Brantas Abipraya | Youtube

Ekonomi

06 Jun 2022, 09:21 WIB

Brantas Abipraya Bangun Huntap Korban Semeru

Pembangunan yang dilakukan Brantas Abipraya ini menunjukkan BUMN hadir membantu masyarakat korban bencana alam.

JAKARTA -- BUMN semakin lincah, responsif dan efisien. Tak hanya mencari cuan, BUMN juga hadir untuk menyediakan fasilitas publik. Termasuk membangun hunian tetap untuk warga korban bencana yang terjadi di akhir tahun lalu di Jawa Timur seperti yang dilakukan PT Brantas Abipraya. 

Perusahaan pelat merah ini juga membangun berbagai sarana dan prasarana bagi korban letusan Gunung Semeru. Ini menjadi bukti kehadirannya dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. 

Transformasi di tubuh BUMN ini juga semakin terlihat membuahkan hasil. Termasuk dampak dari diangkatnya dua direksi baru pada medio 2021. Saat itu Menteri BUMN Erick Thohir mengambil keputusan strategis agar kinerja perusahaan meningkat signifikan. Langkah Erick membuahkan hasil yang menggembirakan. Kinerja Abipraya semakin meningkat. 

Terkait pencapaian target pembangunan huntap tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasinya selepas mengunjungi fasilitas tersebut pekan ini. Hal yang menjadi catatan tersendiri di tengah upaya mendorong pemulihan ekonomi. 

BUMN konstruksi yang dikenal terunggul dalam pembangunan bendungan ini juga telah melakukan pembersihan Jalan Nasional Ruas Bts. Kabupaten Malang - Bts. Kabupaten Lumajang. Jalan menjadi urat nadi aktivitas dan ekonomi rakyat.  

PT Brantas Abiparaya juga membangun jembatan gantung untuk pejalan kaki; penanganan jalan alternatif Ruas Pasirian-Tempusari; rekonstruksi Jalan Nasional Link 062; dan clearing lokasi Huntara (Hunian Sementara) dan Huntap dengan luas total 80 hektare.

"Abipraya telah berhasil merampungkan 1.110 unit rumah dari total 1.951 unit yang dibangun untuk masyarakat korban erupsi semeru. Kami memastikan hunian ini memiliki standar yang baik dengan luas bangunan 6x6 meter dan menggunakan panel RISHA agar tahan gempa," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (6/6). 

Anas menyampaikan, erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Desember lalu mengakibatkan banyaknya tempat tinggal warga, kendaraan yang tertimbun abu vulkanik, sehingga banyak warga yang mengungsi dan menjadi korban jiwa. Anas mengatakan bantuan yang tanggap dan langsung diterjunkan dari Abipraya antara lain alat berat untuk memudahkan proses evakuasi korban berupa delapan excavator, satu loader, lima dump truck, tiga buldoser serta dua unit mobil ambulans yang bersiap di lokasi. 

Kata Anas, seluruh alat berat dan ambulans langsung dikirimkan menuju lokasi dari proyek-proyek Brantas Abipraya yang jaraknya tak jauh dari lokasi bencana yaitu proyek Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur, proyek Bendungan Jragung di Demak, Jawa Tengah, Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah dan proyek Jalur Lintas Selatan Lot 8 Jarit - Puger di Kabupaten Lumajang.

"Semoga huntap yang dibangun Brantas Abipraya dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi masyarakat Lumajang yang menjadi korban erupsi. Ini bukti komitmen kami sebagai BUMN yang selalu ada untuk Indonesia, hadir memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia melalui karya-karya konstruksinya," kata Anas menambahkan.


Menikmati Takdir Kematian

Nikmati saja jatah hidup ini dengan beramal saleh sampai kematian tiba.

SELENGKAPNYA

Kondisi Jamaah Haji Sehat

Jamaah diimbau memperbanyak minum tanpa menunggu haus.

SELENGKAPNYA
×