Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. | ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Nasional

24 Jun 2022, 03:10 WIB

SBY-JK Bertemu Lagi

JK sebelumnya menjadi pembicara saat rakernas Nasdem pekan lalu.

JAKARTA -- Presiden keenam Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan wakil presidennya dulu, Muhammad Jusuf Kalla (JK), di Cikeas, Bogor, pada Kamis (23/6)

Informasi pertemuan itu disampaikan pertama kali oleh fungsionaris DPP Partai Demokrat Imelda Sari melalui akun Twitter pribadinya, @isari68. "Pagi ini Presiden RI ke-6 @SBYudhoyono dan Wapres RI 2004-2009 & 2014-2019 Pak @Pak_JK bertemu di Cikeas untuk berbicara masalah kebangsaan. Sehat selalu para senior kami," ucapnya melalui akun @isari68 dikutip di Jakarta, Kamis (23/6).

Imelda juga membagikan video ketika JK baru masuk ruangan dan berdiskusi dengan SBY.

Staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, membenarkan adanya pertemuan keduanya di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor. Ia menyebut pertemuan dua sahabat itu berlangsung dalam suasana yang penuh keakraban. Ossy menuturkan, keduanya mengenang kebersamaan ketika memimpin pemerintahan.

"Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan tukar-menukar pikiran dan pandangan menyangkut masa depan bangsa dan negara kita. Meskipun keduanya tidak lagi aktif dalam kegiatan politik sehari-hari, namun masih terpanggil untuk ikut memikirkan jalan menuju Indonesia yang lebih baik dan lebih sejahtera," ujar Ossy, Kamis (23/6).

Putra sulung SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa keduanya bertemu sebagai sesama sahabat. "Karena memang beliau berdua, Pak SBY dan Pak JK, sama sepertinya dengan Pak Surya Paloh, adalah sahabat-sahabat dalam berdemokrasi, dalam berpolitik. Jadi, pertemuan antarsahabat itu sesuatu yang baik, menurut saya," ujar AHY di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, ia mengaku tak mengetahui apa yang menjadi pembicaraan keduanya di Puri Cikeas. "Saya belum ketemu Pak SBY hari ini, jadi saya belum tahu. Nanti mungkin saya tanyakan," ujar AHY. Diketahui, pertemuan terakhir SBY-JK digelar pada 8 Desember 2014, saat JK menjabat wapres dari Presiden Joko Widodo.

Jajaki Koalisi

Pertemuan SBY-JK bersamaan dengan pertemuan Demokrat-Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta. Sebelum bertemu SBY, JK juga terlihat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Nasdem pekan lalu. JK menjadi salah satu pembicara di Rakernas Nasdem.

Saat itu, JK menuturkan, tahun 2022 merupakan tahun politik yang sangat romantis. Itu karena partai politik tengah mencari pasangan yang cocok untuk maju pada Pemilu 2024.

Menurut JK, elektabilitas menjadi satu di antara beberapa faktor kendala para aktor politik mencari pasangan."Pasangan, partai, dan elektabilitas. Ini jadi satu suasana sulit. Elektabilitas tinggi, tapi tidak ada partai. Ada yang terbaik punya partai; punya partai, tapi tidak terbaik," tutur JK.

Rakernas Nasdem menyepakati tiga nama sebagai kandidat calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa.

Sementara itu, di pertemuan Demokrat-Nasdem, AHY mengaku partainya nyaman bersama Nasdem. "Saya bisa pastikan, hubungan kami terasa nyaman, makin hari makin kuat dan juga lebih terbuka," kata AHY.

Namun, ia mengeklaim belum membahas capres untuk 2024. "Belum dibicarakan, pada saatnya mungkin kami akan masuk ke situ, tapi terlalu dini kalau sekarang kita bicara di sana," ujar AHY.

Di lain pihak, Surya Paloh mengakui ada peluang koalisi bersama Demokrat pada Pemilu 2024. "Kemungkinannya cukup besar," kata Paloh.

Ia mengeklaim, soal koalisi belum dibahas dalam pertemuannya dengan AHY. Namun, kata dia, kunjungan itu akan semakin mempererat komunikasi dan silaturahim yang sudah terbina selama ini. "Kunjungan ini dalam suasana kekerabatan, bertukar pikiran tentang isu-isu aktual pada saat ini," tegasnya.


Doa ‘Malu-Malu’ Si Kembar di Tanah Suci

Pergi haji merupakan mimpi dari Mariano dan Mariana sejak 11 tahun silam.

SELENGKAPNYA

Syariat, Hakikat, Makrifat

Islam berada di urutan paling bawah, disusul iman, baru kemudian ihsan.

SELENGKAPNYA

Paloh: Nasdem-PKS Belum Koalisi

Poros Nasdem-PKS-Demokrat berpeluang mengusung Anies-AHY.

SELENGKAPNYA
×