Pekerja menggunakan berjalan saat jam pulang kerja melintasi Terowongan Kendal, Sudirman , Jakarta, Kamis (16/6/2022). | Republika/Thoudy Badai

Kabar Utama

17 Jun 2022, 03:55 WIB

Disiplinkan Lagi Prokes

Seluruh pemda diminta mempersiapkan layanan kesehatan menghadapi potensi lonjakan kasus.

JAKARTA – Penularan Covid-19 terus menunjukkan penambahan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Dua faktor utama pemicunya diyakini karena masuknya sub varian omikron BA.4 dan BA.5 dan kendurnya penerapan protokol kesehatan (prokes).

Semua pihak kini diajak kembali disiplin bermasker sebagai langkah pertama menekan laju penularan yang diprediksi akan mencapai puncak pada pertengahan Juli. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak kasus Covid-19 omikron varian baru BA.4 dan BA.5 maksimum hanya akan mencapai 25 ribu kasus per hari.

Perkiraan itu didasarkan pada pemantauan kasus varian tersebut di negara lain. “Kami percaya nanti akan ada kenaikan mungkin maksimumnya 25 ribu per hari,” kata Budi, di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6).

photo
Pekerja berjalan saat jam pulang kerja melintasi Terowongan Kendal, Sudirman , Jakarta, Kamis (16/6/2022). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap covid-19 varian baru BA4 dan BA5. - (Republika/Thoudy Badai)

Budi menjelaskan, di Afrika Selatan sebagai negara pertama teridentifikasinya varian baru SARS-CoV-2 tersebut, puncak kasus BA.4 dan BA.5 hanya sepertiga dari puncak kasus Covid-19 akibat infeksi varian omikron atau delta sebelumnya.

Itu artinya, jika pada saat puncak varian delta dan omikron sebelumnya di Indonesia terjadi 60 ribu kasus per hari, maka diperkirakan puncak omikron varian baru BA.4 dan BA.5 ‘hanya’ akan mencapai 20 ribu hingga 25 ribu kasus per hari.

Budi mengatakan, puncak kasus biasanya terjadi satu bulan setelah kasus pertama teridentifikasi. Dalam hal ini, diperkirakan puncak kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan terjadi pada pertengahan hingga akhir Juli 2022. “Setelahnya akan turun kembali,” jelas dia.

Pada Rabu (15/6) kasus harian menembus 1.242 orang. Sementara pada Kamis (16/6), kasus harian tercatat 1.173 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia pada Kamis sebanyak empat orang.
 
Menkes Budi yakin, tingkat kematian dari varian BA.4 dan BA.5 jauh lebih rendah dibanding omikron atau bahkan delta. Tingkat kematiannya, kata dia, hanya seperduabelas atau sepersepuluh dari delta dan omikron.

Meskipun memiliki tingkat kematian yang lebih rendah, Menkes meminta masyarakat untuk tetap konsisten menjalankan prokes. Peningkatan kasus yang terjadi saat ini harus tetap diwaspadai bersama tetapi tidak perlu ada kepanikan berlebih.

Kasubbid Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Alexander Ginting meyakini, selain disebabkan munculnya varian baru, lonjakan kasus Covid-19 saat ini juga disebabkan faktor longgarnya penerapan prokes dan peningkatan mobilitas masyarakat. Faktor lainnya adalah pelonggaran peraturan yang tidak mewajibkan pelaku perjalanan melakukan tes PCR dan lain-lain.

photo
Pekerja menunggu kedatangan bus transjakarta saat jam pulang kerja di kawasan Sudirman , Jakarta, Kamis (16/6/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Alex menyebut, varian baru omikron BA.4 dan BA.5 ini muncul dengan karakter unik yakni mampu menghindari antibodi sistem kekebalan tubuh atau yang disebut escape immunity. Dua varian ini juga memiliki sifat yang mudah menular dari satu orang ke orang lainnya. Termasuk orang-orang yang sudah mendapat vaksinasi lengkap dan booster Covid-19. “Tapi subvarian BA.4 dan BA.5 ini hanya menimbulkan gejala ringan, tidak sama dengan waktu (varian) delta,” ujar dia.

Kemenkes telah membuat surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan menghadapi potensi lonjakan kasus. Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, sistem layanan kesehatan di Indonesia telah siap menghadapi lonjakan kasus.

“Pihak rumah sakit dengan pengalaman dua tahun ini, kita memiliki kesiapan yang lebih baik, mulai dari SDM, sarana prasarana, alat medis, APBD maupun sistemnya,” katanya.

Meskipun kasus saat ini melonjak, lanjut Syahril, positivity rate yang menjadi indikator penilaian dalam pengendalian Covid-19, masih di bawah standar WHO. Berdasarkan standar yang ditetapkan WHO, Indonesia dinilai masih aman karena masih berada di bawah angka 5 persen.

“Kita sampai saat ini masih 2,15 persen untuk positivity rate. Walaupun saat ini ada kenaikan kasus, angka hospitality-nya masih rendah,” ujar dia. 

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, kasus konfirmasi Covid-19 yang naik 10 kali lipat dalam setengah bulan tetap harus diwaspadai. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, pemerintah harus mencari secara lebih pasti penyebab kenaikan kasus dengan memperbanyak whole genome sequencing (WGS). Selanjutnya, lanjut Tjandra, melakukan penyelidikan epidemiologi mendalam pada semua atau sebagian besar kasus baru setiap harinya.

Selain itu, masyarakat juga harus tetap menjaga prokes sesuai aturan yang kini masih berlaku. “Vaksinasi juga terus ditingkatkan, sekarang vaksinasi dua dosis baru 60-an persen dari jumlah penduduk, dan booster bahkan baru 20-an persen,” ujar Tjandra.

Yang tak kalah penting adalah perhatian khusus untuk kelompok risiko tinggi (risti) seperti lansia, komorbid, dan lainnya agar lebih ketat memakai masker dan menghindari kerumunan. Kenaikan kasus saat ini kembali menegaskan bahwa situasi saat ini masih dalam pandemi. “Dan situasi dapat saja berkembang unpredictable,” ujar Tjandra.


Tugas Berat Dua Menteri

Persoalan minyak goreng dan lahan di IKN menjadi titipan Presiden untuk diselesaikan menteri baru.

SELENGKAPNYA

Shin Bertekad Ukir Sejarah di Piala Asia 

Keberhasilan Asnawi dan kawan-kawan telah membayar penantian selama 15 tahun sejak Indonesia terakhir.

SELENGKAPNYA

WHO Siap Kaji Status Cacar Monyet

Vaksin untuk cacar biasa diperkirakan efektif 85 persen terhadap cacar monyet.

SELENGKAPNYA
×