Petugas dari Dinas Kebersihan Mental dan Kesehatan New York membantu warga mendaftar untuk mendapat vaksin cacar monyet alias monkeypox , Selasa (26/7/2022). | AP Photo/Mary Altaffer

Internasional

WHO Siap Terima Usul Nama Baru Cacar Monyet

WHO membuka jalan bagi publik untuk menyarankan nama baru cacar monyet.

LONDON -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, mereka membuka jalan bagi publik untuk menyarankan nama baru cacar monyet, tetapi tidak menetapkan kapan nama baru akan diumumkan.

Laporan pada Jumat (12/8) lalu menyebutkan, WHO sedang mengadakan forum terbuka untuk mengganti nama penyakit tersebut. Pembahasan itu dilakukan setelah beberapa kritikus menyuarakan kekhawatiran bahwa nama itu bisa menghina atau memiliki konotasi rasis.

Cacar monyet pertama kali dinamai pada 1958 ketika monyet penelitian di Denmark diamati memiliki penyakit seperti cacar, meskipun mereka tidak dianggap sebagai hewan penyebab penyakit.

WHO juga mengatakan, telah mengganti nama dua klad dari virus tersebut menggunakan angka Romawi, dan tidak lagi menggunakan nama wilayah geografis. Tindakan ini untuk menghindari stigmatisasi.

Versi penyakit cacar monyet sebelumnya dikenal sebagai "basin Kongo", sekarang akan dikenal sebagai klad I dan "klad Afrika Barat" akan dikenal sebagai klad II.

WHO mengatakan, keputusan itu dibuat setelah pertemuan para ilmuwan pekan ini. Hal itu sejalan dengan praktik terbaik saat ini untuk penamaan penyakit.

Penggantian penamaan bertujuan untuk menghindari pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis. Langkah itu juga meminimalkan dampak negatif pada perdagangan, perjalanan, pariwisata atau kesejahteraan hewan.

Banyak penyakit lain, termasuk ensefalitis Jepang, virus Marburg, influenza Spanyol, dan Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS) diberi nama berdasarkan wilayah geografis tempat penyakit itu pertama kali muncul atau diidentifikasi. Namun, WHO belum secara terbuka menyarankan untuk mengubah nama-nama itu

Hingga akhir pekan lalu, ada lebih dari 31 ribu kasus cacar monyet yang diidentifikasi secara global sejak Mei, dengan mayoritas di luar Afrika. Cacar monyet telah menjadi endemi di sejumlah bagian Afrika tengah dan barat selama beberapa dekade dan tidak memicu wabah besar di luar benua itu hingga Mei 2022.

WHO menyatakan, penyebaran global cacar monyet sebagai keadaan darurat internasional pada Juli 2022. Amerika Serikat menyatakan sendiri epidemi di negaranya sebagai keadaan darurat nasional pada 4 Agustus 2022.

Untuk kasus yang terjadi di luar Afrika, 98 persen penderita adalah pria yang berhubungan dengan sesama jenis. Dengan pasokan vaksin global yang terbatas, pihak berwenang berlomba untuk menghentikan cacar monyet sebelum menjadi penyakit baru yang semakin menyebar.

AS Deklarasikan Darurat Nasional Cacar Monyet

Sebagian besar kasus cacar monyet ditemukan pada pria homoseksual.

SELENGKAPNYA

IDI Minta Pemantauan Cacar Monyet dari Kepulangan Haji

Salah satu faktor risiko terpapar cacar monyet bisa terjadi dari kepulangan jamaah haji.

SELENGKAPNYA

Bentuk Satgas, IDI Waspadai Monkeypox

Ada permintaan khusus mengenai vaksin cacar monyet dari kelompok gay.

SELENGKAPNYA