Petugas memantau suhu tubuh penumpang guna mencegah kasus cacar monyet yang mendarat di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/5/2019). | ANTARA FOTO

Nusantara

Satu Suspek Cacar Monyet Dirawat di RS Jawa Tengah

Cacar monyet erat kaitannya dengan komunitas gay.

SEMARANG — Satu kasus suspek cacar monyet (monkeypox) teridentifikasi di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, status pasien masih dicurigai cacar monyet.

“Kita masih memantau terus sampai dengan hari ini, setelah sebelumya ada sejumlah gejala yang cirinya hampir sama dengan gejala cacar monyet,” katanya, Rabu (3/8). Beberapa waktu lalu juga ditemukan pasien dengan gejala yang hampir sama dengan cacar monyet. Namun setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif.

Kini ditemukan lagi pasien dengan tanda-tanda klinis yang menyerupai gejala cacar monyet. Ganjar mengimbau masyarakat di Jawa Tengah waspada.

Ia berharap pemerintah pusat memperketat berbagai pintu masuk ke Indonesia dari luar negeri. “Maka kami juga meminta, karena ini pasti ada pengaruh dari luar, maka pintu masuk indonesia masih butuh pengetatan- dan pengecekan menggunakan banyak peralatan, agar kita bisa aman dari wabah tersebut," tegasnya.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar mengatakan, pasien tersebut saat ini menjalani isolasi. Kondisinya dipantau secara intensif oleh pihak rumah sakit setempat. “Tentunya sambil menunggu hasil observasi, juga semakin diperkuat upaya pencegahan dan penyebarannya.”

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membenarkan seorang warga di Jawa Tengah yang dikategorikan sebagai suspek (dugaan) cacar monyet. Pasien tersebut sedang menjalani perawatan di salah satu RS swasta di Jawa Tengah.

"Seorang laki-laki usia 55 tahun dan bukan PPLN (pelaku perjalanan luar negeri), suspek monkeypox dan saat ini dirawat isolasi di RS swasta untuk perawatan dan untuk pemeriksaan lanjut untuk memastikan cacar monyet atau bukan," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohamamad Syahril.

Selanjutnya, sambung Syahril, pasien tersebut akan menjalani tes usap polymerase chain reaction (PCR) guna memastikan cacar monyet atau bukan. "Karena bisa saja hanya cacar biasa atau penyakit lain bukan monkeypox. Tunggu saja, ya,” kata Syahril.

Pasien suspek cacar monyet tersebut kini masih dalam pengecekan oleh Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes ke dinkes setempat terkait perawatannya. Diketahui, sampai saat ini, belum terdapat kasus konfirmasi infeksi cacar monyet di Indonesia.

Cacar monyet erat kaitannya dengan komunitas gay. Ketua Satgas Cacar Monyet Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Hanny Nilasari SpKK, Selasa (2/8), mengungkapkan ada dua permintaan khusus terkait vaksin cacar monyet dari kelompok gay. Menurut Hanny, sebagian besar merasa berisiko lantaran banyaknya laporan di dunia terkait penularan cacar monyet di kelompok tersebut.

Namun, sambung Hanny, penggunaan vaksin cacar monyet di Indonesia belum mendapatkan izin dari BPOM. Di luar negeri rekomendasi vaksin tersebut sudah keluar dari CDC dan WHO. Satgas IDI lebih berfokus memberikan edukasi cara penularan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Karena, kontak erat dari kulit ke kulit, atau mukosa ke mukosa. Misalnya mulut, daerah anus, daerah mata, justru itu mentransfer virusnya secara banyak," kata dia. 

Red Notice Surya Darmadi Aktif Hingga 2025

Surya Darmadi juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi penguasaan lahan kelapa sawit.

SELENGKAPNYA

Bentuk Satgas, IDI Waspadai Monkeypox

Ada permintaan khusus mengenai vaksin cacar monyet dari kelompok gay.

SELENGKAPNYA