Logo Halal Foto: Tahta Aidilla/Republika | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

01 Jul 2022, 09:36 WIB

Ekspor Makanan Halal Tembus Rp 4,35 Triliun

Ekspor produk halal akan terus didorong untuk menambah ketahanan perekonomian nasional.

JAKARTA -- Ekspor produk makanan halal Indonesia mencapai 291,52 juta dolar AS atau setara Rp 4,35 triliun pada kuartal I 2022. Angka itu menunjukkan tren perkembangan positif dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi mengatakan, ekspor produk halal akan terus didorong untuk menambah ketahanan perekonomian nasional. Dua produk utama yang menjadi prioritas adalah makanan dan minuman serta fashion Muslim.

"Pada kuartal I 2022 ini, nilai ekspor makanan halal mencapai 291,52 juta dolar AS atau Rp 4,35 triliun, sementara fashion 52,32 juta dolar AS," kata Didi dalam sebuah webinar, Kamis (30/6).

Didi menilai, potensi ekspor produk halal Indonesia sangat luas, baik di negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun non-OKI. Indonesia adalah negara dengan PDB terbesar di antara negara OKI.

 

"PDB kita 1,2 triliun dolar AS, tertinggi di OKI diikuti Turki dan Arab Saudi dan kinerja ekspor kita mayoritas di sektor makanan dan minuman dan fashion," ujar Didi yang juga koordinator Halal Export Incorporated Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Kinerja ekspor produk halal Indonesia-OKI pada 2021 untuk makanan minuman tercatat mencapai 792,92 juta dolar AS. Sementara itu, ekspor produk halal kategori fashion adalah 862,45 juta dolar AS. Angka itu naik signifikan dibandingkan 2020 yang hanya 413,67 juta dolar AS.

Sebanyak 10 negara ekspor utama untuk produk makanan adalah Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Nigeria, Mesir, Turki, Yordania, Brunei, Irak, dan Pakistan. Menurut Didi, peluang pasar bisa dicapai karena Indonesia punya banyak kekuatan. Hal itu, antara lain, jumlah populasi Muslim terbesar di dunia, kultur yang sangat kental dengan ajaran Islam, infrastruktur keuangan syariah yang kooperatif, serta tiga kawasan industri halal (KIH).

"Kita akan manfaatkan KIH yang di Banten, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau itu untuk pengolahan, manufaktur, hingga pabrikasi produk halal. Kita dorong produksi di sana dan berikan berbagai keuntungan," katanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Rijani Tirtoso mengatakan, sektor UMKM terus didorong untuk melakukan ekspor melalui sinergi. Menurutnya, sinergi antara UMKM akan lebih memudahkan mengingat jumlah produk biasanya terbatas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pembeli di luar negeri.

photo
Pengunjung melihat produk fesyen bersertifikasi halal yang dipajang dalam pameran Malang Islamic Movement di Mall Dinoyo City Malang, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021). Kegiatan tersebut diadakan sebagai upaya mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk halal buatannya sehingga mampu memiliki akses yang kuat di pasar domestik maupun ekspor. - (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

LPEI menjadi lembaga keuangan yang mulai memfokuskan layanannya untuk membantu ekspor produk halal UMKM. Rijani mengatakan, LPEI mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta jasa konsultasi.

"Portofolio bisnis syariah LPEI terus meningkat. Total pembiayaannya per 31 Maret 2022 sebesar Rp 12,1 triliun atau sekitar 14,6 persen dari total outstanding pembiayaan LPEI," ujarnya.

Tiga portofolio terbesar berada di DKI Jakarta sebesar Rp 5,97 triliun diikuti Kalimantan Tengah sebesar Rp 1,54 triliun dan Papua Barat yang mencapai Rp 1,12 triliun. LPEI juga mendorong pengembangan ekspor ini melalui program Desa Devisa.

Per 31 Maret 2022, LPEI telah memiliki lebih dari 2.200 UMKM mitra binaan dan menghasilkan 100 eksportir baru. Selain itu, LPEI juga melakukan perluasan akses pasar untuk lebih dari 400 UMKM serta telah terbentuk 128 Desa Devisa.

photo
Pekerja menyortir biji kopi sebelum Pelepasan Ekspor Perdana Produk Halal Kopi Robusta ke Oman di Kopi Merah Putih, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Komite Ekspor Halal Pengrus Pusat MES bekerja sama dengan PT. Geber Ekspor Indonesia dan didukung Bank Indonesia meluncurkan Ekspor Perdana Produk Halal Kopi dengan tujuan negara Oman sebanyak 36 ton kopi robusta senilai 1,6 miliar yang akan berjalan selama satu tahun dengan nilai kontrak sebesar 1,7 juta USD. (Republika/Thoudy Badai)


Tiket Piala AFF Mulai Dijual

Harga tiket menonton timnas Indonesia U-19 dibagi menjadi empat kategori.

SELENGKAPNYA

PSG Minta Rp 3,4 Triliun untuk Peminat Neymar

Klub mana pun yang tertarik pada Neymar harus membayar 220 juta euro.

SELENGKAPNYA

Jadwal Melontar Jumrah Dibagi Dua Waktu

Komisi VIII DPR mengapresiasi layanan yang diberikan kepada jamaah haji 2022.

SELENGKAPNYA
×