Band Cokelat | Republika-Intan Pratiwi

Geni

Cokelat Kembali Melekat

Setelah 12 tahun berpisah, momen bersama kembali bukan hal mudah bagi Cokelat

OLEH INTAN PRATIWI

Waktu 12 tahun tampaknya cukup bagi para personel grup musik Cokelat untuk berada di jalan pilihannya masing-masing. Kini, mereka memutuskan untuk kembali berada pada jalur yang sama di bawah naungan bendera Cokelat.

Terpisah selama 12 tahun dan kemudian bersama lagi menjadi momen sentimental, tidak hanya bagi Kikan cs, tapi juga bagi penggemar. Hal ini terlihat jelas dari panggung Live Show Mbloc Fest pada Ahad (25/9). Malam itu, Kikan (vokalis) tak mampu membendung air matanya.

Suara pemilik nama lengkap Namara Surtikanti ini juga beberapa kali tercekat ketika menyapa penonton. Ernest (gitaris), Edwin (gitaris), Ronny (bassist), dan Ervin (drummer) pun tak bisa menyembunyikan raut harunya karena mereka akhirnya kembali dalam satu panggung.

Pertunjukan Live Show Mbloc Fest menjadi panggung kedua bagi Cokelat sejak comeback dengan formasi awal. Cokelat resmi mengumumkan kembalinya Kikan dan Ervin pada 17 Agustus 2022, setelah pada 2010 band ini bongkar pasang personel.

Mewakili para sahabatnya, Kikan berterima kasih atas semua dukungan yang selalu meminta mereka bereuni dan kembali. “Dua belas tahun waktu yang lama dan berkat kalian semua kami bisa bersama-sama kembali,” kata Kikan.

Selama 12 tahun berpisah, masing-masing personel memahami kata rindu. Kikan tak menampik, saat memutuskan hengkang pada 2010, itu bukan hal mudah bagi mereka. “Kami semua cintanya berat satu sama lain. Makanya, kadang kalau berantem ya berat juga. Serius. Sampai harus pisah dulu,” jelas Kikan.

Cokelat menyuguhkan tembang-tembang terbaiknya, dimulai dengan “Kebyar-Kebyar”. Disusul dengan lagu “Pergi” dari album pertama mereka, Untuk Bintang, yang dirilis pada Januari 2000 silam.

Entakan drum dan distrosi gitar dari Ernest dan Erwin melepas rindu telinga penonton. Suara Kikan masih khas seperti dulu. Seluruh penonton bernyanyi bersama lantang, meski tanpa komando.

Di pertengahan suguhan, Kikan bercerita setelah 12 tahun berpisah, momen bersama kembali bukan hal mudah. Kikan dan kawan-kawan berlatih dengan sangat keras. Menurut dia, meski chemistry antarpersonel tetap ada, kini mereka adalah orang yang “berbeda”. “Musikalitas yang sudah berubah. Kami berlatih untuk bisa merapikan semuanya," ujar Kikan.

 Kikan sempat membuka lagu “Luka Lama” dengan intro singe piano. “Luka Lama” adalah salah satu lagu yang ia tulis bersama Ervin saat keduanya melewati masa-masa kelam dalam percintaannya masing-masing. 

Suara Kikan magis, membuat beberapa penonton sempat menitihkan air mata. Masuk ke chorus, Ernest mulai memasukkan lead gitar dan membuat reff terentak menyampaikan emosi lagu kepada penonton.”Lagu ini untuk semua yang pernah terluka dan bodoh dalam percintaan dan sudah saatnya bangkit menyembuhkan luka," kata dia.

Kikan beberapa kali menceritakan kisah di balik lagu-lagu yang dibawakan. Misalnya, lagu “Ku Pilih Dia” yang dia tulis saat di Yogyakarta. Usai manggung kala itu, Ronny sang basist menghampirinya untuk menceritakan kegalauannya. Pada saat itu, Ronny memutuskan hendak menikah, namun datanglah seorang perempuan yang dirasa Ronny mampu menghidupkan jiwanya.

“Saat itu, Ronny galau minta ampun. Ronny dihadapkan dua pilihan ya enggak, Ron? Meski akhirnya tetap harus memilih yang saat ini ya, Ron,” ujar Kikan berkelakar, disambut gelak tawa Ronny.

Cokelat juga membawakan lagu karyanya yang sempat menduduki tangga lagu di radio maupun televisi era 2000-an seperti “Karma”, “Segitiga”, dan “Jauh”. Panggung ditutup dengan lagu “Bendera” yang menjadi salah satu tembang fenomenal dari Cokelat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Cokelat Band Official (@cokelat_band)

Terima kasih

Dalam momen kembalinya Kikan dan Ervin ke Cokelat, Kikan tak lupa mengapresiasi dan berterima kasih yang setinggi-tingginya kepada para vokalis dan drummer yang sempat menggantikan dirinya dan Ervin selama 12 tahun. Menurut dia, Cokelat tidak akan bertahan tanpa bantuan mereka. 

Bagi Kikan, kehadiran personel yang sempat menggantikan dirinya dan Ervin adalah napas bagi Cokelat untuk bertahan. “Terima kasih kami kepada Ayu, Sarah, Jackline yang sempat menggantikan saya. Juga Otto dan Axel yang sempat menggantikan Ervin. Respect buat kalian semua. Karena kalian, Cokelat tetap ada dan bertahan. Terima kasih banyak,” kata Kikan.

Kikan berharap, kembalinya Cokelat ke formasi awal bisa mengobati rindu para Teman Cokelat. "Doakan kami terus bersama. Terima kasih atas semua dukungannya. Tunggu karya-karya baru kami,” kata Kikan.

Jejak Keturunan Nabi di Tanah Air

Panggilan habib bukan kebanggaan. Jika tak memberikan manfaat, dia mendapat dosa dua kali lipat

SELENGKAPNYA

Akar Tradisi Maulid Nabi SAW

Peringatan maulid mengalami akulturasi dengan budaya lokal

SELENGKAPNYA

Trauma 'Teror Subuh di Kanigoro'

Selain menangkapi remaja masjid dan PII di Masjid Attaqwa, tempat kegiatan PII, gerombolan PKI itu juga berusaha mengobrak-abrik rumah penduduk.

SELENGKAPNYA