Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) PPIH Arab Saudi memakaikan masker kepada jamaah haji, Rabu (22/6/2022). | Ali Yusuf/Republika

Kabar Tanah Suci

25 Jun 2022, 03:47 WIB

Doa Jamaah Haji untuk Petugas Kesehatan

Saling dukung di antara pasien tercipta di sini hingga yang melihatnya terharu

 

ALI YUSUF, Wartawan Republika

Wajah Susanto Herto Sriyono (53 tahun) terlihat ceria setelah Didik, perawat di KKHI Madinah,  menyampaikan kepadanya bahwa kondisi kesehatannya sudah membaik. Setelah empat hari dirawat di KKHI Madinah, Susanto akhirnya pulang ke kloternya dalam keadaan sehat pada Rabu (22/6) pukul 11.30 WAS.

Jamaah asal kloter SOC 18 itu mengaku mendapatkan pelayanan terbaik dari tim kesehatan di KKHI Madinah yang terdiri atas dokter dan dokter spesialis, perawat, serta tenaga pendukung kesehatan (TPK) yang merawatnya. Sebelum dipindahkan ke kursi roda menuju mobil ambulans, Susanto tak henti-henti menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengangkat penyakitnya.

Dia juga berterima kasih kepada tim kesehatan KKHI Madinah yang telah merawatnya dengan baik selama sakit. Susanto mengaku tak percaya, bahwa dia akan menerima pelayanan maksimal selama terbaring tak berdaya di KKHI Madinah ini.

Dia mengatakan, dokter setiap hari datang menemuinya untuk menanyakan keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, dan memberikan obat-obatan sesuai dengan sakit yang dirasakannya.

photo
Tim dokter KKHI Madinah merujuk jamaah ke RS King Fahd Madinah Arab Saudi, Jumat (17/6/2022). - (Ali Yusuf/Republika)

Dan yang paling dia tidak bisa lupakan adalah perawat dan TPK yang memberikan pelayanan kebutuhan dasarnya, mulai dari menyuapi makan, memandikan, membersihkan luka yang sudah bernanah, membimbing shalat dalam keadaan sakit, hingga membersihkan kotoran sisa istinjanya.

"Saya tidak percaya sampai totalitasnya mereka melayani saya. Terima kasih atas semua pelayanan yang diberikan kepada saya," katanya, Rabu (22/6).

Bahkan, sebelum beranjak pulang kembali ke kloter, Susanto bertanya kepada perawat Didik, siapa yang mengajarkan membaca doa sebelum tidur. Sebab, Susanto mengaku pada malam harinya sempat mengalami susah tidur, resah dan gelisah, tapi setelah diajari doa itu akhirnya ia bisa tidur.

"Siapa namanya?" tanya Susanto kepada Didik. Didik menjawab, dia adalah dokter spesialis anestesi Harpandi Rahim Palewai.

Karena tidak bertemu dengan dr Harpandi, Susanto hanya bisa mendoakannya, khususnya kepada semua petugas kesehatan haji agar selalu dalam lindungan Allah SWT dan menjaga kesehatannya.

Ditemui terpisah, Harpandi mengatakan, ketika Susanto mengeluh tidak bisa tidur resah dan gelisah, dia mengajak Susanto membaca doa keselamatan bagi Nabi Ibrahim ketika dibakar api. Doa yang diajarkan kepada Susanto itu ada di dalam surah al-Anbiya ayat 69. "Qulna ya naru kuni bardan wasalaman ala Ibrahim," yang artinya, "Kami berfirman, ‘Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.’"

photo
Dokter Fadjar Spesialis Jantung dan pembuluh memeriksa detak jantung seorang jamaah haji embarkasi SUB 19 melakukan latihan six minute walk test di ruang ICU Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Kamis (23/6). Foto : Ali Yusuf/Republika - (Ali Yusuf/Republika)

Selain Susanto, yang merasakan pelayanan terbaik dari tim medis yang merawatnya di KKHI Madinah adalah Rosmaini Kariasan Sihombing. Jamaah kloter asal MES 05 itu mengaku senang mendapatkan pelayanan terbaik dari tim kesehatan. Rosmaini mengaku tak bisa membalas jasa-jasa petugas kesehatan haji.

"Allah yang nanti akan membalas semua para dokter, perawat, dan semua kru yang ada di sini dengan balasan yang sangat berlipat ganda," katanya.

Semua jamaah haji yang dirawat di KKHI Madinah dan Makkah mendapatkan penanganan secara serius dari dokter maupun perawat bergantian mengerahkan seluruh kemampuan terbaik di bidang masing-masing untuk membantunya agar lebih cepat mencapai kondisi yang optimal. Sentuhan tulus dengan profesionalisme tim medis membuat suasana kekeluargaan tercipta di KKHI Madinah antara tim medis dan pasien maupun antara sesama pasien.

Saling menebar salam, menyemangati, dan saling mendoakan antarsesama tim medis dan pasien membuat hubungan persaudaraan makin erat. Ikrar tugasku sebagai pelayan tamu-tamu Allah SWT ditunaikan di sini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pusat Kesehatan Haji Kemkes (puskeshaji.kemkes)

Hari-hari, tim medis tidak hanya menuntun untuk meminum obat-obatan, tetapi memberikan dukungan moral, motivasi, dan edukasi yang menumbuhkan kembali semangat pasien. Demikian pula perawat yang dengan sepenuh hati memberikan pelayanan kepada pasien, membersihkan, dan merawat luka, bahkan membantu kebutuhan dasar pasien seperti menyuapi, mengganti popok, dan memandikan pasien.

Hal sederhana yang menjadi prinsip dan dipegang oleh teman-teman tenaga kesehatan di KKHI Madinah selama ini dalam merawat pasien tidak lain adalah memperlakukan pasien sebagaimana kita ingin diperlakukan. Dengan menjunjung nilai-nilai profesionalisme dan etika profesi, hal-hal positif seperti itu diharapkan memberikan kesan mendalam dan kepada rekan sejawat dan sesama jamaah haji yang dirawat.

Pada Kamis (22/6) hari terakhir sebelum dipulangkan ke kloternya, Susanto dibantu oleh perawat Didik Darmadi merapikan barang-barangnya. Didik Darmadi membawakan barang-barangnya, memakaikan tas, masker hidung, lalu membopongnya naik ke kursi roda.

Tak berselang lama, spontanitas ditunjukkan oleh pasien yang terbaring di samping tempat tidurnya yang melambaikan tangan dan mengucapkan pesan semoga sehat selalu kepada Susanto.

photo
Petugas kesehatan haji Indonesia yang berjaga di sektor khusus Masjid Nabawi rela membagi makanan miliknya untuk jamaah haji yang terlihat lelah dan lapar. Jatah makan siang petugas kesehatan dibagi semuanya kepada jamaah haji yang datang ke sektor khusus, Kamis(23/6). Ali Yusuf/Republika - (Ali Yusuf/Republika)

Saling dukung di antara pasien tercipta di sini hingga yang melihatnya terharu. Didik mendorong Susanto dengan kursi roda menuju ambulans yang sudah menunggu untuk mengantarkannya kembali ke kloternya.

Sebelum memasuki ambulans, di depan pintu keluar IGD KKHI, perawat lain memberikan edukasi dan pesan-pesan singkat kepada Susanto. Tak lupa, dokter Wahyudi yang saat itu sedang berjaga mengecek kembali obat-obatan rawat jalan yang akan diberikan selama prosesi ibadah haji.

Yudi menjelaskan aturan minum obat dan mengedukasi Susanto agar beristirahat cukup, tidak melakukan aktivitas berlebihan, diet sesuai anjuran dokter, dan melakukan kontrol secara teratur.

Tak berselang lama, Susanto pun dibawa dengan ambulans menuju kloternya. Lambaian tangan semua tim medis yang merawat Susanto menunjukkan kedekatan di antara mereka. "Waalaikumussalam. Semoga sehat selalu, ya, Pak Susanto. Doakan jamaah yang masih dirawat."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pusat Kesehatan Haji Kemkes (@puskeshaji.kemkes)


Puluhan Paspampres Bersenjata Lengkap Kawal Jokowi di Kiev

Paspampres menyiapkan tim penyelamatan yang biasanya saat kegiatan tertentu tidak diikutsertakan.

SELENGKAPNYA

SBY-JK Bertemu Lagi

JK sebelumnya menjadi pembicara saat rakernas Nasdem pekan lalu.

SELENGKAPNYA

BSI Targetkan Pembiayaan Rumah Tumbuh 10 Persen

KPR merupakan kontributor signifikan pada pembiayaan konsumer BSI.

SELENGKAPNYA
×