Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta, Selasa (14/9/2021). | ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Nasional

30 Jun 2022, 03:45 WIB

BKKBN: Gangguan Emosi Mental Ancam Generasi Muda

Perilaku remaja yang brutal dan mudah terpancing bertindak kriminal juga akibat gangguan emosi mental.

JAKARTA -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebutkan, ada tiga ancaman utama terhadap generasi muda Indonesia saat ini. Ancaman-ancaman tersebut adalah stunting, mental emotional disorder, serta narkotika. 

"Ketiga hal ini yang menjadi ancaman untuk mencapai generasi muda Indonesia yang unggul," kata Hasto dalam sambutan peringatan ke-29 Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat provinsi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (29/6).

Hasto mengatakan, berdasarkan riset kesehatan dasar, mental emotional disorder atau gangguan emosi mental di kalangan remaja terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya angka remaja yang mengalami gangguan emosi mental sebanyak 6,1 persen, jumlahnya meningkat menjadi 9,8 persen pada 2022.

"Ini cukup serius untuk menjadi perhatian kita semua, bagaimana mencapai generasi muda yang unggul untuk masa depan Indonesia," kata Hasto.

Hasto juga menyebutkan, perilaku remaja-remaja yang brutal dan mudah terpancing untuk bertindak kriminal juga akibat dari gangguan emosi mental. "Mohon maaf ini, perilaku klitih di kalangan remaja di Yogyakarta, kemungkinan indikasinya dari mental emotional disorder meskipun ini angka peningkatan secara nasional," kata Hasto.

Penekanan Hasto terhadap gangguan emosi mental karena DIY termasuk ke dalam daerah dengan tingkat prevalensi stunting terendah se-Indonesia. Ada tiga provinsi dengan tingkat prevalensi stunting terendah, yakni DIY, Bali, dan DKI Jakarta. 

"Banyak hal yang bisa dicontoh dari Yogyakarta. Gotong royong menjadi contoh yang sangat baik diterapkan dari Yogyakarta," jelas dia.

Yogyakarta juga menjadi daerah dengan pencapaian tertinggi untuk partisipasi dalam Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA) yang dilakukan BKKBN pada 15 Juni 2022 yang lalu. “Yogyakarta capaian akseptor untuk PSA melebihi dari target, lebih dari 200 persen,” kata dia.

photo
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dibantu Petugas Dinas Sosial melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (17/5/2022). - ( ANTARA FOTO/Siswowidodo/YU)

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan, gangguan emosi mental adalah gangguan keseimbangan pribadi secara klinis, gangguan pengaturan emosi dan perilaku. Hal tersebut biasanya dikaitkan dengan adanya tekanan kepribadian. 

WHO juga menyatakan pada 2019, satu dari delapan orang atau 970 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan mental. Mengenai kesehatan mental ini, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Nahar menilai perlu adanya kesiapan mental para orang tua sebelum memiliki anak agar dapat membentuk keluarga yang berkualitas. 

Pernyataan Nahar sebagai respons terjadinya kasus penganiayaan anak berusia 5 bulan oleh ibu kandungnya hingga meninggal dunia di Surabaya, Jawa Timur. 

Pada 2016, Nahar mengatakan, KemenPPPA menginisiasi pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

"Pembelajaran diberikan oleh tenaga profesional, yaitu psikolog dengan meningkatkan kapasitas orang tua, keluarga, atau orang lain yang bertanggung jawab terhadap anak dalam mengasuh dan melindungi anak," ujar Nahar. 


Hadiah Wali Murid untuk Guru, Bagaimana Pandangan Fikih?

Sesungguhnya, ada perbedaan pendapat di antara para ahli fikih.

SELENGKAPNYA

KNEKS Dorong Revisi UU Wakaf

KNEKS mendorong revisi Undang-Undang Wakaf untuk meningkatkan pemanfaatan wakaf produktif.

SELENGKAPNYA

Garuda Diminta Transformasi Bisnis

Garuda Indonesia akan fokus menggarap rute penerbangan domestik dan membenahi utang.

SELENGKAPNYA
×