vp,,rm
Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Meraih Ketenangan Hati

Ketenangan hati merupakan gerakan awal untuk bisa menguasai dan menyelesaikan persoalan.

OLEH MOCH HISYAM

Kehidupan ini bukan milik kita seutuhnya. Tidak semua asa yang kita damba mampu kita genggam semuanya. Hari ini mungkin mata kita berbinar-binar merasakan rasa bahagia di dada, esok mungkin mata kita berderai air mata saat bibir tak mampu menjelaskan apa yang telah membuat perasaan terluka.

Ya, cerita hidup tidak akan selalu sama. Berganti dari satu episode kepada episode yang lain. Ada sedih, ada senang. Ada nestapa, ada bahagia. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Itulah nuansa kehidupan dunia yang selalu dipenuhi dengan romantika.

Agar kita bisa menghadapi dan menyelesaikan problematika hidup dengan baik maka kita harus menghadapinya dengan ketenangan hati. Ketenangan hati merupakan gerakan awal untuk bisa menguasai dan menyelesaikan persoalan.

Dengan hati yang tenang, tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan. Kata-kata akan terjaga dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita hadapi. Tegasnya, dengan hati yang tenang, semua persoalan yang menerjang akan mampu kita selesaikan dengan baik dan benar.

Namun, ketenangan hati itu bukan bersumber dari kepintaran, kekayaan, dan kekuatan tubuh, melainkan bersumber dari Allah SWT. “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang beriman” (QS al-Fath (48): 4).

Oleh karena itu, upaya yang harus kita lakukan untuk meraih ketenangan hati adalah dengan melakukan berbagai hal yang menjadikan Allah SWT berkenan menganugerahkan ketenangan hati kepada kita semua. Syekh Dr Sa’ad bin Nashir al Syatsri dalam kitabnya, Hayatu al-Qulub, menyebutkan arahan-arahan yang terdapat dalam Alquran dan sunah untuk meraih ketenangan hati.

Pertama, berkumpul untuk ilmu. “Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah, mereka membaca Kitabullah, mempelajarinya sesama mereka, melainkan akan turun kepada mereka sakinah, rahmat akan meliputi mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah senantiasa menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang berada di sisi-Nya” (HR Muslim).

Kedua, membiasakan diri membaca dan menadaburi Alquran. “Ia adalah ketenangan yang turun karena Alquran” (HR Bukhari: 4839, Muslim: 795). Ketiga, senantiasa berzikir. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (QS al Ra'd [13]: 28).

Keempat, biasakan berbuat baik. “Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tenteram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa merasa tidak tenang dan hati merasa tidak tenteram kepadanya walaupun orang-orang memberimu fatwa (menjadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad no 17894, disahihkan al-Albani dalam Shahîh al Jami no: 2881).

Kelima bersikap jujur. “Sesungguhnya jujur itu ketenangan dan dusta itu keragu-raguan” (HR Tirmidzi no 2518). Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita ketenangan hati dan kelak saat kita wafat akan ada yang berseru kepada kita dengan seruan, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS al Fajr [89]: 27-30).

Wallahu a'lam.

Inflasi dan Profit yang Tergerus

Pemerintah menghadapi dilema menaikkan harga BBM atau tergerusnya profit harga komoditas global.

SELENGKAPNYA

Priangan Berkobar

Warga Bandung memang cinta kotanya yang indah, tetapi lebih cinta kemerdekaan.

SELENGKAPNYA

Mencari Ismail Marzuki, Sang Komposer Legendaris

Dari Kwitang ber-Halo-halo Bandung

SELENGKAPNYA