Suasana kajian berbahasa Indonesia di masjid Nabawi | Republika

Kisah Mancanegara

27 Jun 2022, 08:25 WIB

Menyimak Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Haji itu adalah Arafah. Maknanya, Arafah itu adalah inti sari dari ibadah haji.

Oleh Achmad Syalabi Ichsan

Saat musim haji, Masjid Nabawi diramaikan dengan beragam kajian yang diisi oleh para ulama. Pada sore hari hingga azan Maghrib, ada halaqah  Alquran untuk pengunjung. Selepas Maghrib hingga azan Isya, ada program kajian keislaman yang diisi oleh para syekh dari Universitas Madinah.

Jamaah haji asal Indonesia yang tengah menunaikan ibadah Arbain dapat mengikuti kajian berbahasa Indonesia di Pintu 19 Masjid Nabawi. Salah satu pengisi kajian di masjid yang dibangun Rasulullah tersebut adalah Ustaz Ariful Bahri. Lulusan Universitas Madinah itu mengisi kajian pada saat musim haji. Materi yang diberikan seputar manasik haji.

Ustaz asal Riau itu mengisi kajian setiap bakda Maghrib hingga azan Isya berkumandang. Pada Jumat, 24 Juni misalnya, Ustaz Ariful Bahri menjelaskan tentang inti dari ritual haji, yakni wukuf di Arafah. Puluhan jamaah tampak khusyuk mengikuti kajian tersebut. "Haji itu adalah Arafah. Maknanya, Arafah itu adalah inti sari dari ibadah haji," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, hari Arafah merupakan momentum yang mulia. Untuk menghormati kemuliaannya, kaum Muslimin di seluruh dunia bahkan disunahkan untuk berpuasa. Orang yang menjalankan ibadah shaum tersebut dijanjikan akan mendapatkan pengampunan dosa selama setahun sebelumnya. “Bagaimana dengan mereka yang berwukuf, sementara orang yang puasa dijanjikan ampunan?” ujar Ustaz Ariful Bahri.

Dia pun mengungkapkan, jamaah harus cermat mengenai kapan waktu dan di mana lokasi wukuf yang tepat. Mengenai waktu, Ustaz Ariful Bahri menjelaskan, pendapat para ulama, yakni wukuf ada pada waktu Zawal di mana tergelincirnya matahari sampai terbenam. Artinya, selepas Zhuhur hingga matahari terbenam. Meski demikian, Ustaz Ariful Bahri menjelaskan, ada ulama lain yang berpendapat jika waktu wukuf sudah dimulai setelah terbit fajar atau waktu Dhuha hingga terbenamnya matahari.

Selain itu, Ustaz Ariful Bahri meminta jamaah untuk mengetahui batas-batas Padang Arafah. Jika keluar dari batas tersebut, ujar dia, wukufnya bisa dianggap tidak sah. Padang Arafah merupakan kawasan di luar tanah haram. Pemerintah Arab Saudi sudah membatasinya dengan rambu berwarna kuning.  

Ustaz Ariful Bahri mengingatkan kepada jamaah agar mempersiapkan diri sebelum wukuf tiba. Jamaah bisa tidur sejenak agar badan menjadi fit. Setelah itu, jamaah bisa mengikuti khutbah Arafah sebelum melakukan shalat jamak qashar Zhuhur dan Ashar berjamaah. Jamaah kemudian dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan bermunajat dan berzikir kepada-Nya hingga terbenam matahari.

Menurut Ustaz Ariful Bahri, munajat dilakukan dengan menjauhkan diri dari kerumunan. Di tengah kesendirian, ujar dia, jamaah dianjurkan untuk mensyukuri segenap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT semasa hayatnya. Setelah itu, jamaah bisa bermohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa yang dilakukan.

“Apalagi, insya Allah haji ini bertepatan dengan hari Jumat di mana bertemu dua keutamaan di dalamnya. Hari Arafah dan hari Jumat.”  ';

×