Pekerja pelabuhan mengambil motor yang terendam rob di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022). | Wihdan Hidayat / Republika

Kabar Utama

27 May 2022, 03:50 WIB

Warga Terdampak Rob Mulai Terserang Penyakit 

Banjir rob di kawasan Semarang menjadi alarm untuk memprioritaskan penanganan lingkungan kawasan pesisir.

SEMARANG -- Banjir rob masih melanda sejumlah wilayah di pesisir utara Pulau Jawa. Banjir akibat limpasan air laut itu mulai mengganggu kesehatan warga terdampak dan membuat sekolah menghentikan kegiatan belajar dan mengajar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta para pemangku kepentingan masih berupaya mengebut pembangunan tanggul darurat.  Warga terdampak banjir rob di Kampung Gisikrejo, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, mengaku mulai merasakan gatal-gatal dan batuk pilek.

Salah satu warga Gisikrejo, Nuryati (34 tahun), mengatakan, pegal dan linu pada kaki mulai dirasakan karena setiap hari beraktivitas di dalam rumah yang tergenang banjir rob. Selain itu, ia merasakan telapak kakinya selalu kedinginan dan mudah kesemutan.

“Sehingga kalau habis duduk dan mau berdiri itu susah sekali karena kaki rasanya dingin, pegal, dan seperti kesemutan,” kata Nuryati saat bercerita kepada Republika, Rabu (25/5).

Menurut dia, gangguan kesehatan seperti batuk pilek juga mulai dialami anak-anak. Nuryati mengatakan, dua keponakannya mulai mengeluhkan batuk dan pilek setelah beberapa hari beraktivitas dalam rumah yang tergenang. Dalam beberapa hari terakhir, Nurhayati dan keluarga mengaku lebih memilih tinggal di rumah dan tidak mengungsi.

photo
Penumpang kapal laut menerobos banjir rob menuju terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022). Aktivitas Pelabuhan Tanjung Emas masih lumpuh imbas banjir rob. Namun, angkutan peti kemas mulai masuk ke pelabuhan meski masih sedikit. Sementara itu, air rob mulai surut pascaperbaikan tanggul yang jebol. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Kepala Puskesmas Bulu Lor, Semarang, Mariyanti, mengatakan, gangguan kesehatan dampak dari banjir rob mulai dialami warga. Keluhan warga yang berobat ke posko kesehatan umumnya adalah pegal linu tulang, batuk, pilek, dan pusing disertai panas atau demam. Warga juga banyak yang mengalami gatal-gatal.

“Dalam situasi lingkungan warga yang masih tergenang banjir rob ini, kami sudah siapkan obat- obatan untuk mengantisipasi keluhan dan gangguan kesehatan dengan gejala-gejala tersebut,” kata dia. 

Selain berdampak pada kesehatan warga, banjir rob juga mengganggu aktivitas pendidikan. Di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sejumlah sekolah terpaksa meniadakan proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMKN 1 Sayung yang berlokasi di Jalan Raya Semarang-Demak Km 14. 

Tinggi genangan akibat banjir rob di sekolah tersebut sekitar 50 sentimeter. "Sementara tidak ada KBM di sekolah. Siswa terpaksa belajar dari rumah secara daring,” ungkap Kepala SMKN 1 Sayung, Santoso.

Santoso mengungkapkan, banjir rob memang menjadi masalah di sekolahnya dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya, gedung sekolah SMKN 1 Sayung ini masih aman dari genangan. Namun sejak 2018, lingkungan sekolahnya mulai terdampak banjir rob. Sekolah pun mulai menyediakan pompa air untuk mengantisipasi genangan air rob.

“Bahkan, selama ini kami sudah lima kali mengganti pompa air karena air rob membuat usia pompa air menjadi relatif pendek karena menyebabkan korosi dan kerusakan pompa air,” katanya. 

Di Jawa Barat, gelombang pasang air laut yang menerjang pesisir pantai di Kabupaten Indramayu mulai mereda pada Kamis (26/5) meski belum sepenuhnya kembali normal. Hal itu terlihat di Pantai Karangsong.

“Rob masih terjadi, tapi sudah tidak separah seperti 23 Mei kemarin. Rob sekarang sudah agak menurun,” kata Direktur CV Pancora Jaya Muhammad Royani selaku pengelola objek wisata pantai Karangsong kepada Republika, Kamis (26/5).

Banjir rob membuat objek wisata Pantai Karangsong terpaksa ditutup sejak Senin. Rencananya, objek wisata Pantai Karangsong akan dibuka kembali pada Jumat (27/5).

Dia pun akan mengerahkan karyawannya melakukan bersih-bersih dan membenahi fasilitas yang rusak diterjang rob. “Mudah-mudahan pada akhir pekan nanti kondisinya sudah normal,” tutur Royani.

photo
Petugas Dinas Sosial membagikan makanan kepada warga terdampak banjir rob di tempat pengungsian di Aula Kelurahan Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (25/5/2022). - (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

Kondisi serupa terlihat di pesisir Pantai Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Rob parah yang melanda pada Senin (23/5) sudah mulai surut. “Sebenarnya rob masih terjadi, tapi alhamdulillah, sudah mendingan,” kata seorang warga Desa Eretan Kulon, Rosidah.

Pada Senin (23/5), rob merendam jalan-jalan desa dan rumah warga. Saat ini, rob hanya membuat jalanan menjadi becek. “Semoga ada solusi karena banjir rob selalu terjadi di sini,” kata Rosidah.

Penanggulangan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan akan menutup tanggul jebol di kawasan terdampak, salah satunya  di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Di kawasan ini terjadi banjir rob dan ada tanggul laut yang jebol. 

“Penanganan darurat adalah dengan segera menutup tanggul yang jebol, kemudian genangan air dipompa hingga surut, sehingga bisa ditangani dengan semipermanen menggunakan material berupa geobag atau geobox,” kata Basuki, kemarin. 

photo
Truk kontainer menerobos banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022). - (Wihdan Hidayat / Republika)

Basuki mengatakan, pengiriman bahan material untuk sementara tidak bisa dilakukan melalui jalur darat, tapi harus melalui laut. Pihak terkait untuk sementara menggunakan sandbag kecil di sana.

“Besok kita akan dibantu dengan 50 personel dari Lanal (pangkalan TNI Angkatan Laut—Red) dan 50 dari kodam. Sudah harus ditutup tanggul yang jebol dan sudah surut dipompa semua," tutur Basuki. 

Basuki mengungkapkan, dari tiga titik tanggul yang jebol, satu titik sudah selesai ditutup, yakni di Kelurahan Bandarharjo. Dua titik di Kelurahan Tambak Lorok masih dalam penanganan masing-masing sepanjang 20 meter dan 8 meter. 

Dalam jangka panjang, Basuki mengatakan, pihaknya akan melakukan penguatan terhadap tanggul-tanggul di sekitar area yang jebol. Kementeriannya juga akan mengevaluasi ketinggian tanggul-tanggul yang ada. 

"Parapet yang dibangun berdasarkan data terakhir banjir rob setinggi lebih dari 1,8 meter di atas muka laut, pasang naiknya sehingga kita bikin parapet dua meter. Tapi, karena fenomena tinggi melebihi jadi 2,1 meter sesuai dengan warning-nya BMKG, sehingga ini melimpas, hampir semua," ujar Basuki.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, aparat TNI-Polri dibantu para relawan, nelayan, dan warga setempat sejak Kamis pagi berupaya memperbaiki tanggul penahan air laut di area PT Lamicitra, kompleks Pelabuhan Tanjung Emas. Hingga Kamis siang, dua tanggul yang rusak telah berhasil ditutup dengan tanggul darurat 85 hingga 90 persen. 

photo
Genangan air rob cukup tinggi di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022). Aktivitas Pelabuhan Tanjung Emas masih lumpuh imbas banjir rob. Namun, angkutan peti kemas mulai masuk ke pelabuhan meski masih sedikit. Air rob mulai surut pascaperbaikan tanggul yang jebol. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Perbaiki Lingkungan Kawasan Pesisir

Banjir rob yang menggenangi kawasan Semarang Utara, Kota Semarang, dalam beberapa hari terakhir menjadi alarm bagi Pemprov Jawa Tengah untuk memprioritaskan penanganan lingkungan kawasan pesisir Kota Semarang. Apalagi, banjir rob telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat ataupun kegiatan perekonomian di wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini.  

“Peristiwa banjir rob Senin (23/5) kemarin mestinya menjadi peringatan bahwa penanganan rob di pantura Semarang dan Jawa Tengah harus segera dan menjadi prioritas,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso, Kamis (26/5).

Menurut Hadi, banjir rob yang sempat menghentikan kegiatan industri, pelayanan penumpang, ataupun bongkar muat kapal di Pelabuhan Tanjung Emas, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya harus segera mendapatkan perhatian Pemprov Jawa Tengah.

Bahkan, banjir rob yang salah satunya dipicu oleh jebolnya tanggul di kawasan berikat Lamicitra di kompleks Pelabuhan Tanjung Emas, mengingatkan bagaimana infrastruktur penanganan rob yang ada juga butuh perhatian.

“Terlepas fenomena puncak pasang tahun ini yang sangat luar biasa jika dibandingkan tahun- tahun sebelumnya, banjir rob kali ini menjadi sinyal bahaya bagi Jawa Tengah, terutama di kawasan pantura,” kata politikus PKS Jawa Tengah tersebut.

photo
Genangan air rob masih cukup tinggi di akses masuk Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022). - (Wihdan Hidayat / Republika)

Hadi menambahkan, musibah banjir rob saat ini bukan hanya dialami oleh warga Kota Semarang, melainkan juga masyarakat di Kota Pekalongan, Demak, dan kawasan pesisir Jateng lainnya. Oleh karena itu, ia mendesak agar pemprov mempercepat pembangunan sabuk pantai Semarang-Demak.

Pakar geomorfologi pesisir dan laut dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Bachtiar W Mutaqin menilai, penggunaan air tanah dalam skala besar di sepanjang pesisir utara Jawa perlu diatur untuk mengurangi potensi banjir rob di kawasan itu. "Kami berharap, ada semacam moratorium atau peraturan yang melarang penggunaan air tanah, yang di skala industri atau seperti apa, itu perlu dilakukan," kata Bachtiar.

Menurut dia, penggunaan air tanah berskala besar dapat mengakibatkan penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah di Semarang tercatat sekitar 19 cm per tahun, sedangkan rob pernah mencapai tinggi 40-60 cm dan pernah mencapai satu meter pada 2013.

Bachtiar yang juga dosen Fakultas Geografi UGM ini menyatakan, peristiwa rob di Semarang sesungguhnya sudah memiliki riwayat lama.

photo
Foto udara kondisi banjir limpasan air laut ke daratan atau rob yang merendam kawasan Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022). Banjir rob dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai 1,5 meter itu disebabkan oleh tingginya pasang air laut serta adanya tanggul yang jebol di kawasan tersebut. - (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Riwayat kejadian rob sangat sering dan kejadian terkini karena bersamaan dengan puncaknya pasang, yakni jarak bumi dan bulan yang lebih dekat. "Pasangnya cukup tinggi, tanggulnya jebol, ya akhirnya kawasan di pesisir Semarang terendam. Sebenarnya, fenomenanya sudah dimitigasi oleh pemerintah, tapi karena muka laut memang cukup tinggi dan ada bangunan yang jebol, akibatnya banyak yang terendam," ujarnya.

Bachtiar mengungkapkan, sudah sejak lama kawasan Banten hingga Banyuwangi dikenal sebagai kawasan rawan terjadi rob, yang dipicu pemanasan global berupa naiknya permukaan air laut dan material tanah di utara Jawa yang belum solid. "Belum solid, ditambah banyaknya permukiman. Tidak hanya permukiman pribadi atau perorangan, tetapi juga skala industri," kata dia.

Dia menjelaskan, material tanah di utara Jawa sebenarnya berasal dari endapan atau sedimentasi proses dari sungai. Material sedimen tersebut jika diukur dari skala geologi masih tergolong muda sehingga masih labil, belum solid, atau belum kompak. Sementara di atasnya, berdiri banyak bangunan sehingga semakin memperberat, ditambah penggunaan air tanah yang berakibat penurunan muka tanah.

Menurut Bachtiar, jika terjadi penurunan muka tanah, hal yang perlu mendapat perhatian adalah terkait tata ruang. Perlu diatur untuk penggunaan lahan, khususnya yang berada di wilayah pesisir agar tidak terlalu masif. ';

Mati dalam Keadaan Fitrah

Dari Allah fitrah dan hendaknya kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah. Bersih semua.

SELENGKAPNYA

Habis Presiden Tiga Periode, Terbitlah Koalisi Kaki Tiga

Manuver koalisi kaki tiga memberi peluang munculnya tiga pasang capres-cawapres dalam Pemilu 2024.

SELENGKAPNYA

135 Tahun Sherloc Holmes

Publikasi tahun 1949 menyatakan warga London begitu putus asa setelah mendengar berita kematian Holmes.

SELENGKAPNYA
×