Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di Rusun KS Tubun, Palmerah, Jakarta, Selasa (5/7/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Nasional

06 Jul 2022, 03:45 WIB

Kemenkes: Booster Jadi Syarat karena Kasus Meningkat

Pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas akan diterapkan paling lama dua pekan lagi.

JAKARTA – Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 pada sejumlah daerah di Jabodetabek yang sedang mengalami tren peningkatan kasus Covid-19. Penerapan PPKM Level 2 di Jabodetabek meliputi seluruh Provinsi DKI Jakarta.

Sedangkan di Provinsi Banten meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Serta di Provinsi Jawa Barat meliputi Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat baru akan diterapkan paling lama dua pekan lagi.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, rencana pemerintah menerapkan vaksin dosis penguat atau booster sebagai syarat perjalanan merupakan bentuk pengetatan protokol kesehatan seiring laju peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah.

"Presiden sudah menyatakan itu (booster syarat perjalanan). Kita tidak ingin masuk lagi ke kasus sebelumnya yang menyebabkan lonjakan orang sakit," kata Syahril, Selasa (5/7).

Ia mengatakan, situasi pandemi Covid-19 secara nasional sempat terkendali pada Juni 2022 dengan indikator positivity rate di bawah 1,15 persen dan laju transmisi atau penyebaran sebesar 1,03 per 100 ribu penduduk per pekan. Kedua situasi ini sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni untuk positivity rate di bawah 5 persen dan untuk laju transmisi di bawah 20 per 100 ribu penduduk per pekan.

"Kemarin sempat terkendali dengan ditandai pelonggaran masker di luar ruangan," kata dia.

Syahril mengatakan situasi pandemi memungkinkan angka kasus bersifat fluktuatif. Pada 30 Juni 2022, puncaknya mencapai 2.200 kasus, tapi dalam empat hari terakhir kembali turun.

Pada 1-4 Juli 2022, angka kasus konfirmasi Covid-19 nasional menurun secara konsisten ke angka 1.434 kasus. "Artinya, tidak naik terus kasusnya. Begitupun positivity rate-nya ikut turun," kata dia.

photo
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di Rusun KS Tubun, Palmerah, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Pemerintah akan memberlakukan vaksin booster sebagai syarat perjalanan dan kegiatan masyarakat yang mulai diterapkan dalam waktu dua minggu lagi untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19. - (Republika/Putra M. Akbar)

Ketua DPR RI Puan Maharani juga mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) untuk mengantisipasi kenaikan kembali kasus Covid-19. Kemudian, ia melanjutkan kasus Covid-19 tetap ada walaupun saat ini kasusnya di beberapa daerah sudah mulai menurun. Sehingga masyarakat harus berhati-hati.

“Tetapi ya lebih baik sehat dibanding sakit. Jaga prokes memakai masker dan terus sering cuci tangan,” kata  Puan, Selasa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga meminta warga Ibu Kota memperketat protokol kesehatan (prokes) sehubungan adanya kenaikan kasus positif Covid-19. Dia juga mengingatkan warga yang belum vaksinasi dosis ketiga untuk segera melakukannya di fasilitas kesehatan terdekat atau gerai-gerai pelayanan vaksinasi.

"Mari lakukan percepatan pelaksanaan vaksin ketiga atau 'booster'. Mari ajak keluarga siapapun di lingkungan untuk segera berbondong-bondong," kata Riza, Selasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, selama dua pekan belakangan Kota Bandung juga terus menunjukkan tren kenaikan kasus Covid-19. Ahyani mengatakan Pemkot Bandung telah menyiapkan strategi, yaitu menggencarkan 3T (tracing, testing and treatment). Dia juga meyakinkan bahwa target testing (pemeriksaan) tidak menurun meski sebelumnya Kota Bandung telah menunjukkan tren penurunan kasus.

“Kita terus 1.000 per hari, walaupun dari WHO kita cukup 2500 per pekan misalnya. Tapi kita tetap jaga di situ (testing 1/000 orang/hari), kemudian rumah sakit juga sudah diantisipasi jika ada kenaikan kasus, dan segala logistik yang kita siapkan,” kata Ahyani, Selasa. 


Adab Menyikapi Perbedaan Pendapat

Peta konsep penentuan awal Dzulhijah dalam fikih bisa dijelaskan dalam poin-poin berikut.

SELENGKAPNYA

Waspada Cuaca Panas Puncak Haji

Petugas harus berusaha memastikan jamaah haji sehat sampai kembali ke Tanah Air.

SELENGKAPNYA

Upaya Kesehatan Sukseskan Armuzna

Semua bisa merasakan fasilitas yang sama di Armuzna.

SELENGKAPNYA
×