Teknologi imersif akan merevolusi berbagai tayangan dan event yang digelar di masa depan. | Dok Epic Games

Inovasi

02 Jun 2022, 14:43 WIB

Mengintip Masa Depan Industri Imersif

Pemanfaatan teknologi extended reality berdampak pada revolusi di lansekap industri hiburan.

Visualisasi kreatif telah berevolusi selama bertahun-tahun. Berawal dari dunia animasi 3D yang membuat karakter film Disney dan Pixar, hingga film virtual dan produksi TV seperti Game of Thrones dan The Mandalorian yang membawa para penonton ke dunia baru nan imersif dan fantastis.

Kemajuan teknologi real-time pun menjadi pusat pergeseran tren ini. Perangkat lunak real-time memungkinkan kreator bekerja secara kreatif dan kolaboratif, tanpa waktu rendering yang panjang dan alur kerja tertutup.

Saat diaplikasikan ke industri media dan hiburan, pemanfaatan teknologi ini, berarti penulis, tim produksi, artis, sutradara dan kru film, dapat bebas berfokus pada penciptaan dan mewujudkan ide-ide mereka lebih cepat, lebih kreatif, dan fleksibel dibandingkan sebelumnya.

Penggunaan teknologi real-time di industri hiburan, juga menghilangkan proses rekaman rumit di lokasi, dan proses pascaproduksi yang panjang. Hal ini, berujung pada penghematan waktu, biaya, dan sumber daya yang besar bagi industri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by 3Particle (@3particle)

Teknologi real-time dan in-camera visual effects (ICVFX) kini dapat dimanfaatkan oleh pembuat film independen hingga stasiun-stasiun televisi besar. Termasuk juga penyelenggara acara untuk menciptakan lokasi yang imersif dan interaktif, bahkan imajiner, di dalam batas-batas panggung.

Studio seperti AUX Media di Singapura, 3Particle di Malaysia dan V2 Indonesia sudah memanfaatkan produksi virtual real time untuk membuka jalan baru diproduksi live broadcast, virtual event, dan menggarap video musik. AUX Media yang berlokasi di Singapura memanfaatkan kemampuan real-time Unreal Engine dan disguise untuk mengembangkan efek visual hidup dan interaktif untuk Star Awards Ceremony 2022 dari Mediacorp.

Event yang digelar, dikonsepkan dan diwujudkan dengan memanfaatkan panggung extended reality (xR), dengan layar hijau. Hal ini memungkinkan pengembang menempatkan lapisan efek visual dan selebritas lain dari jarak jauh, namun tetap berjalan secara real time.

Chief Executive Officer, AUX Media Group, Choong Chyi Kei, mengatakan AUX Immersive studio adalah studio xR pertama di Singapura yang mulai berkarya pada 2020. “xR adalah teknologi baru yang sedang berkembang. Di seluruh dunia, Anda dapat melihat bahwa ada banyak pembuatan film menggunakan LED walls,” ujarnya, dalam webinar Unreal Engine & Disguise Virtual Production, yang digelar pekan lalu.

Menurut Kei, dengan unreal engines, kita benar-benar dapat membuat lingkungan foto realistis yang benar-benar imersif. “Hal ini, berarti juga, kreator akan bisa membawa penonton ke mana pun. Itulah keajaiban xR,” lanjut Kei.

Potensi Besar

Studio xR pertama Malaysia, 3Particle, juga telah memanfaatkan teknologi real time dan panggung xR untuk menciptakan dunia baru yang futuristik dalam video musik untuk beberapa band lokal. Kemampuan untuk merekam dan mengombinasikan adegan yang sangat realistis ini, kemudian menjadi hal yang revolusioner bagi industri.

Founder sekaligus Technical Director & Event Strategist di 3Particle Malaysia, Carl Loo menyampaikan, panggung xR yang digarap 3Particle sudah berproduksi lebih dari satu tahun. “Selama masa itu, kami terus menyaksikan keserbagunaan dalam produksi virtual. Teknologi ini benar-benar membentuk ulang seluruh lanskap industri media dan hiburan di Malaysia,” katanya.

Loo pun berupaya akan terus menjelajah ke masa depan dengan semangat untuk merilis karya dengan storytelling yang kian imersif. Termasuk juga, berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dan berbagai universitas untuk menumbuhkan lebih banyak bakat di industri ini pada tahun-tahun mendatang.

Ke depannya, xR Stage Malaysia by 3Particle akan bekerja sama dengan Experiential Design Team (EDT) untuk menjajaki kolaborasi berbasis konten dan teknologi, baik di Malaysia maupun di negara lain. EDT adalah tim khusus yang terhubung ke masa depan dengan xR sebagai intinya.

Dengan Fariz Hanapiah sebagai Creative Tech Director, kinerja EDT akan menunjang augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan mixed reality (MR) di berbagai titik kontak komunikasi. Kolaborasi ini, menurut Loo, akan dititikberatkan untuk membantu para klien dalam meningkatkan keterlibatan melalui tools AR dan VR perusahaan.

Keterbatasan SDM

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by V2 INDONESIA (@v2indonesia)

Studio xR imersif pertama di Indonesia, V2 Indonesia juga telah mengubah permainan untuk virtual event dengan perangkat lunak real time. Pada Oktober 2021, V2 Indonesia yang merupakan studio spesialis audio visual (AV) membuat terobosan dengan merambah ke xR dengan harapan menambah nilai penawaran terbaru mereka untuk klien industri dan konsumen. Tak ketinggalan, untuk makin mendukung event hibrid imersif di masa depan.

Saat ini, V2 telah bekerja sama dengan salah satu YouTuber di Indonesia untuk membangun studio siniar yang dilengkapi teknologi xR. Founder dan CEO V2 Indonesia Rudi Hidayat mengungkapkan, pihaknya sangat senang melihat perkembangan produksi virtual di Asia Tenggara yang semakin canggih dan efisien.

Meski begitu, tantangan dalam industri produksi virtual tetap masih ada. Menurut Rudy, tantangan terbesar yang ada saat ini, adalah sumber daya manusia yang terkait dengan pendidikan.

Menemukan orang yang tepat di sebuah industri, ia melanjutkan, juga bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, melakukan lebih banyak edukasi ke pasar tentang potensi dan prospek yang dibawa industri produksi virtual, saat ini menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa dikesampingkan. 

 

 

 

Unreal engines, kita benar-benar dapat membuat lingkungan foto realistis yang benar-benar imersif.

CHOONG CHYI KEI, Chief Executive Officer, AUX Media Group
 

  ';

Literasi Digital untuk Pemulihan Ekonomi

Literasi digital memainkan peran signifikan dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi.

SELENGKAPNYA

Dongeng Startup yang tak Selalu Indah

Investor kini mulai mengetatkan kucuran pendanaan untuk usaha rintisan digital.

SELENGKAPNYA

Mencicipi 5G di Formula E

Ajang Formula E akan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjajal teknologi 5G.

SELENGKAPNYA
×