Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

27 May 2022, 08:20 WIB

Terima Kasih Wahai Musuh

Bahwa tipu daya setan akan selalu menjadi musuh bagi manusia.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Dalam surah Yasin: 60, Allah menegaskan bahwa manusia akan selalu berhadapan dengan setan sebagai musuh: “Alam a’had ilikum yaa banii aadama allaa ta’budusy syathaan, innahuu lakum ‘aduwwun mubiin”.

Kata “aduw mubiin” artinya musuh yang nyata. Maksudnya bahwa setan akan selalu menjadi musuh bagi manusia. Namun, sayangnya masih banyak manusia yang tidak menyadari sehingga terperangkap dalam tipu daya setan.

Pesan Allah di atas sejatinya memberikan aba-aba bahwa tidak ada musuh yang baik. Namun, jika kita berhasil menyikapinya dengan aura kemenangan, justru itu adalah jalan sukses dan produktif. 

Dr Salman Audah menulis buku berjudul Syukran Ayyuhal A’daa (Terima Kasih Wahai Musuh) bahwa hidup pasti akan berhadapan dengan musuh. Namun, yang paling penting bukan mengeluh, melainkan bagaimana kita sukses karena dimusuhi.

Dr Aidh Al-Qarni menulis buku Laa Tahzan (Jangan Bersedih). Sejatinya buku ini adalah catatan harian untuk dirinya sendiri selama di penjara supaya tetap bersabar dalam menjalani ujian. Setelah diterbitkan, buku ini ternyata menjadi best seler internasional dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia.

Prof Dr Hamka behasil menyelesaikan buku tafsirnya Al Azhar di dalam penjara. Demikian juga Ustaz Sayed Quthub menyelesaikan tafsirnya Fi Zhilali Quran selama di dalam penjara. Dengan tafsirnya ini, Quthub berhasil menghadirkan Alquran tidak saja sebagai mukjizat dari segi sastra, tetapi lebih dari itu sebagai panduan hidup layaknya GPS bagi siapa saja yang merindukan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jauh sebelum itu para nabi banyak yang dibunuh. Nabi Yahya dipenggal lehernya karena menyampaikan kebenaran hukum Allah apa adanya. Nabi Musa diancam akan dibunuh, tetapi kemudian justru Fir’aunlah yang tenggelam di Laut Merah.

Nabi Ibrahim dibakar, tetapi karena Allah tidak menghendaki itu, malah Allah perintahkan api itu menjadi dingin sehingga ia menjaga Nabi Ibrahim.

 
Silakan Anda menjadi orang yang paling baik, paling saleh, paling jujur, paling adil, pasti akan ada orang yang memusuhi Anda. 
 
 

Sementara, Rasulullah SAW direncanakan dibunuh, tetapi gagal sampai akhirnya Rasulullah SAW hijrah ke Kota Madinah. Silakan Anda menjadi orang yang paling baik, paling saleh, paling jujur, paling adil, pasti akan ada orang yang memusuhi Anda. 

Itulah mengapa yang Allah bekalkan kepada Rasulullah SAW, pertama-tama adalah kelapangan dada: “alam nasyarah laka shadrak” (QS asy-Syarh:1). Sebab dengan lapang dada, semua tantangan apa pun yang dihadapi akan menjadi kecil.

Di Kota Makkah, Nabi Muhammad SAW tidak hanya mendapatkan tuduhan sebagai tukang sihir “saahir”, dukun “kaahin”, tetapi lebih dari itu, Nabi pernah dilempari kotoran saat shalat di depan Ka’bah.

Ummu Jamil, istri Abu Lahab, tidak pernah berhenti menyebarkan duri di setiap jalan yang Nabi lewati: “wam raatuhuu hamaalatal hathab”. Abu Lahab sendiri mengancam dengan ucapan celaka kepada Nabi karena menyampaikan tauhid: “Tabban laka yaa Muhammad”. Allah lalu menjawabnya dengan ancaman yang sama: “Tabbat yadaa abilahabiwatab”.


Mati dalam Keadaan Fitrah

Dari Allah fitrah dan hendaknya kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah. Bersih semua.

SELENGKAPNYA

Mengenali Sifat Dengki

Orang yang mendengki tak akan mendapatkan apa-apa kecuali cela dan hina

SELENGKAPNYA
×