Jamaah melempar jumrah pada musim haji 2019. | EPA-EFE/STRINGER

Jurnal Haji

30 Jun 2022, 08:00 WIB

Jadwal Melontar Jumrah Dibagi Dua Waktu

Komisi VIII DPR mengapresiasi layanan yang diberikan kepada jamaah haji 2022.

A SYALABY ICHSAN, ALI YUSUF dari Makkah

MAKKAH — Pemerintah Arab Saudi telah menyepakati jadwal lontar jumrah jamaah pada musim haji 2022. Jadwal melontar jumrah jamaah haji Indonesia akan dibagi menjadi dua waktu.  

Pertama, pada 10 Dzulhijah pukul 00.00 hingga 06.00 WAS. Pada jadwal tersebut, sebanyak 50 persen jamaah akan melontar jumrah Aqabah. Sebagian jamaah lagi akan melontar pada pukul 14.00 hingga 16.00 WAS. 

“Melihat kondisi cuaca yang sangat panas akan jauh lebih baik bila mereka melakukan waktu-waktu malam dan sore hari,“ ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat saat diwawancara Tim MCH di Makkah, Rabu (29/6). 

Untuk hari melontar jumrah berikutnya yaitu pada 11-13 Dzulhijah, jamaah melontar jumrah Aqabah, Wustha, dan Ula. Menurut Arsad, jamaah yang mengambil Nafar Awal  juga akan mendapatkan pembagian waktu yakni 50 persen pada pertengahan malam sampai pagi sementara separuh lainnya  sore hari.

photo
Jamaah haji melempar jumrah aqobah yang merupakan salah satu syarat yang wajib dilakukan pada ibadah haji di Jamarat, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (13/8/2019). - (ANTARA)

“Kecuali untuk 13 yang mengambil Nafar Tsani akan diambil dari sore hingga pagi hari,” kata Arsad.

Pada musim haji kali ini, PPIH menempatkan petugas dari Daker Makkah untuk membantu pelayanan jamaah di Mina. Ada tiga jenis posko yang dibawahi Satgas Mina dengan penempatan tugas dan fungsi berbeda. 

Untuk Posko Sektor Mina bertugas mengawasi lima hingga 12 maktab dengan empat personel per maktab. Berikutnya posko rute Mina dengan tiga posko berisi personel 10 petugas per posko. Sementara itu, posko Jamarat dibagi menjadi delapan posko yang diisi oleh 10 petugas per posko. 

Arsad mengatakan, dalam kesepakatan dengan Kementerian Haji dengan Kantor Misi Haji, pihak Saudi akan memfasilitasi jamaah yang hendak melakukan tawaf ifadah dengan bus. Bus itu akan beroperasi dari Mina ke Masjidil Haram secara pulang-pergi (PP).

photo
Jamaah haji melempar jumrah aqobah yang merupakan salah satu syarat yang wajib dilakukan pada ibadah haji di Jamarat, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (13/8/2019). - (Dok Republika)

Hanya saja, pihak Saudi mengenakan biaya 30 riyal per jamaah yang menggunakan bus tersebut. “Ini jadi solusi ketimbang jamaah selama ini menempuh jalan kaki 10 kilometer balik lagi,” kata dia.

Pada kesempatan berbeda, Komisi VIII DPR mengapresiasi layanan yang diberikan petugas kepada jamaah haji Indonesia di Makkah, baik dari segi akomodasi yang nyaman dan konsumsi yang enak. "Secara umum hotelnya bagus, makanannya enak, jamaah juga suka Ahamdulillah ya," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka saat berkunjung ke Makkah, Selasa (28/6).

Diah bersama sejumlah anggota DPR RI lainnya meninjau hotel tempat jamaah menginap yaitu di sektor 1 Mahbas Jin dan sektor 5 Mahbas Jin. Ada juga rombongan yang dipimpin anggota Komisi VIII DPR Abdul Wahid meninjau Al Kiswah Tower, wilayah Jarwal di sektor 4.

Menurut Abdul, jamaah memuji pelaksanaan haji tahun ini. Kamar hotel misalnya, sangat nyaman karena setiap jamaah mendapatkan satu tempat tidur. "Kami melihat dan ngobrol, para jamaah asal Indonesia sangat senang sekali dengan fasilitas yang diberikan," kata Abdul Wahid.

photo
Munajat,Jamaah haji Indonesia berdoa di tengah guyuran hujan saat wukuf di Arafah, Sabtu (10/8). Hujan yang turun membuat jamaah keluar tenda untuk berdoa karena hujan adalah satu waktu dikabulkannya doa.- (MUHAMMAD HAFIL/Republika)

Safari wukuf

Tim KKHI Makkah menyiapkan 10 bus untuk jamaah haji yang akan memperoleh layanan safari wukuf. Sejauh ini, sudah ada 61 jamaah yang masuk calon safari wukuf. Jumlah masih bertambah maupun bisa berkurang. Data pasti jamaah yang akan mendapatkan safari wukuf baru bisa ditentukan pada h-1 atau 8 Dzjulhijah.

Kepala KKHI Makkah dr Adi Ardjuna Sakti mengatakan, 10 bus itu dibagi menjadi dua peruntukan. Empat bus untuk jamaah sakit yang posisinya dibaringkan dan enam bus disiapkan untuk jamaah safari wukuf dalam kondisi duduk.

“Untuk bus yang duduk, kurang lebih kami akan mengisi jumlah kursi kurang lebih 50 persen, estimasinya satu bus 25 jamaah. Jadi sekitar 125 jamaah (kapasitasnya-Red),” kata dia.

Setiap bus akan diisi pembimbing ibadah. Hal ini dilakukan agar jamaah yang akan disafariwukufkan tidak terlepas dari pelayanan kesehatan dan ibadah. 

Sumber : Antara


Menuju Ibadah Haji

Bila ibadah Ramadhan dihubungkan dengan pencucian dosa, ibadah haji pengguguran dosa.

SELENGKAPNYA

Setiap yang Berlebihan tidak Baik

Segala yang berlebihan termasuk dalam urusan ibadah bukan hanya tidak baik, melainkan juga ditolak dalam ajaran Islam.

SELENGKAPNYA

Risiko Reputasi Dalam Pandangan Syariah

Apakah reputasi itu bagian dari risiko yang harus dimitigasi atau tidak?

SELENGKAPNYA
×