Sejumlah warga binaan mengikuti acara Dzikir Ramadhan di Rumah Tahanan Kelas II B Serang, di Serang, Banten, Kamis (21/4/2022). Acara digelar untuk pembinaan dan pendalaman rohani bagi warga binaan yang beragama Islam. | ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.

Tuntunan

19 Jun 2022, 04:23 WIB

Zikir Itu Sunah atau Wajib?

Baik di langit maupun di bumi, semua makhluk berzikir mengingat Allah.

OLEH ERDY NASRUL

 

Aktivitas yang dilakukan semua makhluk, baik yang zahir maupun batin, adalah berzikir. Malaikat berzikir mengagungkan asma Allah sambil bertawaf mengelilingi Baitul Makmur. 

Manusia seperti Nabi Adam juga mengingat Allah. Setelah manusia pertama itu bersama Hawa dipindahkan ke bumi, Allah memerintahkan mereka untuk berzikir di Masy’aril Haram (QS al-Baqarah: 128).

Nabi Nuh berzikir dengan doa “Rabbigfir li wa liwalidayya wa liman dakhala baitiya mu`minan wa lil-mu`minina wal-mu`minat, wa la tazidiz-zalimina illa tabara.” Artinya, “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu-bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”

photo
Umat Islam membaca Al Quran bersama-sama di Masjid Raya Nurul Islam, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (27/4/2022). Kegiatan Khataman Al Quran yang dilakukan 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan tersebut untuk meraih malam kemuliaan (Lailatulqadar) dari Allah SWT dengan memperbanyak amal ibadah yaitu membaca Al Quran, Shalawat, Shalat Tahajud (malam) dan berdzikir. - (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Nabi Ibrahim meminta Nabi Muhammad membiasakan umatnya berzikir “la haula wa la quwwata illa billah” (tiada daya dan upaya kecuali Allah). Zikir itu didapatkan Rasulullah saat bertemu Nabi Ibrahim dalam Mi’raj menuju Sidratul Muntaha, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dalam hadis dari Abu Ayyub al-Anshari.

Nabi Isa diperintahkan untuk zikrullah atas nikmat yang diberikan, seperti ketika masih bayi ia sudah bisa berbicara, bahwa Allah mengajarkan menulis, hikmah, Taurat, dan Injil. Juga berzikir ketika membentuk burung dari tanah, kemudian Allah menghidupkannya ... (al-Maidah: 110). 

Nabi Muhammad berzikir dengan melazimkan sejumlah kalimat, seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, hasbunallah, dan lainnya. Namun, sebaik-baiknya zikir adalah kalimat tahlil “laa ilaha illa Allah”.

Kata Rasulullah, “Afdhalu ma aqulu ana wa ma qaalahu annabiyyun min qabli laa ilaaha illa Allah.” Artinya, “Ucapan paling utama yang kuucapkan dan para nabi sebelumku adalah laa ilaaha illa Allah.” Hadis ini diriwayatkan Tirmidzi.

photo
Umat Islam berdzikir saat iktikaf di Masjid Agung Almarkazul Islamic Centre Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (23/4/2022) dini hari. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, umat Islam memperbanyak ibadah untuk mengharapkan hikmah malam kemuliaan atau lailatulqadar. - (ANTARA FOTO/Rahmad)

Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam Sirrul Asrar menyebut enam macam zikir. Pertama adalah zikir lisan. Ini adalah upaya membiasakan hati agar tidak melupakan zikir. Kedua adalah zikir jiwa. Ini adalah zikir yang tidak terdengar dengan suara, tetapi batin merasakannya. Ketiga adalah zikir hati, yaitu perhatian kalbu kepada segala sifat Allah hingga merasakan kehadirannya.

Keempat adalah zikir sirri, yaitu perhatian kepada ketersingkapan (kasyaf) ketersingkapan rahasia Ilahi. Kelima adalah zikir khafi, yaitu perhatian kepada keesaan Allah di tempat yang disenangi Allah.

Keenam adalah zikir akhfa khafi, yaitu zikir yang mengingat hakikat kebenaran sejati, yang hanya dilihat Allah. Syekh Abdul Qadir menyebutnya sebagai alam tertinggi dan tujuan paling akhir.

Allah berfirman, “Fa in tajhar bil qawli fa innahu ya’lamu as-sirra wa akhfa.” Artinya, “Dan jika kamu merasakan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi” (QS Thaha: 7).

 
Zikir merupakan keharusan, keniscayaan yang harus dilakukan para pencari Tuhan.
 
 

Meski dikategorikan sunah, Sulthanul Auliya’ menjelaskan, zikir merupakan keharusan, keniscayaan yang harus dilakukan para pencari Tuhan. Allah menjelaskan, para pencari Tuhan berzikir dengan berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring. Mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi sambil berdoa, “Rabbana ma khalaqta hadza bathilan, subhanaka faqina ‘adzaba an-nar.” Artinya, “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Ali Imran: 191).

Syekh Abdul Qadir kemudian menafsirkan makna berdiri yaitu waktu siang. Duduk adalah waktu malam. Sedangkan, berbaring adalah masa sulit, mudah, sehat, sakit, kaya, miskin, mulia, abadi, dan lainnya. Dalam keadaan apa pun, zikir harus terus dilaksanakan.

Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan tiga pelindung orang beriman: pertama adalah masjid. Ini adalah tempat orang-orang berzikir, dan tempat singgah para malaikat. Pelindung kedua adalah zikir itu sendiri. Pelindung ketiga adalah membaca Alquran. 

Dalam sebuah doa, Nabi Khidir memohon kepada Allah agar selalu mengilhami hatinya sehingga istiqamah melaksanakan zikrullah. Doa lengkapnya adalah sebagai berikut.

photo
Sejumlah penyintas bencana menutupi mukanya saat berdoa saat dzikir bersama mengenang bencana likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (29/9/2021). Selain mendoakan ribuan korban yang meninggal dunia pada bencana 28 September 2018 itu, Dzikir bersama yang difasiltiasi Majelis Dzikir Nurul Khairaat Palu itu juga bermunajat agar bencana serupa tidak terjadi lagi. - (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Allahumma qanni’na bima razaqtana, wa’shimna min haitsu nahaytana, wa la tuhawwijna ila man aghnaytahu ‘anna, wahsyurna fi zumrati sayyidina muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallam, wa bika’sihi fasqina, wa min ma’ashiika jannibna, wa ‘ala at-taqwa amitna, ma li adz-dzikri alhimna, wa min waratsati jannatin na’iim, faj’alnaa wa as’idnaa wa laa tusyqinaa ya dzal jalali wal ikram.”

Artinya, “Ya Allah, jadikanlah kami merasa puas dengan rezeki yang Engkau berikan kepada kami, peliharalah kami dari apa yang telah Engkau larang, jangan Engkau jadikan kami merasa butuh pada orang yang telah Engkau jadikan lebih kaya dari kami.

Kumpulkanlah kami bersama golongan umat Muhammad SAW dan berilah kami minum dari cawan beliau. Jauhkanlah kami dari perbuatan maksiat dan wafatkanlah kami dalam keadaan takwa. Berilah kami ilham untuk selalu berzikir kepadamu, jadikanlah kami termasuk pewaris surga yang penuh dengan kenikmatan, bahagiakanlah kami dan jangan engkau sengsarakan kami, wahai Tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan.”

Zikir merupakan warisan para nabi. Kita harus melestarikan legasi itu dalam keseharian. Kemudian mendidik generasi setelah kita untuk selalu melaksanakannya.

 
Dalam sebuah doa, Nabi Khidir memohon kepada Allah agar mengilhami hatinya sehingga istikamah melaksanakan zikrullah.
 
 


Metafisika Kehidupan

Hidup dan mati umat Bani Adam di muka bumi menembus wilayah metafisika.

SELENGKAPNYA

Amal Tersembunyi

Bagaimana dengan kita? Adakah amalan tersembunyi yang cukup hanya diri dan Allah yang tahu?

SELENGKAPNYA

Jokowi Penentu Pemimpin 2024

Jokowi menginginkan kontinuitas program yang tak bergantung pada figur semata.

SELENGKAPNYA
×