Petugas kesehatan menyiapkan vaksin cacar monyet di Montreal, Kanada, Sabtu (23/7/2022). | Graham Hughes/The Canadian Press via AP, File

Nusantara

Hasil Tes Suspek Cacar Monyet Negatif

IDI meminta semua pihak jangan menganggap enteng penyakit cacar monyet.

SEMARANG – Hasil polymerase chain reaction (PCR) pasien suspek cacar monyet di Jawa Tengah keluar negatif. Artinya, pasien tersebut dipastikan tidak mengidap cacar monyet.

Hasil pemeriksaan PCR pada pasien yang dicurigai cacar monyet di Jawa Tengah disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. “Saya sudah mendapatkan kabar dan hasil pemeriksaan PCR terhadap pasien tersebut negatif cacar monyet,” ujar Ganjar, Kamis (4/8).     

Meski demikian, gubernur tetap mengingatkan kepada masyarakat dan stakeholder kesehatan di daerahnya agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Setiap kasus (pasien) yang memiliki gejala mirip dengan cacar monyet agar segera diperiksa. ”Karena itu adalah langkah yang paling penting untuk mencegah penyakit cacar monyet ini,” katanya.

Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dijalin, termasuk dengan Kementerian Kesehatan. Ganjar berharap, pengetatan di pintu-pintu masuk Indonesia tetap dilakukan termasuk juga di wilayah Jawa Tengah.

Alasan penyebaran cacar monyet bukan dari Indonesia, maka pengawasan dan pemeriksaan ketat harus dilakukan di pintu-pintu keluar masuk antar negara. “Kita akan minta nanti Kemenkes segera memberikan briefing kepada para petugas di gerbang kedatangan dari luar negeri bisa mengecek menggunakan prosedur pengawasan yang tepat,” kata Ganjar.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban meminta semua pihak jangan menganggap enteng penyakit cacar monyet meski penyakit ini memiliki tingkat fatalitas rendah. "Saya harap Indonesia tidak anggap enteng seperti awal Covid-19," kata Zubairi.

Pihaknya memperkirakan cacar monyet sudah masuk ke Indonesia, tapi belum terdeteksi. "Ada kemungkinan cukup besar, masih mungkin, estimasi mungkin cukup besar bahwa sebetulnya di kita sudah ada, namun belum terdeteksi," katanya.

Hal itu lantaran sudah lebih dari 75 negara melaporkan kasus cacar monyet sehingga Indonesia kemungkinan juga sudah memiliki kasus yang tidak terdeteksi. Zubairi meminta semua pihak di bandar udara waspada terhadap penumpang yang memiliki gejala mengarah pada cacar monyet.

"Kalau misalnya ada orang asing ataupun orang Indonesia, setiap orang yang ada kelainan di kulit, di tangan ataupun di muka ada bintik-bintik cacar atau seperti cacar air atau seperti herpes, ya harus segera lapor. Nanti mestinya di situ disiapkan pos yang ada poliklinik kesehatan," kata dia. 

Satu Suspek Cacar Monyet Dirawat di RS Jawa Tengah

Cacar monyet erat kaitannya dengan komunitas gay.

SELENGKAPNYA

Bentuk Satgas, IDI Waspadai Monkeypox

Ada permintaan khusus mengenai vaksin cacar monyet dari kelompok gay.

SELENGKAPNYA