Presiden RI Joko Widodo (kiri) dan Presiden AS Joe Biden bercengkerama di sela KTT G7 di Elmau Castle di Kruen, Jerman (Senin (27/6/2022). | EPA-EFE/CLEMENS BILAN

Kabar Utama

29 Jun 2022, 03:55 WIB

Jokowi Ajak G-7 Atasi Krisis Pangan

Rantai pasok global yang terimbas perang Ukraina-Rusia harus segera dipulihkan. 

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan negara anggota G-7 dan G-20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang. Krisis pangan perlu segera diatasi agar penduduk di negara berkembang tak jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrem.

Jokowi menyampaikan pandangan tersebut pada Konferensi Tingkat Tinggi G-7 sesi II dengan topik ketahanan pangan dan kesetaraan gender di Elmau, Jerman, Senin (27/6) waktu setempat. Jokowi hadir di forum kelompok tujuh negara maju tersebut karena Indonesia diundang sebagai negara mitra dan pemegang Presidensi G-20 2022.

Jokowi mengatakan, sebanyak 323 juta orang  terancam menghadapi kerawanan pangan akut pada tahun ini menurut World Food Programme. “G-7 dan G-20 memiliki tanggung jawab besar untuk atasi krisis pangan ini. Mari kita tunaikan tanggung jawab kita, sekarang dan mulai saat ini,” kata Jokowi dikutip dari siaran pers Istana pada Selasa (28/6).

Menurut Jokowi, pangan merupakan hak asasi manusia (HAM) yang paling dasar. Para perempuan dari keluarga miskin dipastikan menjadi yang paling menderita menghadapi kekurangan pangan bagi anak dan keluarganya.

photo
Presiden RI Joko Widodo (kiri) dan Presiden AS Joe Biden bercengkerama di sela KTT G-7 di Elmau Castle di Kruen, Jerman, Senin (27/6/2022). - (EPA-EFE/CHRISTIAN BRUNA)

“Kita harus segera bertindak cepat mencari solusi konkret. Produksi pangan harus ditingkatkan. Rantai pasok pangan dan pupuk global harus kembali normal,” ucap Presiden.

Dalam pidatonya, Jokowi juga menegaskan pentingnya dukungan negara G-7 untuk mereintegrasi ekspor gandum Ukraina dan ekspor komoditas pangan serta pupuk Rusia dalam rantai pasok global.

Menurut dia, terdapat dua cara untuk merealisasikan hal tersebut. Pertama, memfasilitasi ekspor gandum Ukraina dapat segera berjalan. Kedua, berkomunikasi secara proaktif kepada publik dunia bahwa komoditas pangan dan pupuk dari Rusia tidak terkena sanksi.

“Komunikasi intensif ini perlu sekali dilakukan sehingga tidak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional. Komunikasi intensif ini juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak-pihak terkait seperti bank, asuransi, perkapalan dan lainnya,” kata Jokowi. 

Jokowi turut menaruh perhatian besar pada dampak perang terhadap rantai pasok pangan dan pupuk.

“Khusus untuk pupuk, jika kita gagal menanganinya, maka krisis beras yang menyangkut dua miliar manusia terutama di negara berkembang dapat terjadi,” ungkap dia.

Di akhir sambutannya, Presiden kembali menyerukan pentingnya negara G-7 dan G-20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan. Selain itu, ia mengundang para pemimpin G-7 untuk hadir dalam KTT G-20 di Bali. “Saya tunggu para pemimpin G7 untuk hadir dalam KTT G20. Sampai jumpa di Bali, 15-16 November 2022,” kata Jokowi.

Di sela pertemuan KTT G-7, Jokowi  melakukan pertemuan bilateral dengan sembilan kepala negara dan organisasi. Jokowi melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Justin Trudeau, PM Inggris Boris Johnson, PM Jepang Fumio Kishida, Kanselir Jerman Olaf Scholz, presiden Komisi Eropa, presiden Dewan Eropa, dan managing director IMF. 

Pertemuan bilateral itu dimanfaatkan Jokowi untuk mendorong upaya perdamaian di Ukraina. Dalam pertemuan dengan Macron, Jokowi  menyampaikan apresiasi atas upaya Macron mewujudkan perdamaian di Ukraina.

“Kita semua paham situasi sangat kompleks. Namun kita perlu terus upayakan penyelesaian secara damai. Jika perang berlanjut, krisis pangan yang terjadi akan semakin memburuk,” kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Prancis terhadap Presidensi G-20 Indonesia. Sementara Presiden Macron menyampaikan kembali dukungan kuat terhadap presidensi Indonesia dan yakin bahwa G20 akan sukses dan dapat menghasilkan kerja sama konkret.

Jokowi juga menyinggung konflik Ukraina-Rusia saat bertemu PM Modi. “Saya senang Indonesia dan India memiliki posisi yang kurang lebih sama, antara lain mendesak penyelesaian secara damai,” ucap Jokowi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi  membahas penguatan kerja sama dan dampak perang di Ukraina serta pada hampir semua pertemuan bilateral. 

"Presiden menekankan bahwa waktu kita tidak panjang untuk menyelesaikan gangguan rantai pasok pangan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga pangan dan pupuk," ujar Retno.

photo
Kanselir Jerman Olaf Scholz (tengah) memimpin KTT G-7 di Elmau Castle di Kruen, Jerman, Senin (27/6/2022). - (EPA-EFE/Thomas Lohnes)

Retno mengatakan, Presiden menekankan bahwa joka dunia tidak bersatu l menyelesaikan masalah pangan dunia, maka yang paling akan merasakan dampaknya adalah ratusan juta atau bahkan miliaran penduduk negara berkembang,  termasuk Indonesia.

"Di sini sangat jelas presiden membawa suara negara berkembang yang memang sangat terdampak dari terjadinya perang di Ukraina," katanya.

Dalam pertemuan pada Senin (27/6), para pemimpin G-7 menegaskan komitmen mereka untuk mendukung Ukraina dalam jangka panjang. Mereka berencana menetapkan batasan harga minyak Rusia, menaikkan tarif barang-barang Rusia, dan memberlakukan sanksi baru lainnya.

Para pemimpin negara G-7 melakukan panggilan video dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dalam pembicaraan itu, Zelenskyy secara terbuka khawatir negara Barat mulai muak dengan biaya perang yang berkontribusi pada melonjaknya harga energi dan kenaikan harga barang-barang penting di dunia.

Para pemimpin G-7 memulai sesi konferensi pada Senin (27/6) dengan fokus pada persoalan Ukraina.  Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan, kebijakan negara-negara G-7 terhadap Ukraina sangat selaras. Namun mereka juga harus mengambil keputusan dengam hati-hati.

"Kami mengambil keputusan yang sulit, bahwa kami juga berhati-hati, dan kami akan membantu Ukraina sebanyak mungkin tetapi kami juga menghindari bahwa akan ada konflik besar antara Rusia dan NATO," ujar Scholz.  

Putin siap bahas G-20 

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima undangan Indonesia untuk menghadiri pertemuan puncak G-20 yang bakal diselenggarakan di Bali pada November mendatang. Namun, detail terkait partisipasi belum ditentukan dan akan dibahas ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Moskow pada Kamis (30/6).

“Ya, sudah kami konfirmasi (partisipasi Putin dalam pertemuan puncak G-20),” kata asisten Vladimir Putin, Yury Ushakov, Senin (27/6), seperti dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Dia mengungkapkan, belum ditentukan apakah Putin akan hadir langsung atau hanya berpartisipasi lewat tautan video. "Saya tidak tahu. Untuk saat ini, mereka (Indonesia) telah mengundang untuk berpartisipasi secara pribadi, tapi ada banyak waktu tersisa. Saya berharap situasi pandemi memungkinkan untuk mengadakan forum penting ini secara tatap muka,” ucapnya.

Ushakov menilai undangan resmi dari Indonesia untuk hadir di KTT G-20 sangat penting. Hal itu mengingat tekanan yang diterima dan dihadapi Indonesia.

Dia mengungkapkan, masalah partisipasi Putin dalam pertemuan puncak KTT G-20 akan dibahas saat Presiden Jokowi mengunjungi Rusia.

“Kami berterima kasih atas undangannya dan menyampaikan bahwa kami akan tertarik untuk berpartisipasi. Masih banyak waktu yang tersisa. Kita lihat saja nanti,” kata Ushakov.

 
Presiden Jokowi dijadwalkan untuk mengunjungi Ukraina dan Rusia selepas menghadiri KTT G-7 di Jerman pada Senin (27/6). 
 
 

Beberapa negara Barat yang tergabung dalam G-20, seperti Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Inggris, sempat menyampaikan keberatannya jika Indonesia mengundang Putin ke pertemuan puncak kelompok tersebut pada November mendatang. Penolakan itu sebagai sikap atas agresi Rusia ke Ukraina

Presiden Jokowi dijadwalkan untuk mengunjungi Ukraina dan Rusia selepas menghadiri KTT G-7 di Jerman pada Senin (27/6). Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, Presiden akan terlebih dahulu meneruskan perjalanan kerjanya ke Ukraina. 

“Presiden akan meneruskan perjalanan ke Ukraina melalui Polandia,” kata Retno dalam keterangan pers,  Selasa (28/6).

Retno mengaku terus melakukan komunikasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait kunjungan Presiden ke Ukraina dan Rusia.

“Selain itu komunikasi-komunikasi lain yang saya lakukan, antara lain dengan presiden Palang Merah Internasional, menteri luar negeri Turki dan yang paling terakhir saya lakukan pembicaraan bertelepon dengan sekjen PBB,” jelas Retno.

Sebelum keberangkatannya ke Jerman, Presiden Jokowi menyampaikan kunjungannya ke Ukraina dan Rusia bertujuan membuka ruang dialog untuk mendorong perdamaian serta membuka kembali rantai pasok pangan.

“Karena perang memang harus dihentikan dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali,” kata Jokowi.

Serangan rudal 

Menjelang kunjungan Jokowi ke Ukraina, Rusia masih terus menggencarkan agresinya. Terbaru, dua rudal Rusia menghantam sebuah mal di Kota Kremenchuk, Ukraina, Senin (27/7). Serangan itu menyebabkan sedikitnya 16 orang tewas dan 59 lainnya luka-luka.

Kobaran api dan kepulan asap seketika menyembul setelah serangan terjadi. Tim pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi segera berjibaku memadamkan api. Tentara Ukraina turut membantu proses pencarian korban.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan, saat serangan terjadi, terdapat lebih dari 1.000 orang di pusat perbelanjaan tersebut. “Bahkan tidak mungkin membayangkan jumlah korban. Tidak ada gunanya mengharapkan kesopanan dan kemanusiaan dari Rusia,” ujarnya lewat aplikasi perpesanan Telegram.

Kremenchuk adalah kota industri berpenduduk 217 ribu jiwa. Kota itu terletak di Sungai Dnipro di wilayah Poltava. Kilang minyak terbesar Ukraina berada di wilayah tersebut. Gubernur Poltava Oblast Dmytro Lunin mengecam serangan Rusia ke pusat perbelanjaan di Kremenchuk. “Ini adalah tindakan terorisme terhadap warga sipil,” ujarnya.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengeklaim serangan ke mal tersebut merupakan provokasi Ukraina. Namun, dia tak memberikan bukti apa pun terkait pernyataannya.

Rusia,  yang telah merebut kota Sievierodonetsk di Ukraina timur, telah meningkatkan serangan rudal di seluruh Ukraina dalam beberapa hari terakhir. Pada Ahad (26/6), sebuah rudal menghantam blok apartemen dan mendarat di dekat taman kanak-kanak di ibu kota, Kiev. Satu orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu. 

Serangan itu memicu amarah dari negara-negara G-7 yang sedang melangsungkan pertemuan di Jerman.

Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin G-7 mengatakan, serangan ke mal di Kremenchuk merupakan tindakan keji. “Serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil tak berdosa merupakan kejahatan perang. Presiden Rusia (Vladimir) Putin dan mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban," demikian pernyataan para pemimpin anggota G-7, dikutip dari laman Euronews, Selasa (28/6).

PBB pun turut bereaksi dan menegaskan,m infrastruktur sipil tidak boleh menjadi target dalam pertempuran. Dewan Keamanan PBB diagendakan menggelar pertemuan darurat di New York untuk membahas serangan tersebut.

Serangan ke mal di Kremenchuk terjadi ketika para pemimpin negara anggota G-7 menjanjikan dukungan berkelanjutan untuk Ukraina. Pada saat bersamaan, mereka pun menyiapkan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk pembatasan harga minyak serta tarif barang yang lebih tinggi.  ';

DJSN Finalisasi Desain Uji Coba Kelas Standar 

Peleburan layanan kelas mulai diuji coba di sejumlah rumah sakit milik Kemenkes pada Juli 2022.

SELENGKAPNYA

Santi Menderita Tiap Melihat Anaknya Kejang

Santi merupakan salah satu penggugat UU Narkotika untuk memperjuangkan ganja medis ke MK sejak 2020.

SELENGKAPNYA

Optimasi Cash Waqf Linked Sukuk

Generasi milenial yang berdonasi melalui platform digital jumlahnya signifikan.

SELENGKAPNYA
×