Pesawat Garuda Indonesia memasuki area apron saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/4/2021). | AMPELSA/ANTARA FOTO

Ekonomi

29 Jun 2022, 04:15 WIB

Garuda Diminta Transformasi Bisnis

Garuda Indonesia akan fokus menggarap rute penerbangan domestik dan membenahi utang.

JAKARTA -- Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, recovery rate terhadap utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kepada kreditur sebesar 19 persen. Recovery rate tersebut merupakan keberhasilan dari restrukturisasi Garuda Indonesia.

Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo, menyebutkan, total utang Garuda Indonesia sebelum restrukturisasi mencapai 10,1 miliar dolar AS dan turun 50 persen menjadi 5,1 miliar dolar AS setelah restrukturisasi. "Pemotongan utang ini luar biasa, kalau secara present value turun 81 persen, maskapai lain jarang dapat pemotongan utang sebesar ini," kata Tiko saat konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/6).

Tiko menilai, besarnya pemotongan present value utang merupakan prestasi Garuda Indonesia dalam meyakinkan para kreditur bahwa neraca perusahaan akan lebih sehat ke depan. Tiko mengatakan, performa keuangan Garuda sebelum dan sesudah optimalisasi lease rate atau rata-rata biaya sewa per bulan dan jumlah pesawat menunjukkan perbaikan.

 

"Walaupun pendapatan Garuda Indonesia tidak setinggi sebelum pandemi, namun performa profitabilitas sudah mulai diperoleh Garuda Indonesia setelah melakukan efisiensi biaya-biaya, terutama biaya sewa yang disepakati di Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (PKPU). Pendapatan Garuda memang belum kembali ke level sebelum pandemi, namun profitabilitas sudah mulai membukukan keuntungan per Mei 2022," kata Tiko.

Tiko menyampaikan, komponen lease cost to revenue pada Mei sampai Desember 2022 sebesar sembilan persen sampai 13 persen atau jauh turun dibandingkan Mei 2019 yang mencapai 32 persen. Hal ini tak lepas dari  penurunan rata-rata biaya sewa dan penerapan power by the hour (PBH) pada Mei sampai Desember 2022.

Sementara, fuel cost to revenue lebih tinggi daripada level sebelum pandemi akibat kenaikan biaya avtur dan minyak dunia. Setelah restrukturisasi, lanjut Tiko, Garuda Indonesia juga perlu terus melakukan transformasi bisnis. Tiko memaparkan lima poin penting transformasi bisnis Garuda, meliputi penurunan rata-rata biaya sewa, optimalisasi jumlah dan tipe pesawat, penetapan PBH, optimalisasi rute, serta optimalisasi pendapatan kargo dan pendapatan dari produk-produksi ancillary.

Dalam penurunan rata-rata biaya sewa, Garuda Indonesia telah menyelesaikan negosiasi dengan lessor untuk menyesuaikan rata-rata biaya sewa sehingga lebih efisien ke depannya. Tiko menyampaikan, Garuda Indonesia juga terus mengoptimalisasi jumlah dan tipe pesawat, dari 13 menjadi tujuh jumlah pesawat dan dari 210 menjadi 120 jumlah pesawat.

Tiko menilai, optimalisasi jenis, tipe, dan tingkat utilisasi pesawat akan membuat Garuda Indonesia fokus pada rute yang menguntungkan serta biaya terkait perawatan akan menjadi lebih efisien. Ia mengatakan, Garuda Indonesia saat ini belum dapat mengoperasikan seluruh pesawat lantaran terkendala biaya pemeliharaan. 

 

Meski begitu, Tiko meyakini, 120 pesawat Garuda Indonesia akan bisa terbang pada kuartal IV 2022 setelah masuknya suntikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun. "Kita dorong 120 pesawat bisa operasi penuh pada kuartal IV. Citilink akan hadir di lebih banyak rute secara bertahap. Penggunaan PMN untuk percepat rekondisi dan perawatan pesawat agar kuartal IV bisa operasi semua," kata Tiko.

Menteri BUMN Erick Thohir telah meminta Garuda untuk lebih fokus ke pasar domestik. Dengan begitu, Garuda Indonesia akan lebih selektif dalam  menggarap rute internasional. 

Menurut Tiko, optimalisasi rute merupakan hal yang krusial. Oleh karenanya, Kementerian BUMN membagi tugas agar Garuda Indonesia fokus pada pasar premium dan Citilink untuk pasar LCC. Kesalahan menentukan rute membuat Garuda Indonesia mengalami kerugian.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, sudah memiliki sejumlah rencana untuk fokus dalam rute domestik. “Domestik tentu saja tujuan-tujuan populer. Tidak bisa dinafikan misalnya Jakarta-Bali,” kata Irfan.

Irfan menjelaskan, rute-rute domestik populer di Indonesia akan difokuskan. Ia memastikan  saat ini tengah dalam diskusi yang intens untuk menentukan rute-rute tersebut. 

Irfan mengakui, dalam operasionalnya, Garuda Indonesia memiliki keterbatasan daam menghubungkan barat dan timur Indonesia. “Jadi, ada diskusi yang cukup mendalam untuk lebih banyak rute ke timur,” kata Irfan menambahkan. 

Lalu, pembahasan selanjutnya adalah membangun jaringan penerbangan dari timur Indonesia lalu dapat mengakses banyak kota di Indonesia. Khususya, dari Papua, Maluku, dan daerah timur lainnya. 

Meskipun akan fokus ke rute domestik, Irfan menegaskan, bukan berarti Garuda Indonesia akan meninggalkan rute internasional. Ia memastikan, rute internasional masih akan difokuskan untuk rute yang menguntungkan dan untuk pergerakan kargo. 

Irfan menambahkan, Garuda Indonesia juga sudah menyiapkan skema untuk menyelesaikan utang setelah mendapatkan putusan PKPU. Dalam kesepakatan proposal perdamaian PKPU dengan para kreditur, Garuda Indonesia dan seluruh kreditur beserta semua pihak yang disebutkan dalam perjanjian perdamaian diminta tunduk pada hasil voting dan melaksanakan isi perjanjian.

Irfan menjelaskan, untuk utang prioritas akan dilunasi secara bertahap. Selanjutnya, untuk kreditur yang disebut SMI (OWK) sebesar Rp 1 triliun, Irfan mengatakan, akan dikonversi menjadi ekuitas. Selanjutnya, ada financial lease dengan dasar keputusan EDC yang akan diselesaikan melalui penjualan atau pengalihan aset pembiayaan. "Bila ada sisa utang maka akan diselesaikan dengan skema ekuitas baru dan new coupon debt,” kata Irfan. 


Jokowi Ajak G-7 Atasi Krisis Pangan

Rantai pasok global yang terimbas perang Ukraina-Rusia harus segera dipulihkan. 

SELENGKAPNYA

RUU DOB Papua Dibawa ke Paripurna

Komposisi ASN di tiga provinsi baru, yakni 80 persen orang asli Papua (OAP).

SELENGKAPNYA

Santi Menderita Tiap Melihat Anaknya Kejang

Santi merupakan salah satu penggugat UU Narkotika untuk memperjuangkan ganja medis ke MK sejak 2020.

SELENGKAPNYA
×