Foto udara aktivitas bongkar muat di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Bungkutoko Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (6/10/2021). | ANTARA FOTO/Jojon/rwa.

Ekonomi

30 Jun 2022, 05:10 WIB

Pelindo Bidik Pendapatan Rp 30,4 Triliun 

Capaian positif Pelindo pada 2021 sejalan dengan program merger yang telah dijalankan.

JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini melanjutkan kembali peningkatan kinerja yang ada pada 2021. Pelindo menargetkan pendapatan tumbuh moderat mencapai Rp 30,4 triliun pada tahun ini.

"Target pertumbuhan pendapatan ini sejalan dengan laba bersih yang diharapkan meningkat menjadi Rp 3,9 triliun," kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Mulyono kepada Republika, Rabu (29/6).

Ali optimistis target pertumbuhan kinerja pada tahun ini bisa terlaksana. Menurut dia, hal tersebut didukung oleh pulihnya perekonomian global, terutama dengan produksi barang-barang industrial ataupun hasil pertanian. 

Ali menambahkan, untuk mencapai target tersebut, Pelindo juga sudah menyiapkan strategi. "Untuk mencapai target ini, Pelindo akan berfokus pada penyelarasan bisnis pascaintegrasi melalui standardisasi, integrasi operasional, dan komersial," kata Ali. 

Ali memastikan, Pelindo akan mengambil langkah inisiatif strategis yang salah satunya diimplementasikan melalui standardisasi operasional pelabuhan. Ali mengharapkan, hal tersebut mampu berdampak pada peningkatan produktivitas bongkar muat dan penurunan port stay atau waktu sandar kapal di pelabuhan.

"Tentu, dampaknya juga akan dirasakan oleh pengguna jasa, baik shipping line atau cargo owner, yakni seperti penghematan biaya sewa kapal dan durasi pengiriman menjadi lebih cepat," kata Ali. 

Selain itu, Ali mengatakan, Pelindo juga dapat menekan biaya operasional bongkar muat di pelabuhan yang dikelola. Dengan begitu, nantinya akan berpotensi pada peningkatan trafik kapal.

Pelindo pada 2021 juga sudah mencatat peningkatan laba. Ali mengatakan, kinerja audited Pelindo pada 2021 mencatatkan laba sebesar Rp 3,2 triliun. "Angka ini (laba sepanjang 2021) naik dibandingkan perolehan 2020 yang mencapai Rp 3 triliun," kata Ali.

photo
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) bersama Dirut Pelni Tri Andayani (kiri), Dirut Pelindo Arif Suhartono (tengah), Sekretaris KBUMN Susyanto (kedua kanan) dan Sesditjen Hubla Arif Toha (kanan) saat melepas keberangkatan mudik gratis sepeda motor naik kapal laut di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/4/2022). Sebanyak 1.109 penumpang dan 388 sepeda motor mengikuti program ini menggunakan KM Dobonsolo menuju Semarang dan Surabaya. - (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Ali menjelaskan, laba bersih tersebut turut menyumbang peningkatan laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2021 yang mencapai total Rp 126 triliun. Pendapatan perusahaan pelat merah tersebut meningkat hingga 869 persen dari laba pada 2020. 

Ali menambahkan, capaian positif Pelindo pada 2021 sejalan dengan program merger yang telah dijalankan pada Oktober 2021. "Perseroan telah bukukan pendapatan usaha senilai Rp 28,8 triliun, naik dibandingkan pendapatan usaha 2020, yakni sebesar Rp 26,6 triliun," ujar Ali menjelaskan. 

Selain itu, Ali mengatakan, Pelindo juga memberikan kontribusi pada negara. Kontribusi tersebut dilakukan melalui setoran Dividen, PNBP, Konsesi, PPH, PPN, dan PBB dengan nilai total Rp 4,7 triliun pada tahun buku 2021. "Salah satu fokus utama Pelindo pascamerger adalah transformasi operasional pada kluster peti kemas melalui standardisasi dan sistemisasi pelabuhan,” kata Ali.  

 

Pelindo memastikan juga akan terus mendukung upaya pemangkasan biaya logistik di Indonesia. Sebelumnya, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, peran Pelindo dalam memangkas biaya logistik melalui upaya dalam memperpendek waktu port stay

"Bagaimana cara Pelindo memperbaiki biaya logistik adalah bagaimana mengupayakan sependak mungkin kapal di Pelabuhan atau port stay. Itu cara untuk mengurangi biaya logistik," ujar Arif. 

Setelah Pelindo merger, Arif menuturkan, banyak transformasi yang dilakukan di pelabuhan. Khususnya, dalam mengupayakan efisiensi waktu kapal saat berada di Pelabuhan tersebut. "Jadi, Pelindo kembali ke jati dirinya. Pelindo ini merupakan perusahaan jasa dan pelayanan di pelabuhan," ujar Arif. 

Arif menjelaskan, pelabuhan memiliki peran dalam upaya mengefisiensikan biaya logistik nasional dalam aspek transportasi kapal dan inventory carrying cost. Arif mengatakan, dari 23 persen biaya logistik di Indonesia, kontribusinya 8,9 persen dari inventori, 8,5 persen dari darat, 2,8 persen dari laut, 2,7 persen dari admin, dan 0,8 persen dari kontribusi lain. 


Pencetakan Kode QR Masih Rendah

Pemerintah akan memberikan insentif bagi produsen minyak goreng curah dalam kemasan.

SELENGKAPNYA

Hadiah Wali Murid untuk Guru, Bagaimana Pandangan Fikih?

Sesungguhnya, ada perbedaan pendapat di antara para ahli fikih.

SELENGKAPNYA

Polisi Bidik Pihak Manajemen Holywings

Polisi mengincar tersangka di pihak manajemen.

SELENGKAPNYA
×