(ilustrasi) | ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Sastra

02 Sep 2022, 03:45 WIB

Perjalanan Bapak

Sebelumnya, tak ada firasat apa pun ketika bapak berpamitan untuk berangkat kerja, pagi dua hari lalu.

OLEH ZAHRO SYAQUILLA AR Aku kembali mencium tangan bapak, sama seperti yang kulakukan saat bapak akan berangkat kerja dua hari lalu. Bapak tertunduk lesu. Ibu hanya menangis. Hening. Hanya terdengar suara sesenggukan tangisan ibu. Tak ada percakapan antara bapak, ibu, dan juga aku. “Maafkan aku...” ucap bapak yang akhirnya memeluk ibu... ';

Berkarya Bersama di Ruang Digital

Di dunia digital, para penyandang difabel bisa berkesempatan meningkatkan taraf kehidupannya.

SELENGKAPNYA

Nasionalisme dan Kisah Pendudukan Jepang

Di masa pendudukan Jepang hidup rakyat sangat menyedihkan.

SELENGKAPNYA

Tetap Bangga!

The Daddies masih mampu melaju ke partai puncak sekaligus menyelamatkan Indonesia.

SELENGKAPNYA
×