Pengunjung membaca buku di Perpusatakaan Jakarta Islamic Centre, Jakarta, Rabu (13/4/2022). | Prayogi/Republika.

Nasional

27 May 2022, 03:45 WIB

Ketum Ikapi: Indonesia Alami Darurat Membaca Buku

Perpusnas RI menyatakan telah melakukan pemetaan kondisi kegemaran membaca di indonesia.

JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Arys Hilman Nugraha, mengatakan, pembicaraan mengenai darurat buku saat ini memang penting. Tapi, ada hal lain yang tidak kalah pentingnya, yang saat ini juga sedang terjadi di Indonesia, yakni darurat membaca buku.

"Bagi kami selain kita penting bicara soal darurat buku, tidak kalah pentingnya adalah kita sedang mengalami darurat baca buku," kata Arys dalam webinar Duta Baca Indonesia dengan tema "Darurat Buku di Indonesia", Rabu (25/5).

Arys mengatakan, Ikapi semestinya berada di hulu persoalan buku di Indonesia saat ini. Di mana persoalan mengenai penerbitan buku-buku yang bermutu, menarik, murah, dan dapat menyebarluaskannya secara merata kepada masyarakat dapat diselesaikan dengan baik oleh penerbit.

Terkait rasio antara jumlah penduduk dengan buku yang tersebar di seluruh masyarakat, dia melihat apa yang terjadi di Indonesia tidak begitu cerah, terlebih setelah pandemi Covid-19 melanda. Dia memaparkan, perbedaan data penerbitan jumlah ISBN yang mencapai 159 ribu judul buku pada 2021 dengan kenyataan.

"Yang terjadi secara umum pada anggota Ikapi justru adalah penurunan luar biasa. Dan ini bukan sekadar pada jumlah judul baru, tapi juga pada setiap cetak itu sekarang terjadi penurunan," kata Arys.

Dulu, jelas Arys, Ikapi pernah mengalami masa di mana satu judul buku bisa mencetak 4.000-5.000 eksemplar. Tetapi kemudian turun menjadi hanya 3.000 eksemplar per judul buku. Jumlahnya kembali menurun setelah pandemi Covid-19 melanda.

Arys menerangkan, jika berkaca kepada negara-negara dengan indeks literasi tinggi, penjualan buku mengalami peningkatan di saat pandemi. Sebagai contoh dia menyebutkan negara Finlandia yang indeks literasinya nomor wahid mengalami peningkatan penjualan buku sebesar 12 persen. Lalu Amerika Serikat dengan indeks literasi nomor tujuh juga mengalami peningkatan penjualan buku 8,2 persen.

"Ini lebih kepada masalah penyerapan buku dalam pengertian penjualan buku oleh industri terhadap pembaca, tentu kita harus melihat indeks literasi itu bukan hanya kegemaran membaca," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyatakan telah melakukan pemetaan kondisi kegemaran membaca di indonesia. Lewat kajian kegemaran membaca masyarakat indonesia di tahun 2021, yang mencakup 34 provinsi di Indonesia, nilai tingkat gemar membaca masyarakat Indonesia pada 2021 mencapai angka 59,52 dari skala 0-100.

"Termasuk dalam peringkat sedang. Dan ini terus meningkat sejak tahun 2016 di angka 26, kemudian 2017 di angka 37, yang artinya masih rendah, dan baru di tahun 2018 mencapai angka 50 dengan predikat sedang," kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Deni Kurniadi.

Menurut Deni, pemerintah terus berupaya untuk membangun kegemaran membaca dan budaya literasi. Di mana, kata dia, hal itu senada dengan agenda pembangunan nasional yang dituangkan di dalam RPJMN 2020-2024 kegiatan prioritas nasional, yaitu revolusi mental dan kebudayaan, yang salah satunya adalah melalui penguatan budaya literasi.

"Budaya literasi menjadi hal yang sangat fundamental. Melalui literasi kita akan mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan berkarakter. Literasi perlu terus kita dorong agar masyarakat kita berkualitas di dalam hidupnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan," ujar Deni. 


PBNU akan Gelar Konferensi Tokoh Agama Sedunia

PBNU ingin lebih banyak berkontribusi mewujudkan perdamaian dunia.

SELENGKAPNYA

BI Proyeksikan Inflasi Lampaui Target

BI mengapresiasi langkah pemerintah yang menambah subsidi untuk BBM dan listrik.

SELENGKAPNYA

MUI Siapkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK

Permintaan fatwa MUI merupakan kelanjutan dari hasil rapat koordinasi persiapan pelaksanaan kurban 1443 H.

SELENGKAPNYA
×