awalnya kita bicara MRT menjadi LRT cari yang lebih efisien. Ini perlu pembahasan pendanaan dari pihak yang kita ingin ajak serta untuk menyukseskan ini," ujarnya.

Bambang menjelaskan, upaya menggandeng swasta diperlukan untuk menunjang ketersediaan sarana dan prasarana selama proyek dibangun. Salah satu hal terpenting adalah mengenai ketersediaan lahan. Karena itu, kata dia, sebelum sampai fase pembangunan fisik, masih banyak tahapan yang perlu dipikirkan.

"Transportasi publik sasarannya adalah publik, berarti mau tidak mau harus bawa track-nya ke area publik berkumpul. Nah, ini biasanya akan membutuhkan sarana infrastruktur minimal lahan yang akan kita gunakan sebagai pembuatan statiun misalnya," kata Bambang.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tangsel juga sedang mengkaji penyediaan transportasi publik yang lebih memadai dan terjangkau dengan penyediaan angkutan kota. Saat ini, Dinas Perhubungan Kota Tangsel masih menelaah pembaruan trayek.

Dengan begitu, rute yang dilayani angkot nanti bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan opsi mobilitas menggunakan transportasi umum. "Kita berharap kajian itu bisa selesai segera agar kita bisa tepat juga mengambil kebijakan mau ngapain?" ujar Bambang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DISHUB TANGSEL (dishub_tangsel)

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Tangsel Muhammad Syaiful memperkirakan, kajian pengadaan angkot bisa selesai pada tahun ini. Sehingga pada 2023, transportasi publik yang lebih memadai di Kota Tangsel dapat direalisasikan.

"Yang utama dalam kajian itu hasil output-nya seperti penambahan trayek, pembaharuan trayek, perpanjangan trayek, dan terkait BRT (bus rapid transit) yang ada," ujarnya.

Syaiful menerangkan, akan menciptakan rute angkot yang saling terintegrasi dengan layanan BRT. Selain itu, pihaknya ingin menggandeng para pengembang besar untuk ikut menyediakan angkutan umum di wilayahnya masing-masing.

Sehingga persoalan kemacetan di Tangsel bisa teratasi. "Kami mencari pengembang-pengembang untuk mengembangkan angkutan umum di wilayahnya sehingga jadi feeder-feeder angkutan yang ada," kata Syaiful.

Ketakutan Penjajah pada Ulama Betawi

Sekalipun tidak sekeras Portugis, Belanda juga menunjukkan kebencian terhadap Islam.

SELENGKAPNYA

Mendagri Minta Heru Waspada Inflasi di Jakarta

Pj gubernur DKI siap meniru gaya kerja Jokowi dalam melayani warga

SELENGKAPNYA

UUS Bank Sinarmas Spin Off Menjadi Bank Nano Syariah

Pada akhir 2022, total aset Bank Sinarmas setelah pemisahan UUS akan tetap terjaga di atas Rp 40 triliun.

SELENGKAPNYA