Pekerja menyelesaikan pembuatan ornamen menyambut HUT ke-495 DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta, Senin (20/6/2022). HUT ke-495 DKI Jakarta yang bertajuk Jakarta Hajatan tersebut mengangkat tema Kolaborasi, Akselerasi dan Elevasi. | ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kabar Utama

23 Jun 2022, 03:44 WIB

Jelang Lima Abad, Jakarta Terus Berbenah

Hampir 500 tahun, Kota Jakarta tidak pernah berhenti untuk berbenah.

 

JAKARTA — DKI Jakarta berusia 495 tahun. Pada usia yang hampir menginjak lima abad, ada berbagai pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan di Ibu Kota, mulai dari kemiskinan, kesenjangan sosial, infrastuktur, transportasi, hingga mengenai polusi udara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan saat memimpin langsung upacara HUT DKI Jakarta Hajatan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/6), menyatakan, perjuangan Jakarta sudah sangat panjang. “Dan, hampir 500 tahun kota ini tidak pernah berhenti untuk berbenah,” kata Anies dalam sambutannya.

Dia menyebut, Jakarta terus melakukan pembaruan dari waktu ke waktu. Mendukung hal itu, pihaknya mengaku akan mengemban tanggung jawab pembaruan sebaik-baiknya.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat memimpin upacara HUT ke-495 Kota Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Upacara HUT ke-495 Kota Jakarta yang diikuti 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan perangkat kerja Pemprov DKI Jakarta tersebut mengangkat tema Jakarta Hajatan dengan mengusung slogan Celebrate Jakarta: Kolaborasi, Akselerasi, dan Elevasi. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.)

Dengan adanya upaya itu, kata dia, Jakarta akan mendapat ketenangan dan menyebarkannya ke wilayah lain. Menurut Anies, tanggung jawab tambahan itu sebagai konsekuensi menjadi kota sentral di kawasan Jabodetabek maupun Indonesia.

“Jakarta bukan saja memenuhi semangat nasional, tapi juga menunjukkan Jakarta ke depan jadi kota rujukan kota lain di Asia Tenggara,” tutur dia.

Anies berharap HUT DKI Jakarta yang Ke-495 tahun bisa menjadi momentum bagi semua pihak untuk membuat perubahan signifikan ke depannya. “Jakarta masih memiliki kesempatan menjadi kota yang maju,” kata Anies.

Anies meminta semua pihak bisa memandang Jakarta jauh ke depan. Pasalnya, usia dinilainya bukan untuk ditelisik lagi ke belakang.

Anies mengaku bakal berfokus menjadikan Jakarta sebagai kota yang sejajar dengan kota-kota dunia lainnya. Hal itu, kata dia, dengan terbangunnya transportasi umum massal yang menjangkau berbagai wilayah kota.

Namun, dia mengakui hingga kini belum 100 persen transportasi DKI menjangkau warganya. Menurut dia, hingga Jakarta berusia 495 tahun ini, baru 82 persen wilayah Jakarta yang terjangkau transportasi umum.

“Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa mencapai di atas 90 persen,” kata dia.

photo
Pekerja menyelesaikan pembuatan ornamen menyambut HUT ke-495 DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta, Senin (20/6/2022). HUT ke-495 DKI Jakarta yang bertajuk Jakarta Hajatan tersebut mengangkat tema Kolaborasi, Akselerasi dan Elevasi. - (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Berbagai upaya pembangunan di Jakarta mendapat pujian dan kritik dari warga. Salah satu warga DKI Jakarta, Indah (28 tahun), mengaku ada banyak kemajuan yang dialami Jakarta dalam beberapa tahun ke belakang, mulai dari transportasi, infrastruktur, hingga pembangunan bagi publik yang lainnya.

“Paling terasa sih transportasinya,” kata Indah saat ditemui dalam upacara HUT DKI di Monas, Rabu (22/6).

Dia bercerita, beberapa tahun lalu sebelum ada OK Trip atau yang sekarang menjadi Jak Lingko, sulit untuk pulang malam. Pasalnya, transportasi Jakarta belum mencakup seluruhnya, termasuk hingga kini.

“Tapi, seenggaknya sekarang sudah lebih baik. Dulu pas kuliah, angkot nggak ada malam hari, tapi sekarang ada Jak Lingko yang sampai malam,” tuturnya.

Meski demikian, dia mencatat ada beberapa yang perlu diperbaiki selain transportasi. Menurut dia, pembangunan Jakarta dalam beberapa tahun ini juga semakin membaik. Namun, hal itu dinilainya terlalu tersentralisasi.

“Infrastruktur maksimalnya di pusat Jakarta. Di pinggiran jangankan jalan, JPO saja susah dibenerin,” kata warga asli Lubang Buaya itu.

photo
Sejumlah ASN Pemprov DKI Jakarta mengikuti upacara HUT ke-495 Kota Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Upacara HUT ke-495 Kota Jakarta yang diikuti 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan perangkat kerja Pemprov DKI Jakarta tersebut mengangkat tema Jakarta Hajatan dengan mengusung slogan Celebrate Jakarta: Kolaborasi, Akselerasi, dan Elevasi. - ( ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.)

Warga Jakarta Selatan, Fakhri (28), mengatakan hal serupa. Menurut dia, transportasi di Jakarta saat ini semakin baik dengan adanya program integrasi. Dia menilai, upaya Pemprov DKI untuk mengintegrasikan tarif transportasi LRT, MRT, dan Transjakarta juga merupakan pencanangan yang baik.

Hal itu dinilainya bisa membuat warga kian beralih pada transportasi umum massal. “Saya juga mungkin bisa saja naik transportasi umum mulai nanti,” kata dia yang terbiasa memakai kendaraan pribadi.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Kamrussamad, berharap kesejahteraan masyarakat Ibu Kota meningkat seiring bertambahnya usia Jakarta yang pada Rabu genap 495 tahun.

photo
Penumpang saat menaiki MRT di Jakarta, Rabu (22/6/2022). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan tarif moda transportasi MRT, Transjakarta dan LRT pada 22 Juni 2022 dalam rangka memeriahkan HUT ke-495 DKI Jakarta. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra tersebut mengatakan, HUT Ke-495 Jakarta yang bertema "Jakarta Hajatan: Kolaborasi, Akselerasi dan Elevasi" harus benar-benar mencerminkan kualitas kota, bukan hanya pada fisik kotanya, melainkan juga kualitas SDM-nya.

"Jakarta sudah banyak perubahan fisik. Itu penting agar Jakarta bisa bersaing dengan kota-kota dunia lainnya," kata Kamrussamad.

Namun, hal yang tidak kalah penting, kata dia, Jakarta juga harus meningkatkan kualitas SDM, kesejahteraannya, serta kualitas hidup warganya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada peningkatan jumlah warga miskin di Jakarta sebanyak 105.160 orang atau naik 0,89 persen pada periode 2017-2021.

"Ini masalah serius yang perlu diatasi juga oleh Pemprov DKI Jakarta," katanya.

photo
Personel Damkar mengikuti upacara HUT ke-495 Kota Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Upacara HUT ke-495 Kota Jakarta yang diikuti 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan perangkat kerja Pemprov DKI Jakarta tersebut bertemakan Jakarta Hajatan dengan slogan Celeberate Jakarta: Kolaborasi, Akselerasi dan Elevasi. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Seharusnya, kata Kamrussamad, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaknai juga sejarah lahirnya Jakarta bahwa nama awalnya adalah Jayakarta yang berarti kemenangan dan kejayaan, yang seharusnya dimaknai kemenangan dan kejayaan bagi semua.

"Penetapan 22 Juni sebagai tanggal hari lahir Jakarta dituangkan dalam Surat Keputusan Dewan Perwakilan Kota Sementara Djakarta Raja No.6/D/K/1956," katanya.

HUT Jakarta yang diperingati setiap 22 Juni tak lepas dari sejarah sebuah kota bernama Jayakarta yang didirikan oleh Fatahilah.

Fatahilah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta beberapa bulan setelah mengalami kemenangan mutlak atas bangsa Portugis pada 1527. "Ini harus dimaknai dengan sepenuh hati agar arti Jakarta itu dirasakan masyarakat," kata dia. 

Sumber : Antara


Transisi Pandemi ke Endemi

Transisi pandemi menuju endemi membutuhkan kesiapan Indonesia menekan efek negatif subvarian omikron.

SELENGKAPNYA

Suami Teladan

Tidak sedikit keteladanan yang dapat ambil dari perjalanan keluarga Nabi Ibrahim.

SELENGKAPNYA

BPKH Siapkan Investasi di Sektor Properti

Sarana Jaya sedang mencari alternatif sumber pembiayaan.

SELENGKAPNYA
×