Pegawai bank syariah menerangkan fitur wakaf sukuk CWLS Aceh pada kepada nasabah, di Jakarta, beberapa waktu lalu. | Yogi Ardhi/Republika

Opini

29 Jun 2022, 03:45 WIB

Optimasi Cash Waqf Linked Sukuk

Generasi milenial yang berdonasi melalui platform digital jumlahnya signifikan.

MUHAMMAD SYAFI'IE EL-BANTANIE, Praktisi Wakaf dan Pendiri Ekselensia Tahfizh School Dompet Dhuafa

Meskipun mengalami peningkatan, pencapaian penghimpunan cash waqf linked sukuk (CWLS) seri SWR002 dibandingkan SWR001 masih belum optimal. Pasalnya, kenaikan secara nilai penghimpunan tidak berbanding lurus dengan jumlah wakifnya.

Berdasarkan data Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DPS DJPPR) Kementrian Keuangan, SWR001 terhimpun senilai Rp 14,91 miliar dengan 1.041 wakif dan rata-rata pemesanan Rp 18,65 juta.  

Sementara itu, SWR002 terhimpun Rp 24,14 miliar dengan 519 wakif dan rata-rata pemesanan Rp 40,85 juta. Tahun ini masih berlangsung penawaran SWR003 sejak 11 April 2022 yang akan berakhir pada 7 Juli 2022.

Dari data tersebut, kita bisa menyimpulkan ada tren positif wakif memesan SWR002 dengan nilai pemesanan jauh lebih besar dibandingkan SWR001. Artinya, SWR002 mampu menjangkau segmentasi wakif dengan kemampuan finansial lebih baik.

 
Sementara itu, SWR002 terhimpun Rp 24,14 miliar dengan 519 wakif dan rata-rata pemesanan Rp 40,85 juta. 
 
 

Namun sayangnya, jumlah wakif SWR002 menurun signifikan dibandingkan SWR001. Jika jumlah wakif dapat dipertahankan terlebih ditingkatkan, bisa jadi SWR002 berhasil mencatat penghimpunan jauh lebih besar.

Karena itu, perlu dirumuskan strategi optimasi CWLS lebih baik lagi. Dalam hal ini, aspek sosialisasi dan edukasi menjadi penting mengingat CWLS produk baru yang belum banyak dikenal masyarakat.

Apatah lagi manfaat dan dampak positifnya terhadap perkembangan ekonomi syariah dan pembangunan nasional. Karena itu, keterlibatan multipemangku kepentingan menjadi penting.

CWLS setidaknya melibatkan enam institusi, yaitu DPS DPPJR Kementerian Keuangan sebagai penerbit CWLS, Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) sebagai mitra distribusi CWLS, lembaga wakaf sebagai nazir wakaf uang, kemudian BWI, OJK, dan Kementerian Agama sebagai regulator dan supervisor. 

 
Karena itu, perlu dirumuskan strategi optimasi CWLS lebih baik lagi.
 
 

Meski memiliki kefokusan peran masing-masing, sebaiknya ada sinergi dari berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi CWLS lebih masif lagi dengan target segmentasi calon wakif yang jelas dan terukur.

Dalam hal ini, database nasabah LKSPWU bisa jadi modal. LKSPWU tentu memiliki infrastruktur korespondensi digital dengan nasabahnya. Nasabah premium dan prioritas bisa menjadi segmentasi calon wakif potensial.

Sosialisasi dan edukasi CWLS di internal enam institusi tersebut dan jejaringnya juga perlu dilakukan untuk membangun awareness.

Selain itu, pemanfaatan media sosial dan pelibatan influencer juga perlu diaktivasi sebagai sarana sosialisasi dan edukasi CWLS. Hal ini dimaksudkan agar CWLS juga menjangkau segmentasi generasi milenial.

Merujuk pada hasil survei Kopernik dan Gopay selama Agustus hingga Oktober 2020 menyebutkan, generasi milenial yang berdonasi melalui platform digital jumlahnya signifikan. Mereka bisa menjadi prospek calon wakif potensial CWLS.        

 
Selain itu, pemanfaatan media sosial dan pelibatan influencer juga perlu diaktivasi sebagai sarana sosialisasi dan edukasi CWLS.
 
 

Selain dari sisi keterjangkauan audiens, kualitas konten sosialisai dan edukasi CWLS juga harus mendapat perhatian. Proses sosialisasi CWLS harus mampu memberikan stimulasi pada ranah kognitif dan afektif, sehingga menghasilkan konatif (perubahan perilaku).

Dalam teori psychology behavior, perubahan perilaku (konatif) baru akan terjadi jika ranah kognitif dan afektif terstimulasi dengan baik.  

Teori perubahan perilaku dalam psikologi bisa kita adaptasi dalam merancang optimasi CWLS. Pertama, membangun kesadaran dan pengetahuan. Pada tahap ini mesti dirancang strategi komunikasi agar masyarakat sadar dan kenal ada produk bernama CWLS.

Ketika sudah kenal dan sadar, masyarakat akan mulai mencari informasi seputar CWLS untuk membangun pengetahuan produk CWLS. Pada tahap ini, pastikan informasi dan pengetahuan seputar CWLS mudah diakses masyarakat.

Kedua, membangun kesukaan dan keyakinan. Setelah masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan produk CWLS, perlu terus dilakukan edukasi agar tumbuh kesukaan, preferensi, dan keyakinan akan kebermanfaatan dan dampak positif CWLS. 

 
Setelah masyarakat memiliki keyakinan akan kebermanafaatan dan dampak positif CWLS, diharapkan melahirkan tindakan memesan produk CWLS. 
 
 

Stimulasi ranah afektif bisa dilakukan dengan menonjolkan aspek manfaat dan dampak positif CWLS. Bukan hanya manfaat bagi wakif, mauquf alaih, melainkan juga bagi perkembangan ekonomi syariah dan pembangunan nasional.

Dengan demikian, masyarakat memiliki gambaran dan pemahaman utuh betapa besar manfaat dan dampak positif yang akan terjadi dengan memesan CWLS.

Setelah masyarakat memiliki keyakinan akan kebermanafaatan dan dampak positif CWLS, diharapkan melahirkan tindakan memesan produk CWLS. Inilah tahap konatif. Ketika stimulasi ranah kognitif dan afektif melahirkan tindakan pemesanan CWLS.

Ketiga, menyajikan laporan kebermanfaatan CWLS sebagai pembuktian dan akuntabilitas. Dalam semesta CWLS, lembaga wakaf, yang bertindak sebagai nazir wakaf uang, wajib melaporkan program dan penyaluran imbal hasil CWLS ke BWI, Kemenag, Kemenkeu, dan wakif.

Dengan laporan akuntabel, diharapkan menumbuhkan kepercayaan wakif, yang pada akhirnya melahirkan loyalitas. Dengan demikian, CWLS bisa terus tumbuh memberikan kebermanfaatan bagi //mauquf alaih// dan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional.


LPSK: Aparat Menjadi Aktor Penyiksaan

Pemerintah diminta segera meratifikasi protokol dunia melawan penyiksaan.

SELENGKAPNYA

Bung Karno, Pemuda, dan Islam

Pandangan Bung Karno melihat dan menempatkan Islam sebagai pusat daya juang bagi kemajuan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Habibie dan Ekonomi RI

Presiden BJ Habibie menorehkan tinta emas perubahan struktural pemerintah saat situasi sulit.

SELENGKAPNYA
×